Polres Merangin Dampingi Kunjungan Bapanas RI, Pastikan Harga Bapok Jelang Ramadan Tetap Stabil

Polres Merangin Dampingi Kunjungan Bapanas RI, Pastikan Harga Bapok Jelang Ramadan Tetap Stabil

Februari 15, 2026
Polres Merangin Dampingi Kunjungan Bapanas RI, Pastikan Harga Bapok Jelang Ramadan Tetap Stabil

SIMAK BERITA NEWS COM 

Senin 16 Februari 2026

Merangin Jambi 
Bangko
Polres Merangin melalui Satreskrim mendampingi kegiatan kunjungan kerja Direktur Keanekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Tim Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Provinsi Jambi di Pasar Baru Bangko, Senin (16/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengecekan harga dan ketersediaan bahan pokok sekaligus pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak nasional menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Polda Jambi, pemerintah daerah, dinas terkait, Perum BULOG, serta instansi lainnya.

Kapolres Merangin melalui Kasat Reskrim AKP Eka Yuliesman Koto menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim turun langsung ke lapangan untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan stok tersedia bagi masyarakat.

“Dari hasil pengecekan, secara umum harga masih relatif stabil dan ketersediaan bahan pokok mencukupi. Memang ada satu temuan minyak goreng yang dijual di atas HET, namun sudah kami lakukan pembinaan dan diberikan pemahaman kepada pedagang agar mengikuti aturan yang berlaku,” ujar Kasat Reskrim.
Ia menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan, terutama menjelang Ramadan, guna mencegah adanya permainan harga maupun dugaan penimbunan.

“Kami dari Satreskrim Polres Merangin bersama instansi terkait akan terus melakukan monitoring. Jika ditemukan indikasi pelanggaran yang merugikan masyarakat, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan yang berlaku. Prinsipnya, kami ingin masyarakat tenang dan tidak khawatir terhadap ketersediaan maupun harga bahan pokok,” tambahnya.
Selain pengecekan langsung, tim juga melakukan sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat terkait harga acuan pemerintah, serta memasang informasi harga di area pasar sebagai bentuk transparansi.

Reporter Yendri SBN 
Wakil Wali Kota Bekasi Dorong Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Napza melalui Forza Indonesia

Wakil Wali Kota Bekasi Dorong Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Napza melalui Forza Indonesia

Februari 15, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Senin16 Februari 2026 ,--
KOTA. --  BEKASI ,--

Bekasi – Wakil Wali Kota Bekasi menghadiri undangan pelantikan formatur Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Anti Penyalahgunaan Napza (Forza) Indonesia Kota Bekasi.Kegiatan tersebut digelar di Bekasi Creative Center Multiguna dan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, perwakilan organisasi, serta unsur pemerintah daerah pada Minggu kemarin (15/02).

Momentum ini sekaligus menjadi langkah awal penguatan sinergi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza) di Kota Bekasi.Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan DPD Forza Indonesia Kota Bekasi.

Ia menegaskan bahwa kehadiran organisasi masyarakat seperti Forum Anti Penyalahgunaan Napza (Forza) Indonesiamenjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kesadaran publik


.“Pemerintah Kota Bekasi menyambut baik pelantikan formatur DPD Forza Indonesia hari ini. Ini adalah bentuk nyata kepedulian masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan Napza,” ujar Wakil Wali Kota Bekasi.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menekankan bahwa persoalan Napza bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, hingga komunitas sosial yang lebih luas.“Kita harus bergerak bersama. Edukasi, sosialisasi, dan pendampingan menjadi kunci agar generasi muda kita terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Forza Indonesia Kota Bekasi menyampaikan komitmen untuk menjalankan program kerja yang berorientasi pada pencegahan dan rehabilitasi.Mereka juga berencana menggandeng berbagai pihak, termasuk sekolah, perguruan tinggi, serta organisasi kepemudaan, guna memperluas jangkauan kampanye anti-Napza.

Selain sebagai ajang pelantikan, kegiatan ini turut diisi dengan diskusi singkat mengenai strategi kolaboratif dalam menekan angka penyalahgunaan zat terlarang (Narkoba) di wilayah perkotaan.

Para peserta sepakat bahwa tantangan yang dihadapi semakin kompleks, terutama dengan maraknya peredaran narkotika yang menyasar kalangan remaja.Oleh karena itu, melalui pelantikan formatur ini, diharapkan DPD Forza Indonesia Kota Bekasi mampu menghadirkan program yang inovatif dan berkelanjutan.

Dengan sinergi antara Pemerintah Kota Bekasi dan masyarakat, Kota Bekasi diharapkan semakin kuat dalam membangun lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan Napza.

Kehadiran Wakil Wali Kota dalam acara tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bekasi untuk terus mendukung setiap inisiatif positif demi masa depan generasi muda yang lebih baik.

( GEOFFREY. M )
)
PUSPAGA Kota Bekasi Gaungkan Edukasi “Invisible Threat” Lewat Talkshow Women & Child Grooming di Ruang Publik

PUSPAGA Kota Bekasi Gaungkan Edukasi “Invisible Threat” Lewat Talkshow Women & Child Grooming di Ruang Publik

Februari 15, 2026
SIMAK BERITA NEWS. .  COM ,--

Minggu, 15 Februari 2026.,--
KOTA  --  BEKASI,--

*PUSPAGA Kota Bekasi Gaungkan Edukasi “Invisible Threat” Lewat Talkshow Women & Child Grooming di Ruang Publik*

Bertepatan dengan momentum Hari Kasih Sayang, Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Bekasi mengambil langkah progresif dengan menggelar talkshow edukatif bertajuk “Di Balik Anggunnya Kebaya: Melindungi Perempuan dan Anak dari Bahaya Grooming” di tengah perhelatan Bekasi Berkebaya 2026.

Bertempat di Main Atrium Pakuwon Mall Bekasi, kegiatan ini menjadi gebrakan perdana PUSPAGA dalam membawa isu sensitif seperti child grooming dan women grooming ke ruang publik yang inklusif dan mudah diakses masyarakat.

Dr. Siti Nurhidayah, S.Psi., M.Si., Psikolog, Wakil Ketua II PUSPAGA Kota Bekasi sekaligus Psikolog Senior UPTD PPA Kota Bekasi, menegaskan bahwa grooming merupakan ancaman yang kerap tidak disadari oleh korban maupun keluarga.

“Grooming adalah bentuk manipulasi psikologis di mana pelaku membangun kepercayaan dan ikatan emosional dengan korban untuk tujuan eksploitasi. Ini adalah bahaya yang tidak terlihat secara fisik di awal, namun dampaknya sangat nyata dan destruktif bagi kesehatan mental perempuan dan anak-anak,” jelasnya dalam sesi perspektif psikologi.

Sesi ini juga menghadirkan Dr. Zahara Tussoleha Rony, S.Pd., M.M., yang menyoroti taktik love bombing dan kemampuan komunikasi pelaku grooming sebagai senjata utama.

“Pelaku sering menyamar menjadi sosok yang paling dibutuhkan korban. Ketika korban mulai merasa ada yang salah, pelaku akan memutarbalikkan fakta melalui gaslighting, membuat korban meragukan perasaannya sendiri,” paparnya.

Talkshow ini memperlihatkan kolaborasi kuat lintas sektor, menghadirkan LBH IBLAM sebagai mitra hukum, Satres PPA PPO Polres Metro Bekasi Kota sebagai unit penegakan hukum, akademisi UBHARA JAYA, serta psikolog dari UPTD PPA Kota Bekasi yang juga dosen UNISMA 45.

Ananda Meci Hadyanti, S.H., M.Han., praktisi hukum dari LBH IBLAM, mengupas aspek relasi kuasa yang sering menjadi akar kasus grooming.

“Grooming berasal dari kata merawat atau mempersiapkan. Pelaku mempersiapkan korban untuk mengarah ke pelecehan seksual. Relasi kuasa yang sering terjadi misalnya antara guru atau dosen dengan murid, maupun tokoh agama dengan santri. Korbannya bukan hanya anak, tetapi juga orang dewasa,” ungkapnya.

Dari sisi penegakan hukum, IPTU Rencana Sih Muryati, S.H., KBO Satres PPA PPO Polres Metro Bekasi Kota, menjelaskan alur pelaporan apabila terdapat indikasi grooming hingga pelecehan seksual.

“Korban dapat datang ke Polres melalui SPKT dengan membawa alat bukti. Selanjutnya akan ditangani Satres PPA. Jika ditemukan indikasi trauma berat, kami merujuk ke UPTD PPA untuk pendampingan psikologis. Banyak korban yang masih bingung ingin melaporkan atau tidak karena dampak manipulasi jangka panjang dari pelaku,” jelasnya.

Diskusi berlangsung dinamis di bawah moderasi Resa Rusayani, S.H., yang akrab disapa ‘Echa’. Dengan gaya lugas dan komunikatif, ia berhasil mengurai isu kompleks menjadi pembahasan yang mudah dipahami pengunjung mall dari berbagai kalangan.

Echa juga secara tajam menyoroti celah hukum dan kuatnya relasi kuasa yang kerap menjadi tembok penghalang bagi korban untuk bersuara. Panggung di Main Atrium sore itu terasa intens ketika moderator menantang perspektif penegakan hukum sekaligus mendorong komitmen perlindungan yang lebih berpihak pada korban.

Melalui kegiatan ini, PUSPAGA Kota Bekasi berharap masyarakat memiliki “perisai” mental dan pemahaman hukum yang kuat dalam melindungi perempuan dan anak dari ancaman grooming—bahaya yang kerap tidak terlihat, namun nyata dampaknya.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa isu perlindungan perempuan dan anak bukan lagi pembahasan tertutup, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dihadirkan di ruang-ruang publik, dekat dengan masyarakat.

( ADE SANJAYA / MALAU SBN )
Disdamkarmat Kota Bekasi Warnai CFD dengan Edukasi dan Games Kebencanaan

Disdamkarmat Kota Bekasi Warnai CFD dengan Edukasi dan Games Kebencanaan

Februari 15, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Minggu, 15 Februari 2026 ,-
KOTA. --  BEKASI ,--

Disdamkarmat Kota Bekasi Warnai CFD dengan Edukasi dan Games Kebencanaan.


Kota Bekasi — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi (Disdamkarmat) menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan permainan interaktif dalam ajang Car Free Day (CFD) yang digelar di Jalan Ahmad Yani, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan tersebut meliputi flying fox, edukasi pemadaman api, serta simulasi tata cara penyelamatan saat terjadi kebakaran. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya anak-anak hingga orang dewasa yang berpartisipasi dalam setiap sesi edukasi yang diselenggarakan.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi, Heri. Ia menyampaikan bahwa CFD merupakan momentum yang tepat untuk menjangkau masyarakat secara langsung melalui pendekatan yang edukatif sekaligus menghibur.

“CFD menjadi momen yang tepat bagi kami untuk memberikan hiburan sekaligus edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait penanganan kebakaran dan prosedur penyelamatan diri saat terjadi keadaan darurat,” ujar Heri.

Menurutnya, edukasi kebencanaan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki pemahaman dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.

Disdamkarmat Kota Bekasi berencana menjadikan kegiatan edukasi dan permainan kebencanaan ini sebagai agenda rutin setiap pekan dalam pelaksanaan CFD, sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanggulangan kebakaran.

( JAMALUDIN. SBN )
Menteri LH dan Wali Kota Bekasi Lakukan Korve di Sepanjang Jalan Juanda - Pasar Baru

Menteri LH dan Wali Kota Bekasi Lakukan Korve di Sepanjang Jalan Juanda - Pasar Baru

Februari 14, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Sabtu, 14 Febuari 2026 ,--
KOTA. --  BEKASI ,--

*Menteri LH dan Wali Kota Bekasi Lakukan Korve di Sepanjang Jalan Juanda - Pasar Baru*

Dengan arahan langsung dari Presiden RI untuk melaksanakan kegiatan korve atau pembersihan wilayah, Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, turun langsung ke lapangan didampingi Tri Adhianto, Wali Kota Bekasi, dalam aksi bersih-bersih kawasan Jalan Juanda hingga Pasar Baru, Bekasi Timur.

Titik kumpul kegiatan berada di Lapangan Multiguna Bekasi dengan melibatkan aparatur dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, Satpol PP, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Seluruh unsur bergerak serentak menyisir sepanjang Jalan Juanda, mulai dari Jalan Mayor Oking (Proyek) hingga Pasar Baru Bekasi..

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bekasi secara langsung memfokuskan penataan di kawasan Pasar Baru Bekasi. Ia menyoroti banyaknya tali plastik yang diikatkan pada pagar besi ruko sehingga merusak estetika kota. Tidak hanya itu, Wali Kota juga memerintahkan pemotongan plang nama toko yang tidak memiliki izin atau masa izinnya telah habis, serta pembenahan kabel-kabel yang terbengkalai dan semrawut.

“Kita ingin tata kota ini tertib dan enak dipandang. Jangan lagi ada tali plastik yang diikat sembarangan ke pagar ruko. Ini soal kesadaran bersama untuk menjaga wajah kota,” tegasnya di sela kegiatan.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup juga menyoroti persoalan sampah di Kota Bekasi yang volumenya terpantau sudah meluap dan hampir mencapai kapasitas maksimal. Ia menekankan pentingnya pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, termasuk rencana pembentukan PTSL di area Bantargebang sebagai bagian dari langkah strategis pengendalian dan pengolahan sampah ke depan.

Dalam korve tersebut, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) turut menurunkan tim untuk melakukan perapihan kabel serta membantu pemotongan plang nama berbahan besi yang melanggar ketentuan.

( LUDIMIN JILUT TOTOK SBN .)
PWI Bekasi Raya Laksanakan Papajar Sambut Bulan Suci Ramadhan

PWI Bekasi Raya Laksanakan Papajar Sambut Bulan Suci Ramadhan

Februari 14, 2026
BEKASI RAYA | – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya menggelar kegiatan Papajar dalam rangka menyambut 

SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Sabtu 14 Febuari 2026 ,--
KOTA. --  BEKASI ,--

Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Tradisi khas masyarakat Sunda ini dilaksanakan di Aula PWI Bekasi Raya sebagai ajang silaturahmi dan penguatan kebersamaan antaranggota.
Papajar merupakan tradisi masyarakat Sunda di wilayah Jawa Barat seperti Cianjur, Sukabumi, dan Bogor, yang dilakukan satu hingga dua minggu sebelum Ramadhan. 

Istilah ini berasal dari kata mapag fajar yang berarti menjemput cahaya atau datangnya bulan suci. Dalam praktiknya, kegiatan ini identik dengan botram atau makan bersama secara lesehan sebagai simbol kesetaraan dan kebersamaan.Secara historis, tradisi Papajar telah dikenal sejak abad ke-16. 
.
Awalnya, masyarakat berkumpul di masjid untuk menunggu pengumuman awal puasa, kemudian berkembang menjadi kegiatan makan bersama dan rekreasi keluarga. Tradisi ini mencerminkan rasa syukur, mempererat tali silaturahmi, serta menjadi momentum membersihkan hati sebelum memasuki bulan penuh ibadah.Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, mengatakan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting bagi organisasi.

"Kita ini organisasi nasional, sehingga harus mencerminkan kerukunan sesama manusia tanpa memandang latar belakang. Inilah salah satu tujuan kegiatan Papajar kita laksanakan di lingkungan PWI Bekasi Raya,” ujarnya.

Ade juga menyampaikan rasa syukur atas kesehatan dan kesempatan yang masih diberikan Allah SWT untuk menyambut Ramadhan tahun ini.“Sebagai wujud rasa syukur atas kesehatan dan nikmat yang saya rasakan hingga hari ini, saya ingin membersihkan 

hati sepenuhnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Alhamdulillah Allah SWT masih memberi waktu, dan insyaallah mudah-mudahan saya dapat menjalankan puasa dengan baik,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh anggota PWI Bekasi Raya dapat hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kebersamaan dan solidaritas organisasi.

Dengan suasana lesehan dan makan bersama menggunakan daun pisang, kegiatan Papajar diharapkan tidak sekadar menjadi tradisi seremonial, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menyatukan hati dalam menyongsong bulan penuh berkah. 

( GEOFFREY. M )
Pemerintah Kota Bekasi Dorong Kreativitas Olahan Pangan Lokal Lewat Lomba Kreasi Makanan Etnik.

Pemerintah Kota Bekasi Dorong Kreativitas Olahan Pangan Lokal Lewat Lomba Kreasi Makanan Etnik.

Februari 13, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Sabtu 14 Februari 2026 ,-- 
KOTA. --  BEKASI ,--

ini merupakan salah satu program TP PKK yang difasilitasi oleh Disdagperin Kota Bekasi sebagai bentuk pembinaan dan penguatan kreativitas kader dalam pengolahan pangan lokal.

Dalam lomba tersebut, metode penilaian difokuskan pada kelengkapan dan keseimbangan menu. Hidangan utama wajib mengandung unsur karbohidrat, protein, dan sayuran, serta dilengkapi dengan hidangan pembuka, makanan penutup, dan minuman hangat. 

Seluruh menu yang disajikan harus berbahan dasar unsur lokal Indonesia, baik nabati maupun hewani.Ketua TP PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi para kader PKK maupun masyarakat luas.

"
Melalui lomba ini, kami ingin menginspirasi para kader dan masyarakat untuk mampu mengelola bahan pangan yang ada di sekitar menjadi sajian yang menarik, bergizi, lezat, serta berpotensi menjadi produk unggulan suatu daerah,” ujarnya.


Adapun hasil lomba menetapkan Juara I Kecamatan Bekasi Barat, Juara II Kecamatan Pondok Gede, dan Juara III Kecamatan Bekasi Utara. 

Para pemenang memperoleh hadiah uang binaan dengan total Rp21.000.000, sementara seluruh peserta lainnya juga menerima uang binaan sebesar Rp1.000.000 per tim.


Pemberian uang binaan ini bertujuan sebagai stimulus pembinaan, agar para kader PKK dapat terus mengembangkan kreativitas, meningkatkan kualitas olahan pangan lokal, serta mendorong lahirnya produk makanan khas daerah yang bernilai ekonomi dan berdaya saing.Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap sinergi antara TP PKK dan perangkat daerah dapat terus memperkuat peran perempuan dalam mendukung ketahanan pangan, pengembangan UMKM, serta pelestarian kekayaan kuliner Nusantara.

( RIANA SARI . SBN )