*Wiwiek Hargono Tekankan Penguatan Forum PUSPA untuk Perlindungan Perempuan dan Anak*

*Wiwiek Hargono Tekankan Penguatan Forum PUSPA untuk Perlindungan Perempuan dan Anak*

Mei 11, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Senin 11 Mei 226 ,--
KOTA - BEKASI ,--
.
Kota Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi terus memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan perempuan dan anak melalui 

kegiatan Sosialisasi Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) yang dilaksanakan secara bertahap di 12 kecamatan se-Kota Bekasi. Pada Senin, (11/5/26), 
.
Kali ini kegiatan berlangsung di Aula Kecamatan Pondok Gede.Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi Forum PUSPA tingkat kecamatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung perlindungan, pemberdayaan, dan kesejahteraan perempuan serta anak di Kota Bekasi.Sosialisasi di Kecamatan Pondok Gede melibatkan berbagai unsur masyarakat, 

Mulai dari Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, perwakilan sekolah dan pesantren, hingga para pelaku usaha UMKM. 

Keterlibatan lintas elemen ini diharapkan mampu memperkuat sinergi bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang perempuan serta anak.Forum PUSPA merupakan wadah komunikasi dan kolaborasi multipihak yang mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program-program perlindungan perempuan dan anak secara berkelanjutan.Dalam kegiatan tersebut,

 Pembina Forum PUSPA Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, hadir sebagai narasumber sekaligus menyampaikan materi terkait penguatan peran masyarakat melalui Forum PUSPA dalam mewujudkan Kota Bekasi yang ramah perempuan dan layak anak.Dalam paparannya, 

Wiwiek menegaskan bahwa keberhasilan perlindungan perempuan dan anak memerlukan dukungan nyata dari seluruh lapisan masyarakat.“Forum PUSPA menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemerintah dengan masyarakat dalam membangun kepedulian bersama terhadap kesejahteraan perempuan dan anak.

 Kolaborasi ini harus terus diperkuat hingga ke tingkat lingkungan,” ujar Wiwiek.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan sosialisasi di 12 kecamatan merupakan langkah nyata untuk memperluas pemahaman dan keterlibatan masyarakat.“Melalui sosialisasi yang menjangkau seluruh kecamatan, 

kami berharap tumbuh komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, suportif, dan berpihak pada perempuan serta anak,” tambahnya.

Melalui rangkaian sosialisasi ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap Forum PUSPA dapat menjadi penggerak kolaborasi yang kuat di seluruh wilayah, sehingga terwujud Kota Bekasi yang semakin ramah perempuan, layak anak, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.

.( RIANA SARI.SBN )


Gubernur Lemhannas: Media dan Jurnalis Punya Peran Strategis dalam Menjaga Ketahanan Nasional

Gubernur Lemhannas: Media dan Jurnalis Punya Peran Strategis dalam Menjaga Ketahanan Nasional

Mei 11, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Senin 11 Mei 2026 ,--
JAKARTA ,--

Jakarta — Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily menegaskan media dan jurnalis memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan nasional di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.

Hal tersebut disampaikan Ace saat menerima jajaran Pengurus PWI Pusat yang dipimpin Ketua Umum PWI Pusat Munir Akmad di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Menurut Ace, perkembangan informasi saat ini harus direspons secara adaptif dengan tetap berlandaskan nilai-nilai kebangsaan agar tidak memicu disinformasi maupun konflik di tengah masyarakat.“Media harus adaptif terhadap perkembangan, dan dalam konteks ketahanan nasional tentu harus disertai nilai-nilai kebangsaan,” ujar Ace.

Ia menjelaskan, di era digital saat ini masyarakat dapat dengan cepat menangkap berbagai peristiwa yang terjadi di lapangan, terutama melalui media sosial. Karena itu, peran media dan jurnalis menjadi sangat penting dalam melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar sebelum menjadi konsumsi publik secara luas.

“Sekarang ini masyarakat bisa langsung catch terhadap kejadian di lapangan. Lalu fungsi media dan jurnalis adalah memverifikasi apakah informasi itu betul atau tidak. Kalau betul lalu ikut memviralkan, maka informasi itu bisa berkembang menjadi sebuah cerita besar di masyarakat,” katanya.

Ace menilai tantangan ketahanan nasional saat ini tidak lagi hanya berbentuk ancaman fisik atau militer, melainkan juga perang informasi yang dapat memengaruhi opini publik dan stabilitas nasional.“Rivalitas antarnegara sekarang bukan hanya secara fisik. 

Saat ini perang informasi menjadi bagian penting yang harus kita waspadai bersama,” tegasnya.Karena itu, ia menekankan pentingnya media yang profesional, independen, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan dan stabilitas bangsa.#Lemhannas #KetahananNasional #Media #Jurnalisme #AceHasanSyadzily #PWI #MunirAkmad #Disinformasi #LiterasiDigital #PersNasional

( GEOFFREY . M )

*SPMB Kota Bekasi 2026, Pemerintah Pastikan Akses Pendidikan untuk Semua*

*SPMB Kota Bekasi 2026, Pemerintah Pastikan Akses Pendidikan untuk Semua*

Mei 11, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,,--

Senin 11 Mei 2026 ,--
KOTA -- BEKASI ,--

KOTA BEKASI – Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi pimpin apel pagi di Plaza Pemerintah Kota Bekasi. Agenda utama kali ini meliputi penyerahan penghargaan olahraga, apresiasi kinerja petugas pendataan, hingga kesiapan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Bekasi menyerahkan piala kepada para pemenang Open Archery Turnamen Bekasi 2026. Kontingen PERPANI Kota Bekasi keluar sebagai Juara Umum 
1, disusul oleh DAD Archery sebagai 
Juara 2, dan PERPANI Kabupaten Bekasi sebagai 
Juara 3. penghargaan ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan atlet lokal di cabang olahraga panahan.Selain sektor olahraga, 

Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghargaan kepada lima petugas Pamor dengan pencapaian pendataan masyarakat tertinggi. Capaian ini merupakan bentuk dedikasi petugas lapangan dalam validasi data kewilayahan. Selain itu, menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Walikota Bekasi resmi melepas Tim Terpadu Penyelenggaraan Kurban 2026 . 

Tim ini terdiri dari unsur Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jabar V, serta Kader Zoonosis. 

Tim ini ditugaskan untuk melakukan pengawasan kesehatan hewan dan teknis pelaksanaan kurban guna menjamin kenyamanan serta keamanan masyarakat dalam beribadah.

Sekda Kota Bekasi juga menyampaikan kaitan dengan SPMB di Kota Bekasi, Dalam pernyataannya, Sekda Kota Bekasi menyampaikan bahwa pemerintah bertanggung jawab penuh untuk memastikan setiap anak di Kota Bekasi mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai.

 Menurutnya, tidak boleh ada kendala administratif maupun teknis yang menghalangi niat warga untuk bersekolah.“Komitmen kita adalah suksesnya program wajib belajar 12 tahun. 

Tugas pemerintah adalah menyiapkan, baik itu di sekolah negeri maupun swasta. Intinya, jika ada warga yang ingin sekolah, kita wajib memfasilitasi,” ujar Sekda Kota Bekasi.

Menutup arahannya, Sekda meminta para pemangku wilayah untuk memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. “Saya instruksikan mulai dari tingkat Kelurahan hingga Kecamatan untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah. 

Semua harus termonitor dengan baik sehingga target pendidikan di Kota Bekasi dapat tercapai secara maksimal,” tutupnya.

( GEOFFREY . M )


*Wali Kota Bekasi Hadiri Peluncuran Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi Nasional*

*Wali Kota Bekasi Hadiri Peluncuran Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi Nasional*

Mei 11, 2026
SIMAK BERITA NEWS. COM ,--

Senin 11 Mei 2026 ,--
JAKARTA ,--

Jakarta — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menghadiri kegiatan peluncuran buku panduan dan bahan ajar pendidikan antikorupsi untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah yang digelar pada Senin, (11/5/26) di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Kementerian Agama Republik Indonesia, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, serta Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia dalam memperkuat pendidikan karakter antikorupsi sejak usia dini.

Peluncuran panduan ini bertujuan untuk memberikan arah pembelajaran yang terintegrasi dalam dunia pendidikan agar nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan integritas dapat tertanam sejak awal kepada para peserta didik.

Dalam kesempatan tersebut, Tri Adhianto menyampaikan bahwa pendidikan antikorupsi menjadi langkah penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas dan memiliki moral yang kuat.“Pendidikan antikorupsi harus dimulai sejak dini, karena membangun karakter jujur dan bertanggung jawab tidak bisa dilakukan secara instan. Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berintegritas,” ujar Tri.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi lintas kementerian dan lembaga ini menjadi langkah positif untuk memperkuat sistem pendidikan karakter di Indonesia, termasuk di Kota Bekasi.“Kami mendukung penuh implementasi pendidikan antikorupsi di sekolah-sekolah. Harapannya, anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nilai moral dan etika yang kuat,” tambahnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kepala daerah, unsur pendidikan, serta perwakilan lembaga pemerintah dari berbagai wilayah di Indonesia. Pemerintah Kota Bekasi berharap materi pendidikan antikorupsi ini dapat diterapkan secara efektif di lingkungan sekolah sehingga mampu membentuk budaya jujur dan bertanggung jawab di tengah masyarakat sejak usia dini.

( GEOFFREY . M )


Target PAD Rp 3,8 Triliun, Bapenda Kab Bekasi Gelar Operasi Gabungan Kejar Pajak

Target PAD Rp 3,8 Triliun, Bapenda Kab Bekasi Gelar Operasi Gabungan Kejar Pajak

Mei 11, 2026
SIMAKBERITANEWS - KABUPATEN BEKASI JAWA BARAT. Pemerintah Kabupaten Bekasi pasang target tinggi. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 hingga tembus Rp3,8 triliun.

Salah satu jurus utamanya: operasi gabungan penagihan pajak yang digelar masif di berbagai wilayah.

Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan, menyebut operasi ini tidak main-main. Pemkab menggandeng Pemprov Jawa Barat, Kepolisian, hingga TNI untuk turun langsung ke lapangan.

“Operasi gabungan difokuskan pada penagihan pajak kendaraan bermotor yang menjadi salah satu sumber utama pendapatan daerah dari sektor opsen,” ujar Iwan.

Sasarannya jelas, titik-titik strategis yang jadi pusat aktivitas warga. Mulai dari pasar, terminal, hingga jalan protokol di tiap kecamatan. Tujuannya supaya wajib pajak yang menunggak bisa langsung bayar di tempat.

Strategi jemput bola ini akan digelar rutin setiap bulan sepanjang 2026. Lokasinya pun berpindah-pindah agar jangkauan penagihan makin luas dan kepatuhan warga naik.

Lalu uangnya lari ke mana? Iwan menjelaskan, hasil penagihan pajak kendaraan bermotor akan masuk dulu ke kas Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Setelah itu, baru disalurkan kembali ke Pemkab Bekasi lewat mekanisme bagi hasil atau opsen pajak.

“Pendapatan dari sektor opsen dihitung berdasarkan persentase tertentu dan disalurkan ke kas daerah setiap hari,” katanya.

Dengan cara ini, Bapenda optimistis target PAD Rp3,8 triliun bisa tercapai. 

"Bapenda Kabupaten Bekasi Genjot PAD 2026 Rp3,8 Triliun Lewat Operasi Gabungan Penagihan Pajak," tutup Iwan. (Adv)
Target PAD Rp3,8 Triliun, Bapenda Kab Bekasi Gelar Operasi Gabungan Kejar Pajak

Target PAD Rp3,8 Triliun, Bapenda Kab Bekasi Gelar Operasi Gabungan Kejar Pajak

Mei 10, 2026
Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan, menyebut operasi ini tidak main-main. Pemkab menggandeng Pemprov Jawa Barat, Kepolisian, hingga TNI untuk turun langsung ke lapangan.

SIMAKBERITANEWS - KABUPATEN BEKASI JAWA BARAT. Pemerintah Kabupaten Bekasi pasang target tinggi. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 hingga tembus Rp3,8 triliun.

Salah satu jurus utamanya: operasi gabungan penagihan pajak yang digelar masif di berbagai wilayah.

Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan, menyebut operasi ini tidak main-main. Pemkab menggandeng Pemprov Jawa Barat, Kepolisian, hingga TNI untuk turun langsung ke lapangan.

“Operasi gabungan difokuskan pada penagihan pajak kendaraan bermotor yang menjadi salah satu sumber utama pendapatan daerah dari sektor opsen,” ujar Iwan.

Sasarannya jelas, titik-titik strategis yang jadi pusat aktivitas warga. Mulai dari pasar, terminal, hingga jalan protokol di tiap kecamatan. Tujuannya supaya wajib pajak yang menunggak bisa langsung bayar di tempat.

Strategi jemput bola ini akan digelar rutin setiap bulan sepanjang 2026. Lokasinya pun berpindah-pindah agar jangkauan penagihan makin luas dan kepatuhan warga naik.

Lalu uangnya lari ke mana? Iwan menjelaskan, hasil penagihan pajak kendaraan bermotor akan masuk dulu ke kas Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Setelah itu, baru disalurkan kembali ke Pemkab Bekasi lewat mekanisme bagi hasil atau opsen pajak.

“Pendapatan dari sektor opsen dihitung berdasarkan persentase tertentu dan disalurkan ke kas daerah setiap hari,” katanya.

Dengan cara ini, Bapenda optimistis target PAD Rp3,8 triliun bisa tercapai. 

"Bapenda Kabupaten Bekasi Genjot PAD 2026 Rp3,8 Triliun Lewat Operasi Gabungan Penagihan Pajak," tutup Iwan. (Adv)


.*Muhammadiyah Day, PUSPAGA Luncurkan Prgogram Tenda Curhat Sebagai Fasilitas Konsultasi Psikologis*.

.*Muhammadiyah Day, PUSPAGA Luncurkan Prgogram Tenda Curhat Sebagai Fasilitas Konsultasi Psikologis*.

Mei 10, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Senin 11 Mei 2026 ,--
KOTA -- BEKASI ,--

Dalam rangka mendekatkan layanan konsultasi psikologis dan edukasi keluarga kepada masyarakat, PUSPAGA Kota Bekasi menghadirkan layanan penjangkauan konsultasi yang dikemas melalui kegiatan “Tenda Curhat” pada acara Muhammadiyah Day 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 10 Mei 2026, pukul 06.00–13.00 WIB, bertempat di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan Ki Mangunsarkoro No. 45, Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai unsur kolaboratif, di antaranya Dikdasmen PDM Muhammadiyah Kota Bekasi, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Indonesia (Unisma Bekasi), serta Satgas MRBS OPSM (Manajemen Risiko Bencana Sosial Orientasi Perilaku 

Seksual Menyimpang) MAM 03 Bekasi.Layanan konsultasi ini diikuti oleh masyarakat umum yang hadir dalam kegiatan Muhammadiyah Day 2026, mulai dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Tercatat sebanyak 50 klien memanfaatkan layanan konsultasi yang disediakan selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan psikologis, edukasi keluarga, serta ruang konsultasi yang mudah dijangkau, nyaman, dan ramah masyarakat. 

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana promotif dan preventif dalam mendukung kesehatan mental, penguatan ketahanan keluarga, serta peningkatan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, pengunjung yang ingin mengikuti layanan terlebih dahulu mengisi formulir pendaftaran dan menjalani asesmen singkat. Selanjutnya, peserta mendapatkan layanan konsultasi bersama konselor maupun psikolog yang bertugas di Tenda Curhat. Demi menjaga kenyamanan dan privasi konsultasi, layanan dilaksanakan menggunakan ruang kelas TK Aisyiyah.

Selain layanan konsultasi, tersedia pula booth partisipatif yang mengajak pengunjung menyampaikan pesan sosial melalui media tempel bertema “Stop Normalisasi” dan “Ayo Normalisasi”. 

Kegiatan ini menjadi bentuk edukasi publik terkait perilaku positif, perlindungan anak, kesehatan mental, serta penguatan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin terbuka untuk mencari bantuan, berkonsultasi, serta bersama-sama membangun lingkungan sosial yang sehat, aman, dan suportif bagi seluruh kalangan.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan evaluasi bersama antara penyelenggara, konselor, dan seluruh pihak yang terlibat guna merefleksikan pelaksanaan layanan, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang muncul selama kegiatan, serta memperkuat tindak lanjut layanan edukasi dan konsultasi psikologis di masyarakat.

( RIANA SARI SBN )