Demi Padamkan Api, Anggota Polres Gercep Manjat Atap Ruko

Demi Padamkan Api, Anggota Polres Gercep Manjat Atap Ruko

Oktober 06, 2026
Demi Padamkan Api, Anggota Polres Gercep Manjat Atap Ruko

SIMAK BERITA NEWS COM 

Selasa 06 Oktober 2026 

Merangin- Jambi 

Bangko
Aksi heroik di tunjukan Bripda Abin personil Polsek kota Bangko,Dengan gagah berani naik atap ruko  furniture yang terbakar untuk memadamkan api,agar tidak menjalar ke ruko lain.

Dengan di bantu masyarakat dan petugas damkar, Personil Polsek Bangko ini langsung memegang slang air untuk melokalisir api  yang sudah menghanguskan atap ruko.

Seperti yang di tuturkan oleh Doni warga yang melihat kejadian terbakarnya ruko furniture, mengatakan bahwa personil polisi dengan sigap naik ke atas atap ruko untuk membantu padamkan api agar tidak merembet ke toko lainya.

" Luar biasa , dia berani naik ke atas atap untuk bantu padamkan api ,di bantu petugas damkar dan masyarakat bahu membahu padamkan api di atap ruko" ungkap Pria yang bekerja sebagai tukang ojek .(6/10).

Hal senada di sampaikan Edi,pedagang cilok mengaku salut dengan kesigapan polisi,yang ikut turun ke lokasi padamkan api dengan semua kemampuannya.

" Sigap dalam membantu padamkan api, semoga saja tidak ada korban jiwa, dan polisi  bersama masyarakat bahu membahu selamat kan ruko lainya di sana,agar tidak ikut terbakar" ucap Edi.

Sementara itu Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah,mengatakan bahwa apa yang di lakukan personil polres Merangin,semuanya demi menyelamatkan masyarakat dan ruko yang ada di lokasi kebakaran.

" Apa yang di lakukan personil polres,semoga jadi penyemangat anggota lainya,membantu masyarakat jangan nunggu ada momen kejadian tetapi insting polisi harus sigap dalam membantu masyarakat " tegas Kapolres Merangin.

Kabiro Jambi YN 
Editor. : Geofrey M 
Bantu Padamkan Kebakaran Toko Furniture ,Polres Turunkan Water Canon

Bantu Padamkan Kebakaran Toko Furniture ,Polres Turunkan Water Canon

Oktober 06, 2026
Bantu Padamkan Kebakaran Toko Furniture ,Polres Turunkan Water Canon

SIMAK BERITA NEWS COM ,--

Selasa 06 Oktober 2026 ,--

Merangin - Jambi .--

Bangko ,
Di duga karena api Bakaran dari sampah,Sekitar pukul 10.00  satu ruko furniture yang berada di jalan lintas sumatera  kelurahan pematang kandis ludes terbakar, api yang cepat membakar  isi toko menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Dari data yang di himpun menyebutkan bahwa sebelum terjadinya kebakaran, ada yang membakar sampah di dekat ruko furniture, di duga api yang membesar merambat ke bagian bangunan ruko yang menyediakan peralatan furniture, api dengan cepat menyebar ke dalam ruko,apalagi banyak bahan furniture yang mudah terbakar sehingga api dengan cepat melahap isi ruko.

Sementara itu lokasi terbakarnya ruko furniture dekat dengan polres, dengan cepat Kapolres menurunkan satu unit mobil water Cannon,untuk membantu memadamkan api .

Sementara itu petugas damkar ,ikut turun membantu melakukan pemadaman dengan menurunkan dua  unit mobil damkar, hampir dua jam api baru bisa di padamkan.

" Untuk membantu pemadaman kita turunkan satu mobil water Cannon , dan anggota Sabhara kita kerahkan untuk membantu  warga mengamankan barang barang milik warga yang rukonya bersebalahan dengan toko yang terbakar,selain itu membantu melokalisir lokasi kebakaran" ungkap Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah,(6/10).

Di katakan Kapolres Merangin,bahwa untuk penyebab kebakaran yang meludeskan toko furniture masih di selidiki.

" Untuk penyebab kebakaran masih di tangani penyidik, sejumlah saksi di lapangan juga sudah di mintai keterangan" ujar Kapolres.

Pantauan di lokasi terlihat anggota polres Merangin,masih membantu mengamankan barang barang di lokasi,dan petugas damkar Merangin masih melakukan pendinginan lokasi

( Kabiro Jambi YN SBN)
Editor : Geoffrey .M
Serunya Wali Kota Bekasi dan Warga Nobar Timnas di Plaza Patriot Chandrabhaga

Serunya Wali Kota Bekasi dan Warga Nobar Timnas di Plaza Patriot Chandrabhaga

Oktober 05, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM --

Selasa 06 Oktober 2026 ,--..
KORA  -  BEKASI ,-

KOTA - BEKASI — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas keberhasilan Tim Nasional Indonesia meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.

..
Tri mengatakan, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indonesia sekaligus menjadi hadiah istimewa  masyarakat yang selama ini terus memberikan dukungan kepada skuad Garuda.“Alhamdulillah, kita tentu sangat bersyukur atas capaian luar biasa Timnas Indonesia. 

Kemenangan ini bukan hanya milik para pemain dan tim, tetapi menjadi hadiah bagi seluruh masyarakat Indonesia yang terus memberikan doa dan dukungannya,” kata Tri.

Tri turut menyaksikan pertandingan bersama masyarakat Kota Bekasi dalam kegiatan nonton bareng di Plaza Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi (5/10).

 Sejak pertandingan dimulai, masyarakat terlihat antusias memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia hingga laga berakhir.

Menurut Tri, antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan besarnya kecintaan warga terhadap Timnas Indonesia. 

Ia menilai sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam satu semangat kebangsaan.“Yang paling terasa malam ini adalah kebersamaannya. 

Semua datang dengan semangat yang sama, memberikan dukungan untuk Indonesia. Mudah-mudahan prestasi ini menjadi momentum bagi sepak bola nasional untuk terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Tri juga mengapresiasi perjuangan seluruh pemain, pelatih, ofisial, serta pihak-pihak yang telah bekerja keras membawa Timnas Indonesia meraih prestasi tersebut.

Ia berharap keberhasilan Timnas Indonesia dapat menjadi inspirasi, khususnya bagi generasi muda dan para pesepak bola usia dini di Kota Bekasi, untuk terus berlatih dan berani mengejar prestasi.

Kemenangan Timnas Indonesia pun disambut dengan penuh suka cita oleh masyarakat yang mengikuti nonton bareng di Plaza Patriot Candrabhaga. Euforia kemenangan berlangsung dalam suasana tertib dengan nuansa merah putih yang mewarnai pusat Kota Bekasi.

Kegiatan nobar semakin semarak ketika Tri membagikan sejumlah doorprize bagi masyarakat yang hadir di sela-sela acara.

( GEOFFREY. M )
Editor: Geoffrey .M

Kapolres Merangin Hadiri Syukuran HUT ke-81 TNI, Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda Terus Diperkuat

Kapolres Merangin Hadiri Syukuran HUT ke-81 TNI, Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda Terus Diperkuat

Oktober 05, 2026
Kapolres Merangin Hadiri Syukuran HUT ke-81 TNI, Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda Terus Diperkuat

SIMAK BERITA NEWS COM ,--

Selasa 06 Oktober 2026 ,--

Merangin Jambi ,--

.       Kapolres Merangin AKBP Kiki F 
         Memberikan Ucapan HUT TNI 

Bangko ,
Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Effendi, S.I.K., M.H., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Merangin menghadiri syukuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026, Senin (5/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Mako Kodim 0420/Sarko tersebut turut dihadiri Bupati Merangin H. M. Sukur, S.H., M.H., Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto, S.Sos., M.Han., Wakil Ketua DPRD Merangin Herman Efendi, S.T., M.M., Kajari Merangin Yusmanelly, S.H., M.H., Wakil Bupati Merangin Drs. H. Abdul Khafidh, M.M., Sekda Merangin Zulhifni, S.T., M.E., serta unsur TNI, Polri dan Forkopimda lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa, dilanjutkan sambutan Bupati Merangin dan Dandim 0420/Sarko. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng dan kue serta ramah tamah.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0420/Sarko menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, Polri, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama serta seluruh masyarakat atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin. Momentum HUT ke-81 TNI diharapkan semakin memperkuat persatuan, kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Pada prosesi syukuran tersebut, Kapolres Merangin AKBP Kiki turut melakukan pemotongan tumpeng yang kemudian diserahkan kepada Dandim 0420/Sarko sebagai simbol kebersamaan dan sinergitas antara TNI dan Polri.

Kapolres Merangin juga menyampaikan bahwa momentum HUT ke-81 TNI menjadi kesempatan untuk terus mempererat hubungan dan meningkatkan soliditas antar lembaga, khususnya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Sinergitas TNI dan Polri bersama pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Kami berharap kebersamaan yang telah terjalin selama ini terus diperkuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

Kemudian Kasi Humas Polres Merangin AKP Sakirman menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap momentum HUT TNI, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan komunikasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah serta unsur Forkopimda.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan sinergitas antar lembaga. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, diharapkan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Merangin dapat terus terjaga,” kata AKP Sakirman.

Seluruh rangkaian kegiatan syukuran HUT ke-81 TNI berlangsung dengan penuh rasa syukur dan haru. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib dan kondusif hingga kegiatan selesai dilaksanakan. 

( Kabiro Jambi YN )
Editor  :   Geofrey 
Wacana Penunjukan Tenaga Ahli DPRD Merangin Tuai Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan  Isnedi

Wacana Penunjukan Tenaga Ahli DPRD Merangin Tuai Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Isnedi

Oktober 05, 2026
Wacana Penunjukan Tenaga Ahli DPRD Merangin Tuai Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan  Isnedi

SIMAK BERITA NEWS COM ,--

Selasa 06 Oktober 2026 ,--

Merangin— Jambi ,--

Bangko,
Rencana penunjukan sejumlah nama sebagai tenaga ahli di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merangin dalam beberapa pekan terakhir menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

Sejumlah nama yang disebut-sebut masuk dalam pembahasan sebagai calon tenaga ahli DPRD Merangin di antaranya Isnedi, Zainul Arfan, dan Adnan Hamzah. Ketiganya bukan nama asing dalam dinamika politik Kabupaten Merangin.

Namun, munculnya nama Isnedi dan Zainul Arfan turut memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat dan netizen. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah rekam jejak keduanya yang pernah tersandung perkara tindak pidana korupsi ketika menjalankan tugas sebagai anggota legislatif.

Polemik tersebut kemudian berkembang di ruang publik, terutama mengenai apakah pengalaman masa lalu seseorang dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan kelayakan untuk menduduki posisi sebagai tenaga ahli DPRD.

Secara umum, tenaga ahli DPRD dibutuhkan untuk membantu anggota maupun alat kelengkapan DPRD dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Tenaga ahli dapat memberikan dukungan berupa kajian, analisis, masukan, data, serta pertimbangan berdasarkan kompetensi dan pengalaman yang dimilikinya. Kehadiran tenaga ahli diharapkan dapat membantu anggota DPRD memahami berbagai persoalan secara lebih komprehensif sebelum mengambil keputusan atau menyusun kebijakan.

Karena itu, figur yang ditunjuk idealnya memiliki kapasitas, integritas, pengalaman, serta kemampuan memberikan masukan yang konstruktif dan tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

Menanggapi polemik tersebut, Isnedi kepada awak media, Senin (5/10/2026), menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya belum resmi menjadi tenaga ahli DPRD Kabupaten Merangin.

Ia menyebut namanya baru sebatas calon yang diminta untuk dipertimbangkan. Karena itu, menurutnya, berbagai informasi yang beredar di masyarakat perlu dilihat secara proporsional.

Isnedi juga tidak menampik bahwa pengalaman masa lalunya menjadi bagian dari sorotan publik. Namun, ia justru melihat pengalaman tersebut dari sisi lain.

Menurutnya, apabila kelak dirinya benar-benar diminta menjadi tenaga ahli, pengalaman yang pernah dilaluinya dapat menjadi bahan pembelajaran bagi anggota DPRD yang saat ini menjalankan amanah rakyat.

“Kami lebih kepada rasa prihatin dengan kondisi saat ini, karena kami pernah ada di sana. Sebagai bagian dari keluarga besar legislatif Merangin, kami merasa terpanggil untuk memberikan sumbang saran, pemikiran dan pengalaman yang pernah kami alami kepada kawan-kawan yang saat ini menjalankan amanah rakyat sebagai wakil rakyat,” ujar Isnedi.

Ia menegaskan, keinginannya untuk berbagi pengalaman bukan berarti dirinya ingin berseberangan dengan pihak eksekutif maupun legislatif.

Menurut Isnedi, mantan anggota DPRD maupun masyarakat pada dasarnya tetap dapat memberikan kontribusi pemikiran demi kemajuan daerah.

“Bukan berarti kami berseberangan dengan eksekutif. Intinya, kami ingin berkolaborasi. Ketika kita berada di luar pemerintahan pun, kita tetap bisa memberikan saran dan masukan dengan cara-cara yang kita mampu,” katanya.

Terkait sorotan publik mengenai statusnya sebagai mantan narapidana, Isnedi mengatakan pengalaman tersebut justru ingin dijadikannya sebagai pembelajaran.

Ia berharap pengalaman yang pernah dilaluinya dapat menjadi pengingat bagi anggota DPRD agar memahami batas-batas kewenangan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

“Kalau kita melihat dari dua segmen, negatif dan positif. Ada segmen negatif bahwa kami adalah mantan narapidana. Tetapi justru dengan pengalaman itu, kami bisa memberikan pengalaman kepada kawan-kawan supaya tidak terulang seperti kami,” tuturnya.

Ia menilai pengalaman seseorang tidak selalu harus dilihat dari sisi negatif. Dengan pendekatan yang tepat, pengalaman buruk dapat menjadi bahan evaluasi dan menghasilkan pemikiran positif.

“Artinya ada batas-batas kewenangan dewan yang tidak bisa dilakukan. Kalau kami bisa berbagi pengalaman kepada kawan-kawan sekarang, mudah-mudahan itu menjadi pelajaran,” sambungnya.

Isnedi juga membantah jika kehadirannya nantinya dimaksudkan untuk memprovokasi atau menciptakan suasana yang tidak kondusif di lingkungan pemerintahan.

“Tidak ada kami ingin menjadi provokator. Kami ingin memberikan masukan dan pemikiran bagaimana sebuah pemerintahan dan sebuah daerah bisa bekerja sama dengan baik untuk kemajuan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, nama lain yang turut menjadi sorotan, Zainul Arfan, juga memberikan pandangannya terkait rencana tersebut.

Zainul Arfan yang memiliki pengalaman sebagai anggota DPRD Kabupaten Merangin maupun DPRD Provinsi Jambi menyampaikan bahwa jika dirinya diberi kesempatan untuk menjadi tenaga ahli, hal tersebut bukan untuk menjual popularitas maupun menjual ilmu.

Menurutnya, pengalaman yang dimiliki selama berada di dunia legislatif justru ingin dibagikan kepada para anggota DPRD Merangin yang saat ini sedang menjalankan tugas.

Ia menilai pengalaman di dunia legislatif dapat menjadi referensi bagi anggota DPRD dalam menjalankan fungsi dan kewenangannya.

Bagi Zainul, menjadi tenaga ahli bukan soal posisi atau popularitas, melainkan bagaimana pengalaman yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi lembaga dan masyarakat Kabupaten Merangin.

Sementara itu, nama Adnan Hamzah juga disebut masuk dalam pembahasan calon tenaga ahli DPRD Kabupaten Merangin.

Adnan Hamzah disebut mendapat permintaan dari Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Merangin untuk menjadi tenaga ahli.

Kehadiran tenaga ahli sendiri diharapkan dapat memperkuat dukungan keahlian bagi DPRD, khususnya dalam menyusun kajian, memberikan analisis terhadap persoalan daerah, serta membantu anggota dewan menjalankan fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan secara lebih efektif.

Meski demikian, hingga saat ini pembahasan mengenai sejumlah nama tersebut masih menjadi perhatian publik. Penentuan akhir tentu harus mengacu pada mekanisme, ketentuan, serta kebutuhan DPRD Kabupaten Merangin.

Polemik yang berkembang di masyarakat pun diharapkan dapat menjadi ruang evaluasi bersama agar siapa pun yang nantinya dipercaya sebagai tenaga ahli benar-benar mampu memberikan kontribusi positif, menjaga profesionalitas, serta membantu DPRD menjalankan amanah masyarakat Kabupaten Merangin.

Dengan demikian, perdebatan mengenai latar belakang para calon tenaga ahli semestinya tidak berhenti pada persoalan masa lalu, tetapi juga melihat kapasitas, kompetensi, integritas, dan sejauh mana pengalaman yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi lembaga legislatif dan masyarakat Merangin.

Kabiro Jambi YN
Editor  : Geofrey 
Wacana Penunjukan Tenaga Ahli DPRD Merangin Menuai sorotan di Medsos,Isnedi Angkat Bicara

Wacana Penunjukan Tenaga Ahli DPRD Merangin Menuai sorotan di Medsos,Isnedi Angkat Bicara

Oktober 05, 2026
Wacana Penunjukan Tenaga Ahli DPRD Merangin Menuai sorotan di Medsos, 
Isnedi Angkat Bicara 

SIMAK BERITA NEWS COM 

Selasa 06 Oktober 2026

Merangin— Jambi

Bangko
Rencana penunjukan sejumlah nama sebagai tenaga ahli di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merangin dalam beberapa pekan terakhir menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

Sejumlah nama yang disebut-sebut masuk dalam pembahasan sebagai calon tenaga ahli DPRD Merangin di antaranya Isnedi, Zainul Arfan, dan Adnan Hamzah. Ketiganya bukan nama asing dalam dinamika politik Kabupaten Merangin.

Namun, munculnya nama Isnedi dan Zainul Arfan turut memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat dan netizen. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah rekam jejak keduanya yang pernah tersandung perkara tindak pidana korupsi ketika menjalankan tugas sebagai anggota legislatif.

Polemik tersebut kemudian berkembang di ruang publik, terutama mengenai apakah pengalaman masa lalu seseorang dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan kelayakan untuk menduduki posisi sebagai tenaga ahli DPRD.

Secara umum, tenaga ahli DPRD dibutuhkan untuk membantu anggota maupun alat kelengkapan DPRD dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Tenaga ahli dapat memberikan dukungan berupa kajian, analisis, masukan, data, serta pertimbangan berdasarkan kompetensi dan pengalaman yang dimilikinya. Kehadiran tenaga ahli diharapkan dapat membantu anggota DPRD memahami berbagai persoalan secara lebih komprehensif sebelum mengambil keputusan atau menyusun kebijakan.

Karena itu, figur yang ditunjuk idealnya memiliki kapasitas, integritas, pengalaman, serta kemampuan memberikan masukan yang konstruktif dan tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

Menanggapi polemik tersebut, Isnedi kepada awak media, Senin (5/10/2026), menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya belum resmi menjadi tenaga ahli DPRD Kabupaten Merangin.

Ia menyebut namanya baru sebatas calon yang diminta untuk dipertimbangkan. Karena itu, menurutnya, berbagai informasi yang beredar di masyarakat perlu dilihat secara proporsional.

Isnedi juga tidak menampik bahwa pengalaman masa lalunya menjadi bagian dari sorotan publik. Namun, ia justru melihat pengalaman tersebut dari sisi lain.

Menurutnya, apabila kelak dirinya benar-benar diminta menjadi tenaga ahli, pengalaman yang pernah dilaluinya dapat menjadi bahan pembelajaran bagi anggota DPRD yang saat ini menjalankan amanah rakyat.

“Kami lebih kepada rasa prihatin dengan kondisi saat ini, karena kami pernah ada di sana. Sebagai bagian dari keluarga besar legislatif Merangin, kami merasa terpanggil untuk memberikan sumbang saran, pemikiran dan pengalaman yang pernah kami alami kepada kawan-kawan yang saat ini menjalankan amanah rakyat sebagai wakil rakyat,” ujar Isnedi.

Ia menegaskan, keinginannya untuk berbagi pengalaman bukan berarti dirinya ingin berseberangan dengan pihak eksekutif maupun legislatif.

Menurut Isnedi, mantan anggota DPRD maupun masyarakat pada dasarnya tetap dapat memberikan kontribusi pemikiran demi kemajuan daerah.

“Bukan berarti kami berseberangan dengan eksekutif. Intinya, kami ingin berkolaborasi. Ketika kita berada di luar pemerintahan pun, kita tetap bisa memberikan saran dan masukan dengan cara-cara yang kita mampu,” katanya.

Terkait sorotan publik mengenai statusnya sebagai mantan narapidana, Isnedi mengatakan pengalaman tersebut justru ingin dijadikannya sebagai pembelajaran.

Ia berharap pengalaman yang pernah dilaluinya dapat menjadi pengingat bagi anggota DPRD agar memahami batas-batas kewenangan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

“Kalau kita melihat dari dua segmen, negatif dan positif. Ada segmen negatif bahwa kami adalah mantan narapidana. Tetapi justru dengan pengalaman itu, kami bisa memberikan pengalaman kepada kawan-kawan supaya tidak terulang seperti kami,” tuturnya.

Ia menilai pengalaman seseorang tidak selalu harus dilihat dari sisi negatif. Dengan pendekatan yang tepat, pengalaman buruk dapat menjadi bahan evaluasi dan menghasilkan pemikiran positif.

“Artinya ada batas-batas kewenangan dewan yang tidak bisa dilakukan. Kalau kami bisa berbagi pengalaman kepada kawan-kawan sekarang, mudah-mudahan itu menjadi pelajaran,” sambungnya.

Isnedi juga membantah jika kehadirannya nantinya dimaksudkan untuk memprovokasi atau menciptakan suasana yang tidak kondusif di lingkungan pemerintahan.

“Tidak ada kami ingin menjadi provokator. Kami ingin memberikan masukan dan pemikiran bagaimana sebuah pemerintahan dan sebuah daerah bisa bekerja sama dengan baik untuk kemajuan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, nama lain yang turut menjadi sorotan, Zainul Arfan, juga memberikan pandangannya terkait rencana tersebut.

Zainul Arfan yang memiliki pengalaman sebagai anggota DPRD Kabupaten Merangin maupun DPRD Provinsi Jambi menyampaikan bahwa jika dirinya diberi kesempatan untuk menjadi tenaga ahli, hal tersebut bukan untuk menjual popularitas maupun menjual ilmu.

Menurutnya, pengalaman yang dimiliki selama berada di dunia legislatif justru ingin dibagikan kepada para anggota DPRD Merangin yang saat ini sedang menjalankan tugas.

Ia menilai pengalaman di dunia legislatif dapat menjadi referensi bagi anggota DPRD dalam menjalankan fungsi dan kewenangannya.

Bagi Zainul, menjadi tenaga ahli bukan soal posisi atau popularitas, melainkan bagaimana pengalaman yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi lembaga dan masyarakat Kabupaten Merangin.

Sementara itu, nama Adnan Hamzah juga disebut masuk dalam pembahasan calon tenaga ahli DPRD Kabupaten Merangin.

Adnan Hamzah disebut mendapat permintaan dari Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Merangin untuk menjadi tenaga ahli.

Kehadiran tenaga ahli sendiri diharapkan dapat memperkuat dukungan keahlian bagi DPRD, khususnya dalam menyusun kajian, memberikan analisis terhadap persoalan daerah, serta membantu anggota dewan menjalankan fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan secara lebih efektif.

Meski demikian, hingga saat ini pembahasan mengenai sejumlah nama tersebut masih menjadi perhatian publik. Penentuan akhir tentu harus mengacu pada mekanisme, ketentuan, serta kebutuhan DPRD Kabupaten Merangin.

Polemik yang berkembang di masyarakat pun diharapkan dapat menjadi ruang evaluasi bersama agar siapa pun yang nantinya dipercaya sebagai tenaga ahli benar-benar mampu memberikan kontribusi positif, menjaga profesionalitas, serta membantu DPRD menjalankan amanah masyarakat Kabupaten Merangin.

Dengan demikian, perdebatan mengenai latar belakang para calon tenaga ahli semestinya tidak berhenti pada persoalan masa lalu, tetapi juga melihat kapasitas, kompetensi, integritas, dan sejauh mana pengalaman yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi lembaga legislatif dan masyarakat Merangin.

Kabiro Jambi YN 
Editor  : Geofrey 
Cerita Di Balik Keindahan Gunung Bromo “KW” dan Danau Biru Pulau Layang Terbengkalai, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Cerita Di Balik Keindahan Gunung Bromo “KW” dan Danau Biru Pulau Layang Terbengkalai, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Oktober 05, 2026
Cerita Di Balik Keindahan Gunung Bromo “KW” dan Danau Biru Pulau Layang Terbengkalai, Siapa yang Bertanggung Jawab?

SIMAK BERITA NEWS COM ,--

Senin 05 Oktober 2026 ,--

Merangin Jambi ,--

Bangko ,
Tak dapat dipungkiri, Merangin sangat berpotensi akan sektor pariwisata alam yang sangat indah. Satu diantara nya yakni Gunung Bromo "KW" dan Danau Biru eks tambang biji besi Desa Pulau Layang Kecamatan Batang Masumai yang ditinggalkan oleh pihak perusahaan. Meski kondisinya kini sudah terbengkalai, kawasan tersebut dimanfaatkan sebagian masyarakat sekitar maupun masyarakat luar sebagai tempat objek wisata karena bentuknya yang sangat indah. Bahkan dari kejauhan, kawasan yang dikenal dengan keindahan “Gunung Bromo KW” dan Danau Biru  menyimpan panorama yang cukup menarik perhatian.

Hamparan tanah dengan kontur menyerupai perbukitan dan genangan air berwarna kebiruan seolah menawarkan potensi wisata yang tidak kalah menarik. Namun, di balik keindahan tersebut, muncul sebuah pertanyaan yang patut mendapat perhatian publik, mengapa potensi wisata tersebut justru terkesan terbengkalai?

Apakah kawasan ini memang tidak memiliki konsep pengelolaan yang jelas? Ataukah ada persoalan lain yang membuat potensi tersebut belum dapat dikembangkan secara maksimal?

Pertanyaan berikutnya, menjadi lebih penting siapa yang sebenarnya bertanggung jawab terhadap kondisi kawasan tersebut? Pemerintah, ataukah pihak perusahaan, atau justru keduanya memiliki kewajiban masing-masing?

Jika kawasan tersebut berkaitan dengan aktivitas pertambangan, maka persoalan tidak semata-mata berbicara tentang keindahan alam. Ada aspek tata kelola, status lahan, perizinan, kewajiban reklamasi dan pascatambang, hingga kemungkinan pemanfaatan kawasan untuk kepentingan masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga memiliki peran dalam memastikan setiap kawasan yang memiliki potensi ekonomi dan wisata dapat dikelola sesuai aturan. Jangan sampai sebuah lokasi memiliki daya tarik luar biasa, tetapi hanya ramai ketika menjadi perbincangan di media sosial, sementara pengelolaannya tidak jelas.

Jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan pemandangan, sementara persoalan tanggung jawabnya saling dilempar.

Jika memang perusahaan memiliki kewajiban terhadap lahan tersebut, publik berhak mengetahui sejauh mana kewajiban itu telah dilaksanakan. Jika pemerintah memiliki kewenangan dalam pengawasan atau pengelolaan kawasan, masyarakat juga berhak mendapatkan penjelasan mengenai langkah yang telah dilakukan.
Karena itu, diperlukan keterbukaan dari semua pihak.

Pemerintah Kabupaten Merangin, instansi teknis terkait, pemerintah desa, maupun pihak perusahaan perlu duduk bersama menjelaskan status kawasan, status pengelolaan, kewajiban masing-masing pihak, serta rencana ke depan.

Potensi Gunung Bromo “KW” dan Danau Biru Pulau Layang seharusnya tidak berhenti sebagai foto indah di media sosial. Jika memang layak dikembangkan, kawasan tersebut semestinya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan aturan yang berlaku.

semoga saja kawasan itu bisa dijadikan tempat destinasi wisata yang diakui masyarakat Merangin dengan legalitas yang jelas.(Yaz)

(Opini)