*PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan*

*PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan*

Mei 07, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Kamis 07 Mei 2026 ,--
JAKARTA PUSAT,--

Jakarta - Persatuan Wartawan Indonesia Pusat menerima audiensi dari perwakilan Mahkamah Agung Republik Indonesia guna membahas penyusunan Pedoman 

Pengelolaan Media Massa dan Media Sosial bagi Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya, Kamis (7/5/26), di Kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Lantai 4, Kebun Sirih, Jakarta Pusat.

Audiensi tersebut dihadiri sejumlah pejabat Mahkamah Agung, di antaranya Hakim Yustisial Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat MA RI sekaligus Koordinator Tim, Adji Prakoso, Hakim Yustisial Pusat Strategi Kebijakan Kumdil MA RI, Irvan Mawardi, Hakim Yustisial Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat MA RI, M. Khusnul Khuluq, Kepala Subbidang Rekomendasi Kebijakan Hukum Pusat Strategi Kebijakan Kumdil MA RI, Novie Kurniawan Witianto, Penerjemah Ahli Muda Pusat Strategi Kebijakan Kumdil MA RI, Johanes, serta Operator Layanan Operasional Pustrajak Kumdil MA RI, Rakhmat Riyadi.

Sementara dari PWI Pusat hadir Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat, Agus Sudibyo, Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum, Anrico Pasaribu, Wakil Ketua Kajian dan Litbang, Jimmy Endey, Ketua Departemen Hukum dan HAM, Baren Antonius Siagian, Ketua Departemen Humas PWI Pusat, Hengki Lumban Toruan, serta Tim Humas, Achmad Rizal dan Hersunu.Dalam pertemuan tersebut, 

Adji Prakoso menyampaikan Mahkamah Agung ingin memperoleh masukan dari insan pers terkait pengelolaan media massa dan media sosial yang profesional serta sesuai kaidah jurnalistik.“Kami hadir untuk belajar sekaligus mencari masukan terkait pengelolaan media massa dan media sosial, khususnya praktik jurnalistik yang ideal,” ujar Adji.

Ia menjelaskan, Mahkamah Agung saat ini telah memiliki sejumlah platform media digital yang memuat informasi kegiatan peradilan, seperti Marinews, suarabsdk.com, dan dandapala.com. 

Namun, hingga kini belum terdapat pedoman khusus terkait pengelolaan media massa dan media sosial di lingkungan peradilan.

Menurut Adji, kebutuhan publik terhadap informasi peradilan terus meningkat, mulai dari proses persidangan, tugas hakim dan aparatur pengadilan, hingga isi putusan perkara yang menjadi perhatian masyarakat.“Pengelolaan media massa dan media sosial menjadi kebutuhan penting dan mendesak bagi Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya,” katanya.

Ia menambahkan, terdapat sekitar 930 satuan kerja peradilan di seluruh Indonesia yang menjalin hubungan dengan wartawan dan media di daerah, sehingga diperlukan pedoman yang jelas dan seragam.

Dalam kesempatan itu, Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat, Agus Sudibyo menegaskan seluruh aktivitas jurnalistik harus mengacu pada standar pers profesional dan regulasi yang berlaku.Menurut Agus, praktik jurnalistik wajib berpedoman pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, Pedoman Pemberitaan Media Siber, Undang-Undang Penyiaran, serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 SPS).

Ia menyebut ada dua aspek utama yang perlu dimitigasi dalam dunia jurnalistik, yakni produk pemberitaan dan perilaku wartawan.“Wartawan wajib mematuhi kode etik, menjaga profesionalisme, menghormati narasumber, serta tidak mencari iklan. Hubungan wartawan dan narasumber harus bersifat profesional,” ujar Agus.

Agus juga mengingatkan agar penyelesaian sengketa pers mengedepankan mekanisme Dewan Pers, bukan langsung membawa persoalan ke ranah pidana.“Jika ada keberatan terhadap pemberitaan, langkah pertama adalah menggunakan hak jawab kepada media yang bersangkutan, 

bukan langsung melapor ke polisi,” katanya.Ia menambahkan, tanggung jawab pemberitaan berada pada institusi media, bukan semata-mata wartawan secara pribadi.Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal penyusunan pedoman pengelolaan media massa dan media sosial yang profesional, transparan, serta sejalan dengan prinsip kebebasan pers di lingkungan Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya.

( GEOFFREY . M ).
*Pemkot Bekasi Gelar Walimatussafar ASN Kota Bekasi, Doa Bersama Kelancaran Ibadah Haji*

*Pemkot Bekasi Gelar Walimatussafar ASN Kota Bekasi, Doa Bersama Kelancaran Ibadah Haji*

Mei 06, 2026
SIMAK BERITA NEWS. COM ,--

Kamis 07 Mei 2026 ,--
KOTA -- BEKASI ,--

Kota Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi menggelar  walimatussafar bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan menunaikan ibadah haji tahun 2026. 

Acara ini berlangsung di Plaza Pemerintah Kota Bekasi pada Rabu, (6/5/26), dan dihadiri oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Wakil Wali Kota Bekasi, serta seluruh aparatur di Kota Bekasi.Walimatussafar dilaksanakan sebagai bentuk doa bersama dan ungkapan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan kepada para ASN untuk menunaikan rukun Islam kelima. Tercatat sekitar 50 ASN Kota Bekasi beserta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto akan berangkat ke Tanah Suci pada 17 Mei 2026 mendatang.

Suasana khidmat dan penuh haru terasa sepanjang kegiatan. Para ASN yang akan berangkat haji tampak mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan, didampingi oleh keluarga dan rekan kerja yang turut memberikan doa serta dukungan.

Dalam sambutannya, Tri Adhianto menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya kepada para ASN yang mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. 

Ia berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.“Kita berdoa bersama agar para ASN yang berangkat haji selalu diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci,” ujar Tri 

Ia juga berpesan agar para jamaah menjaga niat dan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT.

“Gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, jaga kekompakan, dan semoga kembali ke Kota Bekasi membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan kerja,” tambahnya.

Melalui kegiatan walimatussafar ini, diharapkan terjalin kebersamaan dan doa yang kuat dari seluruh aparatur untuk para calon jamaah haji. Pemerintah Kota Bekasi berharap seluruh ASN yang berangkat dapat menjadi teladan serta membawa nilai-nilai positif sepulang dari ibadah 

( GEOFFREY. M )
*Turut Berangkat ke Tanah Suci, Wali Kota Bekasi Serahkan Sementara Roda Pemerintahan Kepada Wakil Wali Kota*

*Turut Berangkat ke Tanah Suci, Wali Kota Bekasi Serahkan Sementara Roda Pemerintahan Kepada Wakil Wali Kota*

Mei 06, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Kamis 07 Mei 2026,--
KOTA -- BEKASI --

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi menggelar acara Walimatussafar pada hari Rabu (6/5/26), bagi jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini. 

Momen pelepasan kali ini menjadi sangat istimewa karena Wali Kota Bekasi bertindak langsung sebagai salah satu jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci bersama rombongan ASN Kota Bekasi lainnya.

Acara khidmat yang berlangsung penuh haru ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bekasi Dr. Abdul Harris Bobihoe, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, serta para tokoh agama dari MUI, PCNU, Muhammadiyah, dan FKUB Kota Bekasi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bekasi menekankan bahwa begitu memasuki Tanah Suci, seluruh atribut duniawi, sekat jabatan, hingga eselonisasi harus ditanggalkan sepenuhnya demi menjaga kesucian niat ibadah."Di sana nanti, kalau ketemu saya sudah tidak usah lagi panggil 'Pak Wali, Pak Wali', jangan. Karena pada akhirnya kita semua sama di hadapan Allah SWT. Besok kita sama-sama memakai kain ihram, sama-sama antre, menahan panas, dan harus banyak-banyak sabar," ujar Wali Kota.

Terkait dengan jalannya birokrasi, Wali Kota memastikan pelayanan masyarakat di Kota Bekasi akan tetap berjalan normal dan optimal selama masa cuti ibadahnya. 

Roda kepemimpinan diserahkan sepenuhnya kepada Wakil Wali Kota Bekasi Dr. Abdul Harris Bobihoe."Pemerintahan tidak boleh berhenti, harus terus berjalan normal. Untuk itu, amanah ini saya titipkan kepada Bapak Wakil Wali Kota Bekasi bersama Ibu. Kita berbagi tugas: saya di sana bagian berdoa di Tanah Suci, dan Pak Wakil di sini bagian yang bekerja memimpin jalannya pelayanan masyarakat," tambahnya.

Sebagai penutup, Wali Kota memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran kerja dan masyarakat atas segala kekhilafan, demi kelancaran ibadah menuju haji yang mabrur dan mabruroh.

( GEOFFREY  M )
*PERINGKAT KEDUA SE JABAR, IPM KOTA BEKASI TERUS MENINGKAT TEMBUS ANGKA 84,43*.

*PERINGKAT KEDUA SE JABAR, IPM KOTA BEKASI TERUS MENINGKAT TEMBUS ANGKA 84,43*.

Mei 06, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Rabu 06 Mei 2026 ,--
KOTA --: BEKASI ,--

Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi kembali mencatatkan capaian positif dalam pembangunan sumber daya manusia. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bekasi, Indeks Pembangunan Manusia ) Kota Bekasi pada tahun 2025 mencapai 84,43, meningkat 0,88 poin dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 83,55. 
.
Capaian ini menempatkan Kota Bekasi sebagai salah satu kota dalam kategori IPM sangat tinggi, sekaligus memperkuat posisinya sebagai daerah dengan kualitas pembangunan manusia terbaik kedua di Provinsi Jawa Barat.Berturut-turut, IPM Kota Bekasi menunjukkan peningkatan yang konsisten dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2020,

 IPM tercatat sebesar 81,50, kemudian meningkat menjadi 81,95 (2021), 82,46 (2022), 83,06 (2023), 83,55 (2024), hingga mencapai 84,43 (2025). 

Dengan demikian, dalam kurun waktu lima tahun, IPM Kota Bekasi telah meningkat sebesar 2,93 poin, yang mencerminkan kemajuan signifikan dalam kualitas hidup masyarakat.

Peningkatan IPM tersebut tidak terlepas dari penguatan pada tiga dimensi utama pembangunan manusia, yaitu:

1. Dimensi KesehatanPemerintah Kota Bekasi terus mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan layanan kesehatan, peningkatan akses fasilitas kesehatan. 

Hal ini tercermin dari meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) yang menunjukkan kualitas kesehatan masyarakat yang semakin baik.2. Dimensi Pendidikan Upaya peningkatan kualitas pendidikan dilakukan melalui perluasan akses pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana, serta penguatan mutu tenaga pendidik. 

Indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) terus menunjukkan peningkatan, yang menandakan semakin meningkatnya kesempatan masyarakat dalam mendapatkan pendidikan.3. Dimensi Standar Hidup Layak Pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif turut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Hal ini tercermin dari meningkatnya pengeluaran riil per kapita, yang menjadi indikator daya beli dan kualitas hidup masyarakat.Capaian ini juga menjadi indikator penting bahwa Kota Bekasi tidak hanya berkembang dari sisi fisik dan ekonomi, tetapi juga dari aspek kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan.Wali Kota Bekasi, 

Tri Adhianto menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, serta partisipasi aktif masyarakat.“Peningkatan IPM Kota Bekasi merupakan bukti nyata bahwa pembangunan yang kita jalankan semakin tepat sasaran. 

Namun, capaian ini bukanlah titik akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas akses pendidikan dan kesehatan, serta memastikan kesejahteraan masyarakat dirasakan secara merata,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tri Adhianto menegaskan, “dengan capaian IPM yang terus meningkat, Pemerintah Kota Bekasi optimistis akan terus menjaga capaian positif ini sekaligus mempercepat terwujudnya visi pembangunan daerah berkelanjutan yang nyaman kotanya dan sejahtera warganya,” tutupnya..

( GEOFFREY . M )


*Wawali Harris Bobihoe: Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Bermutu*

*Wawali Harris Bobihoe: Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Bermutu*

Mei 06, 2026
SIMAK BERITA NEWS. COM ,--

Rabu 06 Mei 2026 ,--
KOTA -- BEKASI,--

KOTA-BEKASI - Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe buka kegiatan Seminar Nasional Pendidikan 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Sofia Convention Hall, Cimuning, Kota Bekasi.

Adapun kegiatan seminar kali ini yakni “Sinergi mewujudkan pendidikan bermutu Refleksi hardiknas dan proyeksi indonesia emas 2045”Dalam sambutannya Wawali Abdul Harris Bobihoe menyampaikan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan pendidikan bermutu yang dapat dirasakan semua peserta didik.“Seminar ini membuka ruang seluas-luasnya untuk kita bersama-sama mewujudkan pendidikan bermutu, melalui kolaborasi dari semua pihak. 

Dan pendidikan bermutu dapat dirasakan oleh peserta didik yang ada, tanpa membedakan apapun, semua pihak mendapatkan hak yang sama untuk mengenyam pendidikan layak,” ucap Wawali Harris Bobihoe.

Lanjutnya menyampaikan, kegiatan yang baik ini menjadi momentum refleksi untuk menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional yang inklusif dan berkeadilan. 

Ia menegaskan bahwa hakikat pendidikan adalah proses tulus untuk memanusiakan manusia.Dirinya juga mengatakan, Guru merupakan pilar utama dalam pembentukan sumber daya manusia unggul. 

Tidak ada negara yang maju tanpa didukung tenaga pendidik yang profesional, berkarakter, dan adaptif terhadap perubahan zaman.Perkembangan teknologi, perubahan dunia kerja, dan kompetisi global menuntut sistem pendidikan untuk terus berinovasi. Dalam konteks ini, guru memegang peran strategis sebagai pengarah, pendamping, sekaligus penggerak perubahan.“Tanpa guru yang berkualitas, pembaharuan kurikulum dan program pendidikan tidak akan berjalan optimal. 

Guru adalah penghubung antara kebijakan pendidikan dan proses pembelajaran di ruang kelas,” ucap Wawali Harris Bobihoe.

Mutu guru tidak hanya menjadi tanggung jawab guru semata. Pemerintah, organisasi profesi seperti PGRI, sekolah, orang tua, hingga masyarakat luas perlu berkolaborasi dalam Menyediakan pelatihan profesional yang berkelanjutan, 

Meningkatkan kesejahteraan dan kondisi kerja guru, Mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, Menjaga lingkungan yang mendukung inovasi dan kreativitas.Ketika seluruh pihak bergerak dalam satu visi memperkuat mutu guru maka pendidikan Indonesia akan berkembang lebih cepat dan lebih terarah. 

( GEOFFREY. M  ).

*Buka O2SN Mustika Jaya, Wawali Harris Bobihoe : Dorong Pengembangan Bakat Siswa*

*Buka O2SN Mustika Jaya, Wawali Harris Bobihoe : Dorong Pengembangan Bakat Siswa*

Mei 06, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Rabu 06 Mei 2026 ,--
KOTA -- BEKASI ,--


KOTA -BEKASI - Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe sambut baik penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional O2SN jenjang sekolah dasar tingkat kecamatan. Kegiatan O2SN berlangsung di Stadion Mini Mustika Jaya Kota Bekasi, Rabu (06/05).

Dalam sambutannya Wawali Abdul Harris Bobihoe mengatakan, 02SN merupakan wadah pembentukan karakter, pelatihan, atau penggemblengan diri agar menjadi pribadi yang kuat, terlatih, tangguh, dan bermental baja (kawah candradimuka) bagi generasi muda Kota Bekasi untuk mengasah potensi diri demi menyongsong visi besar nasional.
.
Wawali Harris Bobihoe menegaskan bahwa pengembangan minat, bakat, dan prestasi siswa adalah pilar utama dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul. 
.
"Kegiatan ini adalah langkah konkret kita dalam mendorong pengembangan minat dan bakat siswa. Ini adalah bagian vital dari persiapan strategis kita menuju Indonesia Emas 2045," ujar Wawali Harris Bobihoe di hadapan para peserta dan guru pendamping.Ia menambahkan bahwa wadah ini dirancang untuk meningkatkan kreativitas, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkan sikap kompetitif yang sehat di kalangan pelajar.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan semangat, menjunjung sportivitas dan meraih prestasi terbaik untuk mengharumkan nama Kota Bekasi."Besar harapan kegiatan kreativitas minat dan bakat siswa jenjang SD tahun 2026 dapat meraih prestasi terbaik untuk mengharumkan nama Kota Bekasi," harapnyaIa juga menyoroti nilai-nilai karakter yang dibangun melalui kompetisi ini. 

Selain menjaring bibit unggul untuk berlaga di level yang lebih tinggi, ajang ini menjadi ruang untuk mempererat persatuan antarpeserta didik.

Lanjut dirinya menjelaskan bahwa Sportivitas & Ketangkasan Menjadi inti dari setiap perlombaan.
 


Ia berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan semangat juang tinggi namun tetap menjunjung tinggi kehormatan. "Besar harapan saya, kreativitas dan bakat yang ditampilkan tahun ini mampu melahirkan prestasi terbaik yang mengharumkan nama Kota Bekasi di kancah yang lebih luas," pungkasnya.

Dengan dibukanya acara ini, Kota Bekasi kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara fisik dan berkarakter mulia. 

( GEOFFREY . M )

*Wiwiek Hargono Tri Adhianto Jadi Narasumber Sekolah Lansia Kelas Gabungan, Bahas Pentingnya Memahami Masa Tua*.

*Wiwiek Hargono Tri Adhianto Jadi Narasumber Sekolah Lansia Kelas Gabungan, Bahas Pentingnya Memahami Masa Tua*.

Mei 05, 2026
SIMAK BERITA NEWS.. COM --.

Rabu 05 Mei 2026 --
KOTA -- BEKASI ,--

Ketua TP PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Sekolah Lansia Kelas Gabungan Kecamatan Pondok Gede, 

Pondok Melati, dan Jatisampurna yang digelar pada Selasa, (05/05) di Pendopo Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS).Kegiatan yang mengusung tema “Belajar Tak Kenal Usia, Berkarya Tak Kenal Batas” ini menjadi wadah edukasi bagi para lansia untuk terus belajar, aktif, dan produktif di usia senja. 

Sekolah Lansia juga bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, serta keharmonisan kehidupan sosial dan keluarga di masa lanjut usia.

Dalam materinya, Wiwiek Hargono Tri Adhianto membahas tentang pentingnya memahami fase grey divorce serta membangun kembali fondasi pernikahan di usia senja. 

Ia menekankan bahwa masa tua harus menjadi fase yang dijalani dengan saling pengertian, komunikasi yang baik, dan keharmonisan dalam rumah tangga.“Memasuki usia senja, pasangan suami istri harus semakin saling memahami dan memperkuat komunikasi.

 Masa tua seharusnya menjadi waktu untuk menikmati kebersamaan, bukan justru menghadapi jarak dalam hubungan,” ujar Wiwiek.

Ia juga mengingatkan bahwa lansia perlu tetap memiliki semangat belajar dan menjaga kualitas hubungan dalam keluarga agar tetap harmonis dan bahagia.“Belajar tidak mengenal usia. Lansia harus terus bertumbuh, baik secara pengetahuan maupun dalam menjaga hubungan keluarga agar tetap menjadi teladan bagi generasi penerus,” tambahnya.

Selain materi dari Wiwiek Hargono Tri Adhianto, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber Dra. Tika Bisono, M.PsiT., Psikolog, yang membawakan materi tentang psikologi lansia, khususnya terkait dinamika kehidupan rumah tangga di masa tua. 

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya kesiapan emosional pasangan dalam menghadapi perubahan di usia lanjut, mulai dari penyesuaian peran dalam rumah tangga hingga menjaga kesehatan mental bersama.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat memperoleh wawasan baru untuk menjalani masa lansia dengan sehat, bahagia, serta tetap menjaga keharmonisan dalam ke.hidupan keluarga.

( RIANA SARI. SBN )