Jangan Salah Sangka, Apalagi Salah Menilai ! Inspektur Jaya Tegaskan Audit Investigatif SD 253 Murni Pengawasan Keuangan Negara,
SIMAK BERITA NEWS COM ,--
Jumat 02 Oktober 2026 ,--
Merangin Jambi ,--
Bangko ,
Inspektorat Kabupaten Merangin menegaskan bahwa pelaksanaan audit investigatif terhadap pengelolaan keuangan di SD Negeri 253 Bangko tidak dilatarbelakangi persoalan pribadi maupun dendam terhadap kepala sekolah.
Hal tersebut disampaikan Inspektur Inspektorat Kabupaten Merangin, Jaya Kusuma, dalam konferensi pers bersama awak media yang digelar setelah pihaknya menyelesaikan telaah internal terkait persoalan tersebut, Kamis (01/09/2026)..
Jaya menegaskan, audit reguler merupakan bagian dari tugas dan kewenangan Inspektorat dalam melakukan pengawasan terhadap pengelolaan serta pertanggungjawaban keuangan negara.
“Tidak ada unsur dendam. Ini murni tugas kami dalam melakukan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan negara. Kami tidak mencari-cari kesalahan, tetapi meluruskan dan memastikan setiap dana yang dikelola dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Jaya.
Ia menjelaskan, pihak Inspektorat sebelumnya telah menyampaikan surat undangan kepada kepala sekolah untuk hadir dan memberikan keterangan terkait pengelolaan serta pertanggungjawaban dana BOS tahun 2025. Namun, menurutnya, yang bersangkutan tidak memenuhi undangan tersebut.
“Surat undangan sudah kami sampaikan kepada yang bersangkutan, tetapi tidak datang. Bahkan SPJ tahun 2025 juga belum disampaikan. Karena itu kami perlu melakukan pendalaman,” jelasnya.
Sebagaimana di katakan Jaya,Setelah kami berkirim surat ke sekian kalinya, barulah yang bersangkutan menyerahkan SPJ nya, tapi ketika menyerahkan SPJ yang bersangkutan tidak mendampingi ketika tim Irban II turun dan hanya bisa berkomunikasi dengan operator sekolah. Dan ketika ditanya, operator tidak bisa menjawab pertanyaan dari tim kita
Terkait hal itu, Jaya Menerangkan adanya informasi mengenai kemungkinan kesalahan perhitungan dalam audit reguler sebelumnya, Jaya mengatakan pihaknya terbuka untuk melakukan telaah dan perbaikan. Inspektorat, kata dia, juga telah turun langsung ke sekolah untuk melakukan pemeriksaan dan komunikasi.
“Kita telaah dan kita perbaiki bersama. Internal di institusi kami juga kami koreksi jika memang ada kekeliruan. Kami sudah turun ke sekolah, tetapi saat itu komunikasi lebih banyak dilakukan dengan operator, sementara kepala sekolah tidak dapat berkomunikasi langsung dengan tim,” ujarnya..
Menurut Jaya, Inspektorat tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap kepala sekolah, tetapi juga bertanggung jawab mengevaluasi kinerja jajaran internal apabila ditemukan kekeliruan dalam proses pemeriksaan.
“Ini bukan uang kita, ini uang negara yang harus kita pertanggungjawabkan. Saya bukan hanya menyalahkan kepala sekolah, tetapi jajaran saya juga bisa saya evaluasi apabila ada kekeliruan,” katanya .,.
Ia juga meminta agar tidak lagi berkembang narasi yang menyebutkan Inspektorat memiliki persoalan pribadi atau dendam terhadap kepala sekolah SD Negeri 253 Bangko.
“Saya minta kepada kawan-kawan jangan ada lagi narasi yang mengatakan Inspektorat dendam kepada kepala sekolah. Inspektorat hadir untuk membina dan mengawasi pengelolaan keuangan negara, termasuk kinerjanya,” tegas Jaya.
Jaya menjelaskan, hasil telaah dan monitoring Inspektorat merupakan bagian dari kewajiban lembaga untuk disampaikan kepada pimpinan maupun masyarakat. Menurutnya, apabila sejak awal pihak sekolah kooperatif dalam memberikan data dan pertanggungjawaban, proses pemeriksaan tidak perlu berkembang menjadi audit investigatif secara mendalam.
“Kami meminta beliau dapat mempertanggungjawabkan dana BOS tahun 2025. Kalau sejak awal kooperatif, mungkin tidak akan sampai pada audit investigatif. Yang dilakukan cukup pembinaan dan telaah bersama,” ungkapnya..
Ia menambahkan, audit investigatif bukan hanya dilakukan terhadap SD Negeri 253 Bangko. Beberapa sekolah lainnya juga dapat menjalani proses serupa apabila terdapat persoalan pertanggungjawaban atau tidak menyampaikan SPJ sesuai ketentuan.
“Bukan hanya SD 253 Bangko. Ada juga kepala sekolah lain yang tidak menyampaikan SPJ, kemudian kami panggil dan dilakukan audit investigatif. Jadi persoalan ini harus diluruskan,” katanya..
Jaya menegaskan, Inspektorat dalam menjalankan tugasnya berupaya profesional dan tidak gegabah mengambil keputusan. Audit investigatif dilakukan berdasarkan hasil telaah dan pertimbangan internal.
“Kami tidak gegabah mengambil keputusan. Kami profesional dan tidak mau mencari kesalahan. Masyarakat harus mendapatkan informasi yang benar bahwa tidak ada persoalan pribadi dengan kepala sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Jaya Kusuma juga menegaskan bahwa persoalan itu tidak ada kaitannya dengan pelantikan kepala sekolah, karena Jaya menyebut hal tersebut bukan merupakan ranah Inspektorat.
“Masalah pelantikan kepala sekolah bukan ranah kami itu ranahnya Dikbud. Tidak ada kaitannya dengan audit tersebut. Sementara untuk audit reguler, tim yang turun kemarin dari Irban II dengan jumlah empat orang ke SD N 253 Bangko,” jelasnya.
Ia mengatakan, sebelum memberikan penjelasan kepada media, Inspektorat terlebih dahulu melakukan telaah internal agar informasi yang disampaikan benar-benar berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dievaluasi..
“Saya tidak mau tergesa-gesa menjawab konfirmasi media karena kami menunggu telaah internal terlebih dahulu. Mengapa hari ini kami menjawab? Karena telaah internalnya sudah siap. Makanya kami lakukan konferensi pers,” pungkas Jaya.
Soal beda temuan dengan BPK, menurutnya, perbedaan temuan dengan BPK terjadi karena perbedaan ruang lingkup, periode, dan kelengkapan dokumen, saat audit dilakukan.
“SPJ yang ada tidak otomatis meniadakan temuan karena audit melihat secara keseluruhan bukan hanya melihat yang dipersoalkan sebesar Rp.61 juta itu,”sebutnya.
Inspektorat berharap proses pemeriksaan dapat berjalan secara kooperatif dan objektif sehingga setiap persoalan pengelolaan keuangan negara dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Sekali lagi saya minta, agar kepsek SD N 253 Bangko Kooperatif kepada kami, sehingga tidak ada lagi masalah yang timbul dikemudian hari,"tuntasnya.
( Reporter : M Yazdi )
Editor : Geoffrey .M