Hadiri Raker BKM se-Kota Bekasi, Wali Kota Tegaskan Penyelesaian ODF Tahun 2027

Hadiri Raker BKM se-Kota Bekasi, Wali Kota Tegaskan Penyelesaian ODF Tahun 2027

Februari 10, 2026
*SIMAK BERITA NEWS . CIOM ,--

Selasa, 10 Februari 2026.,--
KOTA --  BEKASI ,--

*Hadiri Raker BKM se-Kota Bekasi, Wali Kota Tegaskan Penyelesaian ODF Tahun 2027*

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menghadiri Rapat Kerja Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) se-Kota Bekasi dan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bekasi untuk menuntaskan status Open Defecation Free (ODF) di seluruh wilayah Kota Bekasi pada tahun 2027.

ODF secara harfiah berarti kondisi wilayah yang sudah bebas dari praktik buang air besar sembarangan, di mana seluruh masyarakat telah memiliki dan menggunakan fasilitas sanitasi yang layak, aman, dan sehat. Status ini menjadi salah satu indikator utama terwujudnya lingkungan permukiman yang bersih serta kota yang sehat.

Dalam arahannya, Wali Kota menyampaikan bahwa BKM memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan, sekaligus menjadi kepanjangan tangan pemerintah daerah dan lurah dalam menyelesaikan persoalan dasar lingkungan permukiman.

“BKM tidak hanya berperan dalam perencanaan, tetapi juga pelaksanaan dan pengawasan program di tingkat lingkungan. Karena itu, kinerja BKM sangat menentukan keberhasilan pembangunan berbasis masyarakat,” ujar Tri Adhianto.

Ia menyoroti bahwa selama ini BKM telah berkontribusi dalam berbagai program penataan lingkungan, seperti pembangunan dan perbaikan sarana sanitasi, pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal, penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), hingga penataan taman lingkungan dan ruang terbuka publik.

Namun demikian, Wali Kota menegaskan masih terdapat persoalan sanitasi yang harus segera diselesaikan, khususnya penggunaan WC helikopter, yaitu fasilitas buang air besar yang langsung membuang limbah ke sungai atau saluran air, yang hingga kini masih ditemukan di beberapa wilayah Kota Bekasi.

“Ini persoalan horizontal yang harus kita tangani bersama. Sampai hari ini masih ada warga yang menggunakan WC helikopter. Kita harus clean. Di Jatirahayu saja masih tercatat 47 lokasi. Selesaikan dulu WC tersebut, selesaikan dulu ODF-nya,” tegasnya.

Sebagai bagian dari target Kota Bekasi sehat tahun 2027, Wali Kota meminta BKM untuk memfokuskan program kerja pada tiga prioritas utama, yakni penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), pembangunan dan perawatan taman lingkungan, serta penyediaan fasilitas WC dan sanitasi layak bagi warga.

Ia juga menekankan pentingnya penataan kembali perencanaan kerja BKM agar lebih terukur, tepat sasaran, dan selaras dengan kebijakan pembangunan daerah.

“Mulai susun kembali rencana pekerjaan BKM dengan memperkuat sinergi bersama LPM dan lurah. Dengan kolaborasi yang solid, pelaksanaan program di lapangan akan lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan,” pungkas Wali Kota.

( RIANA SARI SBN )
Hadiri Raker BKM se-Kota Bekasi, Wali Kota Tegaskan Penyelesaian ODF Tahun 2027

Hadiri Raker BKM se-Kota Bekasi, Wali Kota Tegaskan Penyelesaian ODF Tahun 2027

Februari 10, 2026
*SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Selasa, 10 Februari 2026.,--
KOTA  --  BEKASI ,--

*Hadiri Raker BKM se-Kota Bekasi, Wali Kota Tegaskan Penyelesaian ODF Tahun 2027*

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menghadiri Rapat Kerja Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) se-Kota Bekasi dan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bekasi untuk menuntaskan status Open Defecation Free (ODF) di seluruh wilayah Kota Bekasi pada tahun 2027
.
ODF secara harfiah berarti kondisi wilayah yang sudah bebas dari praktik buang air besar sembarangan, di mana seluruh masyarakat telah memiliki dan menggunakan fasilitas sanitasi yang layak, aman, dan sehat. Status ini menjadi salah satu indikator utama terwujudnya lingkungan permukiman yang bersih serta kota yang sehat.

Dalam arahannya, Wali Kota menyampaikan bahwa BKM memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan, sekaligus menjadi kepanjangan tangan pemerintah daerah dan lurah dalam menyelesaikan persoalan dasar lingkungan permukiman.

“BKM tidak hanya berperan dalam perencanaan, tetapi juga pelaksanaan dan pengawasan program di tingkat lingkungan. Karena itu, kinerja BKM sangat menentukan keberhasilan pembangunan berbasis masyarakat,” ujar Tri Adhianto.

Ia menyoroti bahwa selama ini BKM telah berkontribusi dalam berbagai program penataan lingkungan, seperti pembangunan dan perbaikan sarana sanitasi, pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal, penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), hingga penataan taman lingkungan dan ruang terbuka publik.

Namun demikian, Wali Kota menegaskan masih terdapat persoalan sanitasi yang harus segera diselesaikan, khususnya penggunaan WC helikopter, yaitu fasilitas buang air besar yang langsung membuang limbah ke sungai atau saluran air, yang hingga kini masih ditemukan di beberapa wilayah Kota Bekasi.

“Ini persoalan horizontal yang harus kita tangani bersama. Sampai hari ini masih ada warga yang menggunakan WC helikopter. Kita harus clean. Di Jatirahayu saja masih tercatat 47 lokasi. Selesaikan dulu WC tersebut, selesaikan dulu ODF-nya,” tegasnya.

Sebagai bagian dari target Kota Bekasi sehat tahun 2027, Wali Kota meminta BKM untuk memfokuskan program kerja pada tiga prioritas utama, yakni penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), pembangunan dan perawatan taman lingkungan, serta penyediaan fasilitas WC dan sanitasi layak bagi warga.

Ia juga menekankan pentingnya penataan kembali perencanaan kerja BKM agar lebih terukur, tepat sasaran, dan selaras dengan kebijakan pembangunan daerah.

“Mulai susun kembali rencana pekerjaan BKM dengan memperkuat sinergi bersama LPM dan lurah. Dengan kolaborasi yang solid, pelaksanaan program di lapangan akan lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan,” pungkas Wali Kota.

( ADE SANJAYA / MALAU  SBN )
Walikota Bekasi Resmikan Jembatan Lengkung Kalimalang, Kini sudah Bisa Dilewati

Walikota Bekasi Resmikan Jembatan Lengkung Kalimalang, Kini sudah Bisa Dilewati

Februari 10, 2026
*SIMAK BERITA NEWS .COM ,--

Selasa, 10 Februari 2026 ,--
KOTA. --  BEKASI ,--.


*Walikota Bekasi Resmikan Jembatan Lengkung Kalimalang, Kini sudah Bisa Dilewati*.

Pemerintah Kota Bekasi secara resmi meresmikan Jembatan Kalimalang sebagai bagian dari penataan kawasan strategis yang mengintegrasikan fungsi transportasi, pariwisata, dan pelestarian lingkungan.

Peresmian ini menjadi tonggak awal pengembangan kawasan Kalimalang yang diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dalam sambutannya menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bekasi untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai target.

“Kami berkomitmen agar pekerjaan ini dapat terselesaikan dengan baik dan progresnya sudah bisa terlihat sebelum Agustus. Harapannya, pada 17 Agustus nanti kawasan ini sudah dapat dimanfaatkan secara simbolis,” ujar Tri Adhianto, Wali Kota Bekasi.

Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Kalimalang mendapat dukungan langsung dari Gubernur Jawa Barat, termasuk tambahan komitmen pembangunan infrastruktur pendukung.

“Setelah jembatan ini dioperasikan, akan dilakukan pembongkaran dua jembatan lama dan pembangunan satu jembatan melengkung di sisi yang mendekati kawasan Primaya. Ini kami lakukan untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” tambahnya.

Pemerintah Kota Bekasi telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk penataan pedestrian di kawasan Kalimalang. Penataan tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bekasi, serta pihak-pihak terkait seperti BJT dan MBWCC dalam pengelolaan kawasan secara terpadu.

Penataan jembatan dan akses di kawasan Kalimalang menjadi bagian dari penerapan manajemen transportasi perkotaan. Selama ini, jarak antarjembatan yang terlalu berdekatan dinilai menghambat arus lalu lintas dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Ke depan, dari kawasan MM hingga Sumber Harta hanya akan terdapat lima jembatan guna menciptakan lalu lintas yang lebih tertib dan efisien.

“Kalimalang merupakan jalur strategis yang menghubungkan Jawa Barat dan DKI Jakarta. Jika penataan ini dilakukan secara berkelanjutan lintas wilayah, maka kemacetan dapat ditekan dan waktu tempuh akan semakin efisien,” jelas Wali Kota Bekasi.

Selain berfungsi sebagai koridor transportasi dan kawasan wisata, Kalimalang juga memiliki peran vital sebagai sumber pasokan air minum bagi masyarakat Jawa Barat dan DKI Jakarta. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mutu baku air di kawasan tersebut.

Peresmian Jembatan Kalimalang ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pengembangan pariwisata berkelanjutan. Pemerintah Kota Bekasi menekankan bahwa ketertiban, kebersihan, ketersediaan sarana dan prasarana, serta peran aktif masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan pengelolaan kawasan Kalimalang ke depan.

( JOVAN CRISTIAN SBN )
Wali Kota Bekasi Gaungkan Sedekah Udara Lewat Penanaman Pohon di Bulan K3 Nasional 2026

Wali Kota Bekasi Gaungkan Sedekah Udara Lewat Penanaman Pohon di Bulan K3 Nasional 2026

Februari 10, 2026
*SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Selasa, 10 Februari 2026,--
KOTA. ---  BEKASI ,--

*Wali Kota Bekasi Gaungkan Sedekah Udara Lewat Penanaman Pohon di Bulan K3 Nasional 2026*

KOTA BEKASI  — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melakukan penanaman pohon di kawasan Lagoon Avanue Mall Bekasi dalam rangka Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, sekaligus berkelanjutan...

Penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari kebijakan jangka panjang Pemkot Bekasi yang telah dimulai sejak tahun sebelumnya hingga saat ini, di antaranya melalui kebijakan pelarangan pengiriman karangan bunga pada peringatan Hari Jadi Kota Bekasi lalu maupun pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang lalu kemudian dialihkan dalam bentuk pemberian pohon atau tanaman hidup.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan bahwa pada perayaan Hari Ulang Tahun Kota Bekasi yang lalu, apresiasi dalam bentuk pohon telah memberikan dampak nyata bagi lingkungan.

"Hampir 1000 pohon telah disumbangkan dan ditanam di berbagai titik di Kota Bekasi,” ujar Tri Adhianto.

Ia menambahkan, gerakan menanam pohon bukan hanya bernilai ekologis, tetapi juga memiliki nilai sosial dan spiritual bagi masyarakat.

“Setiap pohon yang kita tanam adalah sedekah udara. Selama pohon itu hidup dan memberi oksigen, kita mendapatkan manfaatnya. Bahkan mulai dari membeli, menanam, hingga memelihara pohon tersebut, insyaallah memiliki nilai ibadah dan keberkahan,” lanjutnya.

Menurutnya, penanaman pohon sejalan dengan semangat Bulan K3 Nasional, di mana keselamatan dan kesehatan tidak hanya berlaku di lingkungan kerja, tetapi juga pada kualitas lingkungan hidup yang sehat dan lestari.

Melalui peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat terus tumbuh untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Bekasi yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

( JAMALUDDIN  . SBN )
Wali Kota Bekasi Resmikan Trans Beken, Upaya Menjaga Keberlanjutan Transportasi Publik

Wali Kota Bekasi Resmikan Trans Beken, Upaya Menjaga Keberlanjutan Transportasi Publik

Februari 10, 2026
*SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Selasa, 10 Februari 2026 ,--
KOTA. --  BEKASI ,--.


*Wali Kota Bekasi Resmikan Trans Beken, Upaya Menjaga Keberlanjutan Transportasi Publik*

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto meresmikan operasional Trans Beken, layanan angkutan umum massal lintas Terminal Bekasi–Harapan Indah, sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi pada kenyamanan warga.

Trans Beken melayani lintasan pulang-pergi sepanjang 30,1 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 5 menit, didukung 9 armada bus (8 operasional dan 1 cadangan), melayani 47 titik henti, serta beroperasi setiap hari pukul 05.00–21.00 WIB. Pada tahap awal, layanan ini masih digunakan secara gratis oleh masyarakat.

“Ini memang bukan hal yang benar-benar baru, bisa dibilang lagu lama tapi dengan kaset yang berbeda. Jalur ini sudah lama kita inisiasi, dan hari ini kita wujudkan kembali dengan konsep yang lebih matang. Kota yang besar itu bisa dilihat dari sistem transportasi umumnya,” ujar Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.
.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan transportasi publik di Kota Bekasi merupakan bagian dari visi besar pembangunan kota. Bahkan, saat dirinya sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota, isu transportasi sudah menjadi perhatian utama.

“Transportasi publik ini menjadi salah satu bagian penting dalam RPJMD. Tujuan akhirnya sederhana, masyarakat merasa nyaman dan warganya sejahtera. Karena mobilitas yang baik akan berdampak langsung pada produktivitas dan kualitas hidup,” jelasnya.

Dalam pengoperasian Trans Beken, Wali Kota juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, kerja sama antara PT Sinar Jaya dan Dinas Perhubungan Kota Bekasi bukan hanya sebatas operasional, tetapi menjadi tantangan bersama dalam menyiapkan sistem transportasi masa depan yang memiliki nilai tambah.

“Ke depan tantangannya adalah bagaimana transportasi ini terus bertumbuh, value-nya bertambah, dan tidak berhenti di tengah jalan. Apalagi Kota Bekasi akan menjadi tuan rumah Porprov Jawa Barat pada akhir November tahun ini, tentu kebutuhan transportasi massal yang andal menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Trans Beken juga dirancang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi, seperti Trans Bekasi Patriot, Trans Wibawa Mukti, Transjabodetabek, LRT, dan KRL. Integrasi ini menjadi bagian dari harapan besar Pemkot Bekasi agar pengembangan LRT dan transportasi massal lainnya berjalan berkelanjutan dan tidak terputus.

Wali Kota Bekasi mengakui bahwa moda transportasi seperti ojek online sangat membantu mobilitas masyarakat. Namun, pemerintah memiliki tanggung jawab lebih besar dalam menyediakan angkutan umum massal yang terencana dan berjangka panjang.

“Ojol itu sangat membantu masyarakat, tapi tugas pemerintah adalah menyiapkan transportasi yang lebih baik lagi, lebih terintegrasi. Ke depan, Stasiun Bekasi juga akan kita dorong menjadi simpul transportasi jarak jauh, dengan volume dan jumlah penumpang yang semakin besar dan terhubung dengan lebih banyak moda,” tambahnya.

Sebagai bagian dari visi jangka panjang, Wali Kota Bekasi juga mengungkapkan rencana pengembangan moda transportasi alternatif di masa depan.

“Ke depan, Kota Bekasi juga akan mengarah pada pengembangan transportasi berbasis kabel. Ini bukan sekadar wacana, tapi bagian dari perencanaan jangka panjang kota agar mobilitas warga semakin modern dan efisien,” pungkasnya.

( GEOFFREY . M )
Polres Merangin Gelar Sertijab Kapolsek Bangko, Momentum Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat

Polres Merangin Gelar Sertijab Kapolsek Bangko, Momentum Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat

Februari 09, 2026
Polres Merangin Gelar Sertijab Kapolsek Bangko, Momentum Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat

SIMAK BERITA NEWS COM 

Senin 10 Februari 2026

Merangin  - Jambi
Bangko
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Merangin AKBP Kiki Firmansyah Efendi, S.I.K.,M.H, bertindak sebagai Inspektur upacara saat memimpin upacara serah terima jabatan Kapolsek Bangko. Serah terima tersebut dilaksanakan pada Senin (10/02/2026) pagi. 

Upacara yang digelar di Aula Mapolres Merangin sejak pukul 08.30 WIB tersebut dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang Merangin Ny. Lianita Kiki, Wakapolres Merangin, para pejabat utama, Kapolsek jajaran, Bhayangkari Merangin serta personel Polres Merangin.
 
Adapun pejabat Polres Merangin yang diserah terimakan jabatannya yakni Kapolsek Bangko dari pejabat lama AKP Ramadhan Agustiyansah, S.H.,,M.H., yang selanjutnya akan bertugas sebagai Panit IV Subdit 2 Dit Intelkam Polda Jambi, digantikan oleh IPTU  Adri Sukam, S.Pd, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Tebo Ilir Polres Tebo.
 
Dalam sambutannya, Kapolres Merangin menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang wajar di lingkungan Polri untuk menjaga dinamika organisasi dan penyegaran manajerial sesuai dengan kebutuhan organisasi ditubuh Polri. Dirinya juga menekankan bahwasanya setiap jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun Allah Tuhan yang maha ESA.
 
“Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan yang maha ESA, Karena atas rahmat dan karunianya kita dapat melaksanakan serah terima jabatan ini, mutasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan semangat dan etos kerja demi memberikan pelayanan terbaik kepada Masyarakat,” ujar Kapolres.

Ia juga menekankan agar seluruh pejabat dan personel Polres Merangin dan jajaran dapat melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan humanis, serta jaga soliditas internal guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Merangin,” tambahnya
 
Kapolres juga tak lupa memberikan apresiasi kepada pejabat lama yang telah mengemban tugas dengan baik dan berdedikasi yang sangat tinggi di Polres Merangin.
 
“Kepada pejabat pejabat lama, saya pribadi mengucapkan terima kasih atas pengabdian selama ini. Banyak kontribusi yang telah diberikan untuk Polres Merangin, dan semoga sukses ditempat tugas yang baru”. Imbuhnya
 
Selanjutnya Kapolres juga menyambut pejabat baru dan berharap dapat segera menyesuaikan diri dengan Merangin serta dapat bersama-sama bekerja guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
 
“Kepada pejabat baru, saya ucapkan selamat datang di Merangin, selamat bertugas dan segera menyesuaikan diri dengan pola kerja dan ritme yang ada, dengan pengalaman yang sudah dimilik saya yakin saudara dapat menjalankan tugas dengan ikhlas, baik dan bertanggung jawab”. Tutup Kapolres mengakhiri sambutannya.
 
Selain upacara serah terima jabatan Kapolsek Bangko selesai dilaksanakan, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan acara ramah tama.


Reporter Yendri SBN 
DLH Kota Bekasi Tindaklanjuti Pengaduan Warga Terkait Dampak Limbah Kegiatan SPPG

DLH Kota Bekasi Tindaklanjuti Pengaduan Warga Terkait Dampak Limbah Kegiatan SPPG

Februari 09, 2026
SIMAK BERITA NEWS .COM ,--

Senin, 09 Febuari 2026 ,--
KOTA. --  BEKASI ,--

DLH Kota Bekasi Tindaklanjuti Pengaduan Warga Terkait Dampak Limbah Kegiatan SPPG

Kota Bekasi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi menindaklanjuti pengaduan masyarakat bersama unsur wilayah Kelurahan Jatimelati terkait dugaan dampak pengelolaan limbah dari kegiatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di sekitar permukiman warga RT 03 RW 011, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, pada Jumat (06/02).

Pengaduan disampaikan oleh warga setempat yang mengeluhkan adanya bau tidak sedap, gangguan kebersihan lingkungan, serta potensi dampak kesehatan akibat pembuangan limbah cair yang diduga dialirkan langsung ke saluran lingkungan permukiman Puri Gading. Kondisi tersebut dinilai telah mengganggu kenyamanan serta kualitas hidup masyarakat sekitar.

Menindaklanjuti laporan tersebut, DLH Kota Bekasi melalui Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup serta Penegakan Hukum (PPKLHPH) bersama tim UPTD Laboratorium DLH Kota Bekasi melakukan langkah-langkah berupa peninjauan lapangan, pengumpulan data dan informasi, serta koordinasi dengan pihak pengelola SPPG dan unsur kewilayahan setempat.

Hasil penelusuran awal tim Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) di lapangan menunjukkan bahwa limbah yang dikeluhkan masyarakat berupa limbah cair dan sisa makanan hasil pencucian ompreng (wadah makanan kegiatan SPPG). Air bekas pencucian tersebut diketahui dibuang melalui pipa yang terhubung dengan saluran permukiman warga di area perbatasan Puri Gading RT 003 RW 011 Villa Ubud.

Sebagai tindak lanjut, DLH Kota Bekasi memberikan arahan kepada pihak pengelola kegiatan untuk segera melakukan perbaikan sistem pengelolaan limbah, termasuk memastikan tidak ada lagi pembuangan limbah langsung ke saluran lingkungan tanpa proses pengolahan sesuai ketentuan. Selain itu, DLH akan melakukan pemantauan lanjutan serta evaluasi terhadap kepatuhan pengelolaan lingkungan oleh pihak terkait.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Dra. Kiswatiningsih M.,C, menegaskan bahwa setiap kegiatan usaha dan/atau kegiatan wajib mengelola limbah yang dihasilkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Setiap kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan wajib memiliki sistem pengelolaan limbah yang memadai. Kami tidak mentolerir pembuangan limbah yang dapat mencemari lingkungan permukiman. DLH Kota Bekasi akan melakukan pembinaan sekaligus pengawasan ketat, dan apabila ditemukan pelanggaran, akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Dra. Kiswatiningsih.

Beliau juga menambahkan bahwa partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam pengawasan lingkungan.

“Kami mengapresiasi kepedulian warga yang telah menyampaikan pengaduan. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat semakin meningkat. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku kegiatan, dan masyarakat adalah kunci dalam menjaga kualitas lingkungan Kota Bekasi,” tambahnya.

DLH Kota Bekasi berkomitmen menindaklanjuti setiap pengaduan masyarakat secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur, demi terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga Kota Bekasi.

 ( RIANA SARI SBN )