*Wali Kota Bekasi Hadiri Tradisi Sedekah Bumi di Jati murni*
Khoirul Anwar Sujud Ala Jepang di Peresmian Jembatan Baboyan. "Ini Bukti Cinta Warganya!”
SIMAKBERITANEWS - KELURAHAN BAHAGIA BEKASI JAWA BARAT. Jumat malam (01/04) jadi malam penuh haru di Kelurahan Bahagia. Selepas Ba’da Isya, Lurah Bahagia, Khoirul Anwar, resmi membuka Jembatan Baboyan dengan gunting pita dan potong tumpeng. Suasana pecah antara tawa, tangis, dan tepuk tangan warga.
“Lihat sekarang. Ini bentuk nyata dari niatan dan ketulusan seluruhnya,” ucap Lurah Khoirul Anwar dengan suara bergetar.
Ia menegaskan, Jembatan Baboyan bukan proyek pemerintah. “Pak RT, RW, tokoh masyarakat, bahkan dukungan warga dan para dermawan donatur. Inilah bukti pembangunan Baboyan terlaksana tanpa dibiayai APBD,” tegasnya.
Lurah Khoirul mengaku bangga pada struktur RT dan RW. Dulu banyak yang gundah, takut jembatan rubuh. Tapi kebersamaan mengubah semuanya.
“Tanpa ada upaya. Bagaimana kegelisahan, kegundahan, apalagi pepatah ‘jembatan ini akan rubuh’. Tapi diyakinkan dari kebersamaan, ini semua menghasilkan bukti nyata,” katanya.
Ucapan itu langsung disambut gemuruh warga. “Pak, tepuk tangan dulu Pak untuk semuanya!” seru warga kompak.
Tak cuma meresmikan, Lurah Khoirul juga bawa kabar besar. “Insya Allah tahun ini yang besar nih, Pak. Jembatan yang besar akan direkonstruksi,” ujarnya. “Tepuk tangannya mana?” Warga pun kembali riuh.
Ia menjelaskan, rekonstruksi total itu sudah masuk list pembangunan. Ada pembongkaran dan skema lalu lintas agar jalur tetap jalan saat proyek berjalan.
Selain itu, proyek TPT alias Tembok Penahan Tanah juga bakal direalisasi tahun ini. “Sudah koordinasi ke Bidang yang berwenang. Memang sudah terjadi penggalian. Itu pakai (BTT) Biaya Tak Terduga, karena sifatnya darurat,” jelasnya.
Ia menyebut sudah cek ke RW 18 dan RW 44 soal berapa meter TPT yang sudah ada dan yang belum. “Sisanya di sana karena kalau dikerjakan sekarang tidak cukup waktu. Pelaksanaannya harus di tahun 2026,” tambah Khoirul.
Sebelum menutup sambutan, Lurah Khoirul bikin warga kaget. Ia meminta semua berdiri. “Yang tidak sedang makan soto boleh berdiri. Kita disuruh berdiri sama Pak Lurah,” katanya.
Suasana terharu, dengan suara bergetar, ia lalu membungkukkan badan dalam-dalam. “Saya tidak bisa berkata apa-apa. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu,” ucapnya, menirukan budaya Jepang.
Warga pun ikut terharu. “Sama-sama Pak Lurah Khoirul Anwar sama-sama Pak Lurah. Kenapa jadi terharu ya jadinya,” sahut warga.
Sebagai penutup, ia berpantun, “Jalan-jalan ke tepi telaga. Airnya jernih tempat mandi rusa.
Alhamdulillah. Jembatan Baboyan sudah dibuka.” tutupnya. (Fjr)
