Seminar Nasional “How to Be a Great Teacher”, Wali Kota Bekasi Dorong Guru Jadi Sumber Inspirasi

Seminar Nasional “How to Be a Great Teacher”, Wali Kota Bekasi Dorong Guru Jadi Sumber Inspirasi

Februari 06, 2026
*SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Jumat, 6 Februari 2026 ,--
KOTA. --  BEKASI ,--

*Seminar Nasional “How to Be a Great Teacher”, Wali Kota Bekasi Dorong Guru Jadi Sumber Inspirasi*
:
Kota Bekasi — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menghadiri Seminar Nasional bertajuk “How to Be a Great Teacher: Pengajar Belum Tentu Mengajar, Tapi Mampu Menginspirasi” yang diselenggarakan oleh Teacher Preneur Nusantara. Kegiatan ini berlangsung di Graha Angkasa Pura, Kranji, pada Jumat (6/2/26), dihadiri oleh Syafi'i Efendi President Indonesian BRICS Youth Forum dan diikuti oleh ratusan guru serta praktisi pendidikan dari berbagai daerah.

Seminar nasional ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan semangat para pendidik agar tidak hanya fokus pada penyampaian materi, tetapi juga mampu menjadi inspirasi dan teladan bagi peserta didik. Melalui berbagai sesi pemaparan dan diskusi, para guru diajak untuk memahami peran penting mereka dalam membentuk karakter, pola pikir, dan masa depan generasi muda.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar yang dinilai sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kota Bekasi. Ia menegaskan bahwa peran guru sangat strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

“Guru bukan hanya mengajarkan pelajaran di kelas, tetapi juga menanamkan nilai, semangat, dan inspirasi kepada murid-muridnya. Dari guru yang menginspirasi inilah akan lahir generasi yang percaya diri dan berkarakter,” ujar Tri Adhianto.

Menurutnya, tantangan dunia pendidikan ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan guru-guru yang adaptif, kreatif, dan mampu menjadi motivator bagi peserta didik. Pemerintah Kota Bekasi, lanjutnya, terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui berbagai program dan kolaborasi.

“Melalui kegiatan seperti ini, saya berharap para guru semakin termotivasi untuk terus belajar, berkembang, dan menghadirkan metode pengajaran yang menyenangkan serta bermakna bagi siswa,” tambahnya.

Seminar nasional ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antar guru, sekaligus memperkuat jejaring komunitas pendidik yang memiliki semangat inovasi. Peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian acara yang menghadirkan narasumber inspiratif di bidang pendidikan dan pengembangan diri.

Dengan terselenggaranya Seminar Nasional “How to Be a Great Teacher”, diharapkan para pendidik dapat semakin memahami peran penting mereka sebagai agen perubahan. Pemerintah Kota Bekasi optimistis, guru-guru yang mampu menginspirasi akan menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

( GEOFFREY . M )

Wali Kota Bekasi Lakukan Rotasi dan Mutasi Pejabat, Dorong ASN Berprestasi dan Berwawasan Global

Wali Kota Bekasi Lakukan Rotasi dan Mutasi Pejabat, Dorong ASN Berprestasi dan Berwawasan Global

Februari 06, 2026
*SIMAK BERITA NEWS. COM ,--

Jumat, 6 Februari 2026 ,--
KOTA. --  BEKASI ,--

*Wali Kota Bekasi Lakukan Rotasi dan Mutasi Pejabat, Dorong ASN Berprestasi dan Berwawasan Global*

Kota Bekasi — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melaksanakan pengambilan sumpah jabatan serta rotasi dan mutasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi (6/2/26). Sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi dan pengisian jabatan yang kosong. Kegiatan ini dilakukan terhadap puluhan pejabat struktural Eselon III dan IV, sekaligus kepala unit pelayanan di bidang kesehatan.

Dalam pelaksanaan tersebut, sebanyak 44 pejabat Eselon III dan IV menjalani rotasi dan mutasi jabatan. Selain itu, Pemerintah Kota Bekasi juga mengangkat dan melakukan alih tugas terhadap 17 Kepala UPTD Puskesmas Kota Bekasi. Langkah ini diambil untuk memastikan pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan, dapat berjalan optimal dan tidak mengalami hambatan akibat kekosongan jabatan.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan bahwa rotasi dan mutasi ini merupakan bagian dari manajemen organisasi yang dilakukan secara terencana dan profesional. Pengisian jabatan dilakukan baik di tingkat dinas maupun kewilayahan, termasuk pada sektor pelayanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Rotasi dan mutasi ini dilakukan untuk mengisi jabatan yang kosong sekaligus memastikan roda organisasi tetap berjalan dengan baik, termasuk di tingkat puskesmas yang sangat berperan dalam pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Tri Adhianto.

Ia menambahkan bahwa pelantikan kepala UPTD puskesmas dilakukan secara bersamaan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan berkesinambungan. Menurutnya, keberadaan pimpinan yang definitif sangat penting untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan di setiap wilayah.

Selain sebagai bentuk penyegaran organisasi, Tri Adhianto menegaskan bahwa rotasi dan mutasi juga menjadi sarana pembinaan karier ASN. Pemerintah Kota Bekasi, kata dia, berkomitmen menerapkan sistem merit dengan memberikan kesempatan promosi kepada aparatur yang memiliki kompetensi dan prestasi.

“Kami ingin memberi ruang kepada ASN yang berprestasi dan memiliki uji kompetensi yang baik untuk naik jabatan. Prestasi dan kinerja harus menjadi dasar utama dalam pengembangan karier,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Bekasi berharap seluruh pejabat yang dilantik dapat segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab barunya. Ia juga mengingatkan agar setiap pejabat bekerja dengan penuh integritas, profesionalisme, dan orientasi pelayanan publik.

Melalui rotasi dan mutasi ini, Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya membangun birokrasi yang solid, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan. Dengan aparatur yang kompeten dan berprestasi, diharapkan kinerja pemerintah daerah semakin optimal dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

( GEOFFREY . M )
Pengajian Rutin Gabungan TP PKK Kota Bekasi Sambut Ramadhan dan Salurkan Bantuan untuk Aceh

Pengajian Rutin Gabungan TP PKK Kota Bekasi Sambut Ramadhan dan Salurkan Bantuan untuk Aceh

Februari 06, 2026
*SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Jumat, 6 Februari 2026 ,--
KOTA. --  BEKASI ,--

*Pengajian Rutin Gabungan TP PKK Kota Bekasi Sambut Ramadhan dan Salurkan Bantuan untuk Aceh*

KOTA BEKASI – Tim Penggerak PKK Kota Bekasi menggelar Pengajian Rutin Gabungan Bertema Bersihkan Hati Menyambut Bulan Suci Ramadhan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan sekaligus penyaluran bantuan untuk masyarakat Aceh melalui Pemerintah Kota Bekasi. Kegiatan ini berlangsung di Aula Nonon Sonthanie, Kota Bekasi, pada Jumat, 6 Februari 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto, Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi Wuri Handayani Harris Bobihoe, Ny. Fitrotun Junaedi, serta jajaran pengurus TP PKK Kota Bekasi. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turut hadir dan memberikan sambutan.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto menyampaikan bahwa pengajian rutin gabungan ini menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan mempererat silaturahmi, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial menjelang bulan suci Ramadhan.

“Melalui pengajian rutin ini, kita mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan dengan memperkuat keimanan, kebersamaan, serta semangat berbagi kepada sesama,” ujar Wiwiek Hargono.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengapresiasi kepedulian TP PKK Kota Bekasi yang diwujudkan melalui penyaluran bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Aceh.
 

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada TP PKK Kota Bekasi atas kepedulian dan bantuan yang disalurkan untuk saudara-saudara kita di Aceh. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi wujud nyata solidaritas serta kebersamaan masyarakat Kota Bekasi,” ujar Tri Adhianto.

Kegiatan pengajian rutin gabungan ini juga diisi dengan ceramah agama dan doa bersama yang disampaikan oleh Ustadzah Dra. Hj. Ratu Faizah Chotib, yang memberikan tausiyah tentang pentingnya memperkuat keimanan, keikhlasan, serta kepedulian sosial dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Pengajian rutin gabungan ini diharapkan dapat terus menjadi wadah penguatan nilai keagamaan dan sosial serta meningkatkan peran TP PKK Kota Bekasi dalam mendukung program kemasyarakatan Pemerintah Kota Bekasi.

( RIANA SARI SBN )
Dinkes Kabupaten Bekasi Siagakan Layanan Kesehatan 24 Jam untuk Warga Terdampak Banjir

Dinkes Kabupaten Bekasi Siagakan Layanan Kesehatan 24 Jam untuk Warga Terdampak Banjir

Februari 06, 2026


Berita nasional Feb 1, 2026  -   Diposting Oleh : teroboshukum.co.id -  
  


id12757_IMG-20260130-WA0051(1).jpg
Petugas kesehatan dari Puskesmas Muaragembong terjun langsung memberikan pelayanan kepada warga terdampak banjir.

SIMAKBERITANEWS.COM- CIKARANG PUSAT – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi hingga memasuki minggu kedua mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Supriadinata, menyampaikan pihaknya telah menurunkan tim medis serta menyiagakan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

“Banjir tahun ini memang cukup luar biasa. Kami dari Dinas Kesehatan fokus memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan membentuk pos-pos kesehatan di wilayah terdampak banjir, terutama di wilayah utara Kabupaten Bekasi,” ujar Supriadinata.

Wilayah yang menjadi prioritas penanganan meliputi sejumlah kecamatan seperti Babelan, Tarumajaya, hingga Muaragembong. Selain mendirikan posko kesehatan, Dinas Kesehatan juga telah menerbitkan Surat Keputusan Tim Monitoring untuk melakukan pemantauan langsung ke lokasi-lokasi banjir.

Ia menambahkan, seluruh Puskesmas di Kabupaten Bekasi tetap beroperasi dan memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam. Tim medis juga melakukan sistem jemput bola dengan turun langsung ke titik-titik banjir dan lokasi pengungsian.

“Seluruh Puskesmas tetap buka, dan petugas melakukan monitoring langsung ke lapangan secara bergantian. Kami membagi tim menjadi lima kelompok, masing-masing terdiri dari tenaga medis dari empat hingga lima Puskesmas,” jelasnya.

Dalam rangka memperkuat layanan kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi juga menggelar bakti sosial kesehatan yang melibatkan sekitar 33 organisasi profesi kesehatan, di antaranya IDI dan organisasi profesi. 

Terkait kondisi kesehatan warga terdampak, Supriadinata menyebutkan bahwa hingga saat ini penyakit yang paling banyak ditemukan adalah penyakit kulit serta gangguan saluran pernapasan. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap dampak kesehatan pascabanjir.

“Kami mengingatkan masyarakat agar memastikan air yang digunakan untuk minum benar-benar bersih, serta mewaspadai penyakit yang bersumber dari air tercemar seperti leptospirosis dan penyakit kulit,” ujarnya.

Selain pelayanan pengobatan, Dinas Kesehatan juga mengintensifkan kegiatan promosi dan penyuluhan kesehatan melalui Puskesmas, baik di pengungsian maupun di lingkungan warga terdampak.

Tak lupa, Supriadinata juga memberikan pesan kepada seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di lapangan agar tetap menjaga kondisi tubuh. “Kami mengimbau tim medis untuk tetap menjaga kesehatan, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta selalu membersihkan diri setelah bertugas di lokasi banjir,” pungkasnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan berharap kondisi banjir dapat segera surut sehingga aktivitas warga kembali normal.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 210 lokasi kejadian bencana hidrometeorologi yang tersebar di 48 desa pada 15 kecamatan, berdasarkan data pembaruan per 31 Januari 2026 pukul 13.00 WIB.

Dari total kejadian tersebut, bencana didominasi oleh banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor yang terjadi akibat intensitas curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir.

BPBD Kabupaten Bekasi melaporkan jumlah warga terdampak mencapai 48.449 jiwa, dengan 1.270 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi. Untuk penanganan darurat, telah disiapkan 16 titik lokasi pengungsian yang tersebar di 7 kecamatan, dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di wilayah Kecamatan Babelan, Sukawangi, dan Pebayuran.

Selain berdampak pada permukiman warga, bencana hidrometeorologi ini juga mengakibatkan lahan pertanian terdampak seluas 6.487 hektare, yang berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian masyarakat setempat.

BPBD Kabupaten Bekasi bersama unsur terkait telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya, Pengerahan personel BPBD untuk asesmen dan evakuasi, Penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar kepada warga terdampak,Pendirian dan pengelolaan titik-titik pengungsian, Koordinasi lintas sektor dengan TNI, Polri, perangkat daerah, relawan, serta aparat desa, Pemantauan berkelanjutan di wilayah rawan bencana.

“BPBD Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor, serta segera melaporkan kondisi darurat melalui kanal resmi BPBD Kabupaten Bekasi,”ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi. 

(  FJR )

Pastikan Keamanan Penumpang, Ramp Check Digelar Diterminal Pulau Tujuh

Pastikan Keamanan Penumpang, Ramp Check Digelar Diterminal Pulau Tujuh

Februari 04, 2026
Pastikan Keamanan Penumpang, Ramp Check Digelar Diterminal Pulau Tujuh

SIMAK BERITA NEWS COM 

Kamis 05 Februari 2026

Merangin  - Jambi.
Bangko
Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polisi Resor (Polres) Merangin  melakukan Ramp Check diterminal pulau tujuh. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan armada Bus dalam keadaan aman dan laik jalan guna keselamatan penumpang menjelang lonjakan mobilitas masyarakat pada arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026.

Kegiatan tersebut akan rutin dilakukan setiap hari guna memastikan semua armada Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), yang masuk diterminal pulau tujuh dalam keadaan siap dan laik beroperasi. Sejumlah armada bus dicek satu per satu. Mulai dari lampu, spion, klakson, ban, wiper, tekanan rem dan tekanan angin. Selain itu, alat pemecah kaca dan APAR di dalam armada bus juga dicek.

Kasat Lantas Polres Merangin AKP Iwan Wahyudi.S.H., M.H, kepada awak media menjelaskan, bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka operasi keselamatan sekaligus persiapan menghadapi arus mudik lebaran 2026.
"Kami laksanakan ramp check dalam rangka operasi keselamatan Siginjai 2026, sekaligus persiapan menghadapi operasi Ketupat. Kegiatan ini meliputi pengecekan armada bus dan kondisi pengemudi untuk memastikan agar dapat berkendara dengan kondisi yang sehat dan prima," terang Iwan kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).

Sementara itu Kapolres Merangin melalui Kasubsi Penmas AIPTU Ruly.S.Sy.,M.H berharap, melalui Operasi Keselamatan Siginjai 2026 ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas semakin tumbuh lebih baik lagi. 

”Kami berharap dengan kegiatan sosialisasi dan himbauan ini, dapat meningkatkan kesadaran seluruh pengguna jalan untuk lebih baik lagi dalam tertib berlalu lintas. Dengan kendaraan yang layak, pengemudi yang siap, dan penumpang yang waspada, perjalanan mudik Lebaran diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman,” ujar Ruly .


Reporter Yendri SBN 
Tri Adhianto Siapkan Langkah Terpadu Atasi Kepadatan Lalu Lintas di Kawasan Stasiun Bekasi

Tri Adhianto Siapkan Langkah Terpadu Atasi Kepadatan Lalu Lintas di Kawasan Stasiun Bekasi

Februari 03, 2026
*SIMAK BERITA NEWS   COM --*

Rabu, 04 Februari 2026.
KOTA  --  BEKASI ,--

*Tri Adhianto Siapkan Langkah Terpadu Atasi Kepadatan Lalu Lintas di Kawasan Stasiun Bekasi*

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa tingginya aktivitas penumpang menjadikan kawasan Stasiun Bekasi sebagai salah satu titik dengan beban lalu lintas tertinggi di Kota Bekasi. Pada pagi hari, kawasan stasiun dipadati pengguna kereta komuter, sementara pada siang hingga sore hari didominasi penumpang perjalanan luar kota.

“Stasiun Bekasi memiliki aktivitas yang sangat tinggi setiap hari. Pada waktu-waktu tertentu, volume penumpang dan kendaraan bertemu secara bersamaan sehingga berdampak pada kepadatan lalu lintas di sekitarnya,” ujar Tri Adhianto
.
Ia menegaskan bahwa penanganan kepadatan lalu lintas tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan perencanaan terpadu dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan sejumlah program infrastruktur dan penataan kawasan sebagai solusi jangka menengah hingga panjang.
X.
Salah satu langkah yang disiapkan yakni peningkatan kapasitas parkir melalui pembangunan parkir bertingkat atau triple deck. Penataan ini akan dibarengi dengan pengaturan sistem keluar masuk kendaraan agar lebih tertib dan tidak menimbulkan kepadatan baru.

Selain itu, pada tahun 2026 Pemerintah Kota Bekasi akan melakukan studi kelayakan terkait pembangunan flyover atau underpass di Jalan Perjuangan yang selama ini belum mengalami peningkatan kapasitas meskipun menampung beban lalu lintas yang besar. Proses pembebasan lahan ditargetkan dapat dimulai pada tahun 2027.

Wali Kota Bekasi juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya dalam rencana pembangunan dua flyover pada tahun 2028. Salah satu lokasi yang telah siap yakni kawasan Bulak Kapal, dengan pembebasan lahan yang telah rampung dengan nilai sekitar Rp110 miliar.

Sebagai upaya memperluas alternatif jalur lalu lintas, Pemerintah Kota Bekasi juga menargetkan pembangunan jalan frontage di sisi rel kereta api yang menghubungkan Jalan Perjuangan hingga Jalan Pahlawan dengan memanfaatkan lahan milik PT KAI yang telah dibebaskan. Jalan ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan di ruas-ruas utama sekitar stasiun.

Optimalisasi infrastruktur pendukung juga terus dilakukan di Jalan Pusdiklat, meliputi perbaikan jalan, pembangunan jembatan, penataan taman, serta peningkatan fasilitas pedestrian untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, khususnya pengguna jasa kereta api.

( GEOFFREY .M )
JPO di Jalan Juanda sebagai Upaya Urai Kemacetan Kawasan Stasiun Bekasi, Wali Kota : Tiga Bulan Akan Rampung

JPO di Jalan Juanda sebagai Upaya Urai Kemacetan Kawasan Stasiun Bekasi, Wali Kota : Tiga Bulan Akan Rampung

Februari 03, 2026
SIMAK BERITA NEWS  . COM ,--

Rabu, 04 Februari 2026.--
KOTA. --  BEKASI ,--.

“JPO di Jalan Juanda sebagai Upaya Urai Kemacetan Kawasan Stasiun Bekasi, Wali Kota : Tiga Bulan Akan Rampung.”

Penataan infrastruktur di kawasan Stasiun Bekasi sebagai bagian dari upaya mengurai kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi. Salah satu langkah strategis yang tengah dilakukan adalah pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Jalan Juanda.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa pembangunan JPO tersebut dilengkapi dengan fasilitas lift dan tangga untuk memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat saat menyeberang jalan. Keberadaan JPO diharapkan dapat mengurangi aktivitas penyeberangan langsung di badan jalan yang selama ini menjadi salah satu penyebab tersendatnya arus lalu lintas.

“Dengan adanya JPO, masyarakat dapat menyeberang dengan lebih aman dan tertib, sehingga tidak lagi mengganggu arus kendaraan di Jalan Juanda. Pembangunannya kami targetkan selesai dalam waktu tiga bulan dan aksesnya bisa langsung masuk ke area Stasiun.”ujar Tri Adhianto.

Selain pembangunan JPO, Pemerintah Kota Bekasi juga menegaskan bahwa saat ini fokus utama penataan kawasan Stasiun Bekasi adalah pada pembenahan infrastruktur. Aktivitas pedagang kaki lima di sekitar stasiun telah ditertibkan, sementara pelaku usaha yang memiliki tempat resmi tetap dapat beroperasi dengan penataan yang lebih tertib dan teratur.

“Saat ini kami konsentrasi pada penataan kawasan. Pedagang kaki lima sudah tidak lagi beraktivitas di area tersebut, dan usaha yang memiliki tempat resmi tetap berjalan dengan pengaturan yang lebih rapi,” jelasnya.

Wali Kota Bekasi turut menegaskan bahwa kewenangan pengelolaan dan perbaikan jalan terbagi antara pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah kota. Untuk ruas jalan nasional dan provinsi yang mengalami kerusakan, Pemerintah Kota Bekasi terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sementara itu, untuk jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Bekasi, salah satunya Jalan Cipendawa, telah disiapkan anggaran sekitar Rp2 hingga Rp3 miliar untuk pekerjaan overlay lanjutan guna meningkatkan kualitas dan kenyamanan pengguna jalan.

“Kami terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan lintas pemerintahan agar setiap kewenangan dapat berjalan optimal dan masyarakat segera merasakan hasil pembangunan yang dilakukan, dalam 3 bulan akan rampung” pungkas Tri Adhianto.

( GEOFFREY   M )