Mewah Antara Kepuasan Dan Cemburu Sosial UMKM Dan Koperasi Di Purwakarta Perlu Pembinaan

Mewah Antara Kepuasan Dan Cemburu Sosial UMKM Dan Koperasi Di Purwakarta Perlu Pembinaan

Juli 13, 2026
SIMAK BERITA NEWS.COM ,--

Senin 13 Juli 2026 ,--
PURWAKARTA - JABAR , -- 

Purwakarta-Jalan santai yang starnya dilepas Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein dan senam sehat yang diikuti ribuan peserta menambah semarak Festival Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Ke-79 yang digelar sangat mewah antara kepuasan dan cemburu sosial, 

kedepan perlu petugas mumpuni sesuai bidang keahliannya agar kegiatan semacam ini lebih bermakna dan pro rakyat termasuk mengembangkan UMKM dan Koperasi di Purwakarta.Hal tersebut 
disampaikan Nisa (43) salah seorang pengunjung, kepada media di sela-sela kegiatan yang digelar masih dalam rangka Hari Jadi Ke-195 Kota Purwakarta dan Ke-58 Kabupaten Purwakarta, di Lapangan Pesanggrahan 

Padjadjaran, Jalan Kusumahatmaja, Kelurahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (12/7/2026).

Menurutnya kegiatan ini super heboh, tapi menyisakan mereka yang perlu dirangkul dengan humanis, jangan cuek atau asal bahkan terkesan ada yang kurang ramah dalam menjalankan pokok fungsi tugasnya. 

Dalam kondisi sekarang harus efisiensi tapi tetap saja untuk ikut memasarkan produk disini harus bayar tenda toh, coba deh tanya diantara stand tenda berjejer itu mahal apa tidak, memang ada yang berani bicara tapi diam-diam, ada juga yang takut, 

pokoknya kasihan yang usaha masi kecil harus bayar tenda," ucapnya dengan nada kecewa.
Sepengetahuannya, Harkop ini bertema "Koperasi Berdaya Indonesia Berjaya" sekaligus diketahui munculnya berbagai masukan termasuk pentingnya petugas terkait yang benar-benar mumpuni, saat ini di balik mewah masih kedapatan yang awam perlu pembinaan lebih merata, 

kepala dinas akan lebih baik dan lebih berkualitas jika didukung kepala bidang dan jajaran yang kompak dan solid termasuk paham situasi dan kondisi saat ini," tegasnya.

Sebagaimana kita saksikan bersama, acara ini meriah bahkan mewah dengan penyajian aneka produk dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diantaranya masih awam dan benar-benar perlu pembinaan. 

Banyak sekali stand-stand yang tidak dikenal dan perlu dikenalkan untuk publik, tapi mirisnya tadi sempat melihat seorang Ibu yang kecewa penghasilannya tidak sebanding dengan pengeluaran, itu di salah satu stand dia sedang menangis, yang lain juga ada ko yang lihat. Intinya sekedar mengingatkan, saat ini banyak warga yang sedang kesulitan, jadi acara mewah dikurangi dulu bentuk empati termasuk untuk mereka yang sedang menjalankan UMKM dalam tahap merintis dengan modal minim,"ungkapnya.

Senada dengan Nisa, berbagai sumber diantaranya Idan Hadi Kusumah yang sedang menjaga salah satu stand tidak jauh dari panggung acara sependapat, acara ini mewah dan jujur mengaku senang karena bermanfaat dan terbantu memasarkan produk, juga untuk lebih mengenal yang lainnya, ada juga stan koperasi yang perlu pembinaan."Benar ini acara mewah, sangat mewah, kita senang dan merasa terbantu mengenalkan produk. 

Tentu masih ada yang perlu pembinaan, karena UMKM di sini masih awam. Tadi kami sempat berkeliling ada stand koperasi yang produknya bagus-bagus dan tinggal sedikit, sudah meraih penghargaan tapi belum banyak dikenal. Ini perlu peran pemerintah agar maju bersama lebih merata," harapnya.

Ia setuju, kedepan saling mendukung untuk maju bersama guna meraih kesuksesan. Pembinaan untuk semua jangan banyaknya itu-itu saja, sejalan waktu pasti akan terlihat, dengan bersama berusaha berkarya lebih kompak lagi, upaya realisasi Purwakarta lebih istimewa akan sangat berpeluang dengan lancarnya komunikasi dan koordinasi berbagai pihak terkait."UMKM bisnis yang dijalankan oleh perorangan, rumah tangga, atau badan usaha di Purwakarta, diharapkan pembinaannya lebih merata, tidak itu-itu saja yang mendapat pelayanan istimewa agar tidak cemburu sosial. 

Mereka perlu saling kenal dan mengembangkan kualitas produk serta pemasaran yang sehat demi majunya semua pihak," ujarnya.

Menurutnya, selama ini masih kurang pelayanan dari pihak terkait, terutama bidang koperasi yang harus dipimpin oleh ahlinya yang lebih mumpuni demi kemajuan koperasi dan UMKM di Purwakarta, sehingga Purwakarta lebih Istimewa benar-benar terwujud di masa depan."Karena itu, pentingnya mengenal UMKM  dari mana dan siapa saja pengelolanya. 

Apakah dikelola pribadi mandiri, sekelompok orang atau badan usaha. Guna mengetahui langkah yang tepat dalam pengembangan yang dapat menghasilkan baik bagi UMKM dan Pendapatan Daerah, perlu evaluasi yang serius dan dukungan nyata dari Pemerintah ," ujarnya.

Pihaknya menambahkan, kesempatan ini terlihat menampilkan beragam produk unggulan UMKM Kabupaten Purwakarta, mulai dari kerajinan tangan, produk kreatif, sustainable fashion (pakaian etis ramah lingkungan), kuliner yang diantaranya makanan khas daerah kebanggaan masyarakat Purwakarta serta lainnya. 

Banyak stand pameran dipadati pengunjung yang antusias melihat sekaligus membeli produk lokal yang di tampilkan. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Purwakarta Hariman Budi Anggoro, mengatakan bahwa penyelenggaraan Festival UMKM dan Gebyar Harkopnas tahun 2026 di Purwakarta mengusung tema "UMKM naik kelas, Koperasi maju, Purwakarta Istimewa" mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar semakin berkembang, berdaya saing, serta mampu memperluas pasar melalui peningkatan kualitas produk dan inovasi."Pemerintah Kabupaten Purwakarta berharap koperasi semakin profesional dan modern, sementara UMKM dapat terus tumbuh, naik kelas, membuka lapangan kerja, serta menjadi penggerak utama perekonomian daerah menuju Purwakarta yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera," harapnya.Kepala DKUPP juga menyampaikan, Hari ini di Kabupaten Purwakarta terdapat 651 koperasi aktif degan jumlah anggota sebanyak 25.407 orang anggota,” ungkap Hariman.“Selain itu ratusan UMKM lokal tumbuh subur, semakin hari semakin menunjukkan perkembangan positif. 

Hal ini seyogyanya tidak membuat kita berpuas diri, justru harus menjadi energi buat kita, agar tumbuh, berkembang dan maju bersama,” kata Kepala DKUPP tersebut.Sebanyak 135 pelaku UMKM turut memeriahkan festival dan 83 koperasi berpartisipasi memberikan dukungan berupa hadiah doorprize sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Purwakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendorong UMKM naik kelas melalui digitalisasi, penguatan koperasi, serta peningkatan daya saing pelaku usaha lokal agar mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah.Dalam kegiatan ini, tersedia pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pengunjung, salah seorang diantaranya Tedy Nandung Heryawan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purwakarta dari fraksi Gerindra. 

Selain itu tersedia pemeriksaan dan pemberian obat melalui suntikan untuk hewan peliharaan juga banyak diminati warga yang rela antri untuk mendapat pelayanan tersebut.Purwakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendorong UMKM naik kelas melalui digitalisasi, penguatan koperasi, serta peningkatan daya saing pelaku usaha lokal agar mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah.

Selain menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada insan koperasi dan pelaku UMKM yang telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.Berbagai penghargaan diberikan baik kepada koperasi berprestasi, koperasi dengan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tercepat, tokoh koperasi, penghargaan kepada pelaku UMKM berprestasi, penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR), sertifikat SNI, sertifikat halal, bentuk komitmen nyata pemerintah memperkuat sektor usaha rakyat.Bentuk dukungan Polri terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi kerakyatan sekaligus memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif, nampak hadirKapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya. 

Hadir pula Apsari Dewi (Kepala Kejaksaan), Komandan Kodim (Dandim) 0619/Purwakarta Letkol Arh Fredy Jaguar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran, anggota koperasi, pelaku UMKM, serta para undangan lainnya yang berbaur bersama warga pengunjung yang antusias menyaksikan kegiatan itu.Pengunjung dihibur dengan berbagai penampilan grup kesenian termasuk grup musik dari sekolah seni setempat, Barongsay khas Wanayasa, 

Purwakarta, para artis penyanyi yang dihadirkan dan lainnya, semua pengunjung yang berminat diberi kesempatan untuk berjoged ria, yang jogednya paling heboh mendapat hadiah dari panitia.

Selain itu pengunjung dibagi kupon untuk di undi, bagi yang beruntung bisa membawa pulang produk yang didapatnya sesuai ketentuan sebagai hadiah, ada berbagai alat-alat rumah tangga dan elektronik, seperti kompor, oven, kulkas, hand phone dan beberapa kendaraan roda dua berupa sepeda, motor listrik dan motor lainnya sebagai hadiah utama.Kegiatan ini disponsori Bank BJB, berbagai Perusahaan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Purwakarta, Koperasi Karya Bhakti Raharja, Koperasi Karyawan PT. Indo Bharat Rayon, Koperasi dan Konsumen Garuda Darangdan, Koperasi Konsumen Kopak Delapan Satu dan banyak lagi yang lainnya.

 ( Laela )
Hari Pertama Penuh Ceria, SDN 115 Bangko Kenalkan Dunia Sekolah Lewat MPLS Ramah

Hari Pertama Penuh Ceria, SDN 115 Bangko Kenalkan Dunia Sekolah Lewat MPLS Ramah

Juli 12, 2026
Hari Pertama Penuh Ceria, SDN 115 Bangko Kenalkan Dunia Sekolah Lewat MPLS Ramah

SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Senin 13 Juli 2026 ,--
Merangin Jambi ,--

Bangko
Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai hari pertama masuk sekolah di SD Negeri 115 Bangko, Kabupaten Merangin, Senin (13/7/2026). Para peserta didik tampak antusias mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang digelar pihak sekolah.

Tak sekadar menjadi kegiatan pengenalan, MPLS Ramah di SDN 115 Bangko dikemas sebagai langkah awal untuk membuat peserta didik merasa aman, nyaman dan senang berada di lingkungan sekolah.

Sejak pagi, wajah-wajah ceria terlihat menghiasi halaman sekolah. Para guru menyambut peserta didik dengan penuh keakraban sebelum mengajak mereka mengenal lingkungan sekolah, ruang belajar, para guru hingga berbagai kebiasaan positif yang diterapkan di sekolah.

Kepala SDN 115 Bangko Iif Pratiwi,.S.Pd,.Gr mengatakan, hari pertama masuk sekolah menjadi momentum penting bagi peserta didik, terutama siswa baru, untuk mulai mengenal dan beradaptasi dengan dunia sekolah.

“Melalui MPLS Ramah ini, kami ingin memberikan kesan pertama yang baik kepada anak-anak. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman dan menyenangkan. Kami ingin mereka datang ke sekolah dengan rasa senang dan semangat untuk belajar,” ujarnya, Senin (13/07/2026).

Ia menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan MPLS dilaksanakan dengan pendekatan ramah anak. Para peserta didik tidak dibebani dengan kegiatan yang memberatkan, melainkan diajak berinteraksi, mengenal teman baru serta membangun kedekatan dengan para guru.

“Anak-anak kita ajak mengenal lingkungan sekolah secara perlahan. Guru mendampingi dan memberikan motivasi agar mereka tidak merasa canggung. Yang terpenting, anak merasa diterima dan bahagia berada di sekolah,” jelasnya.

Selain pengenalan lingkungan, pihak sekolah juga mulai menanamkan nilai kedisiplinan, kebersihan, tanggung jawab dan sikap saling menghormati. Hal tersebut diharapkan menjadi kebiasaan positif bagi peserta didik dalam menjalani proses pendidikan.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak juga membutuhkan dukungan serta sinergi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua.

“Kami berharap komunikasi antara guru dan orang tua terus terjalin dengan baik. Dengan kebersamaan dan kerja sama, kita dapat mendampingi anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter,” tambahnya.

Keceriaan peserta didik selama mengikuti kegiatan menjadi warna tersendiri pada hari pertama sekolah. Meski sebagian siswa masih terlihat malu-malu, pendampingan para guru membuat suasana perlahan menjadi lebih akrab dan penuh kegembiraan.

Melalui MPLS Ramah tersebut, SDN 115 Bangko berharap peserta didik dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah serta siap mengikuti kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru.

“Harapan kami, anak-anak semakin semangat belajar, disiplin dan merasa SDN 115 Bangko sebagai rumah kedua mereka untuk belajar, bermain dan meraih cita-cita,” tuturnya. 

Sementara itu, MPLS ramah yang digelar di SD N 115 Bangko ini bertujuan untuk siswa agar merasa aman disekolah, senang datang kesekolah, mengenal warna sekolah, mengenal tata tertib, mengenal fasilitas sekolah, memiliki semangat belajar, menjadi anak yang mandiri dan percaya diri.

( Reporter : Yazdi Awan )
Wali Kota Bekasi Instruksikan Pendampingan Hari Pertama Sekolah Anak untuk Orang Tua.

Wali Kota Bekasi Instruksikan Pendampingan Hari Pertama Sekolah Anak untuk Orang Tua.

Juli 12, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Minggu 12 Juli 2026 ,--
KOTA - BEKASI ,--

Pemerintah Kota Bekasi menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki anak usia sekolah untuk memberikan pendampingan pada hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026).

Kebijakan ini merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan peran keluarga dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak saat memulai tahun ajaran baru.Melalui Surat Edaran, ASN yang mengantar anak ke sekolah diwajibkan melaporkan kepada pimpinan secara berjenjang dengan melampirkan bukti pendukung sebagai dasar konfirmasi kehadiran. 

Setelah selesai mengantar anak, ASN tetap wajib kembali ke kantor untuk melaksanakan tugas serta melakukan presensi sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, setiap Kepala Perangkat Daerah diminta mendata dan melaporkan ASN yang melakukan pendampingan anak pada hari pertama sekolah, disertai evidence seperti surat keterangan dari sekolah maupun dokumentasi foto. Laporan tersebut disampaikan kepada Wali Kota Bekasi melalui BKPSDM paling lambat Selasa, 14 Juli 2026 pukul 10.00 WIB.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa momen hari pertama sekolah merupakan fase penting bagi tumbuh kembang anak sehingga kehadiran orang tua memiliki makna yang besar.“Hari pertama sekolah adalah momen yang tidak akan terulang. 
.
Saya mengajak para orang tua, khususnya ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, untuk meluangkan waktu mendampingi dan mengantarkan putra-putrinya ke sekolah. Kehadiran orang tua bukan hanya memberikan rasa aman dan semangat bagi anak, tetapi juga menjadi bentuk perhatian yang akan selalu mereka kenang.

"Ia juga memastikan bahwa kebijakan tersebut tidak mengurangi komitmen ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.“Setelah selesai mengantar anak ke sekolah, ASN tetap harus kembali ke kantor dan menjalankan tugas seperti biasa. 

Kita ingin membangun keseimbangan antara tanggung jawab sebagai pelayan publik dan peran sebagai orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.” 

( GEOFFREY . M )

Dikbud Merangin Verifikasi Ketat Penerima Bantuan Perlengkapan Sekolah, Dr.Zuhdi : Tunggu SSH dan Perbup

Dikbud Merangin Verifikasi Ketat Penerima Bantuan Perlengkapan Sekolah, Dr.Zuhdi : Tunggu SSH dan Perbup

Juli 12, 2026
Dikbud Merangin Verifikasi Ketat Penerima Bantuan Perlengkapan Sekolah, Dr.Zuhdi : Tunggu SSH dan Perbup

SIMAK BERITA NEWS COM ,--

Minggu 12 Juli 2026 ,--
Merangin Jambi ,--

Bangko 
Pemerintah Kabupaten Merangin melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Merangin terus mematangkan program bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu pada tahun 2026.

Tak ingin bantuan pemerintah salah sasaran, Dikbud Merangin saat ini tengah melakukan proses sinkronisasi dan verifikasi data calon penerima bersama Dinas Sosial Kabupaten Merangin.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Merangin, saat dikonfirmasi media ini Dr.Zuhdi, mengatakan, tahapan verifikasi menjadi bagian penting sebelum bantuan tersebut direalisasikan. Data siswa kurang mampu yang masuk harus dipastikan valid dan benar-benar sesuai dengan kondisi penerima.

“Sekarang masih tahap sinkronisasi dan verifikasi data bersama Dinas Sosial. Kita tidak mau bantuan ini salah sasaran. Setelah data valid, baru disusun petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya,” ujar Dr. Zuhdi.

Menurut Dr. Zuhdi, bantuan yang direncanakan berupa perlengkapan sekolah, seperti seragam, sepatu, tas dan kebutuhan penunjang sekolah lainnya. Namun, hingga saat ini barang bantuan tersebut belum dilakukan pengadaan.

Hal itu dikarenakan Dikbud Merangin masih menunggu penyesuaian Standar Satuan Harga (SSH) dan Peraturan Bupati (Perbup) yang menjadi bagian dari dasar administrasi pelaksanaan program.

“Seragam, sepatu, tas dan perlengkapan lainnya memang belum dibeli. Kita masih menunggu SSH dan Perbup. Kalau seluruh administrasi sudah selesai dan sesuai aturan, barulah proses pengadaan dilaksanakan,” jelasnya.

Zuhdi menegaskan, proses pelaksanaan program tersebut memang membutuhkan sejumlah tahapan. Dikbud Merangin juga telah menaikkan nota dinas kepada Bappeda dan BPKAD Kabupaten Merangin sebagai bagian dari proses administrasi dan koordinasi antarinstansi.

“Prosesnya memang panjang karena semuanya harus sesuai mekanisme. Nota dinas juga sudah kita naikkan ke Bappeda dan BPKAD. Kita ingin ketika bantuan ini dilaksanakan, semuanya sudah memiliki dasar dan administrasinya jelas,” katanya.

Lebih lanjut, Zuhdi menyampaikan bahwa jumlah bantuan yang akan diadakan nantinya menyesuaikan dengan jumlah data siswa kurang mampu yang telah dinyatakan valid melalui proses verifikasi.

“Pengadaannya menyesuaikan data yang masuk dan sudah diverifikasi. Misalnya data valid ada 1.000 siswa, maka disesuaikan untuk 1.000 siswa. Kalau yang valid 200 siswa, ya 200 siswa. Jadi bukan asal menentukan jumlah penerima,” tegas Zuhdi.

Ia menambahkan, data siswa calon penerima bantuan berasal dari sekolah dan selanjutnya dilakukan sinkronisasi serta verifikasi bersama instansi terkait. Langkah tersebut dilakukan agar program benar-benar menyentuh siswa dari keluarga kurang mampu.

“Yang paling penting bantuan ini harus tepat sasaran. Data tidak boleh sembarangan. Kita pastikan siswa yang menerima memang benar-benar masuk kategori kurang mampu dan telah melalui proses verifikasi,” tambahnya.

Untuk proses pengadaan, program bantuan perlengkapan sekolah tersebut berada di Bidang Sarana dan Prasarana Dikbud Merangin. Sementara proses penyaluran nantinya akan dilaksanakan oleh tim teknis yang diketuai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin.

Dikbud Merangin menargetkan program bantuan tersebut dapat direalisasikan pada tahun 2026. Pelaksanaan tetap menyesuaikan tahapan administrasi, regulasi dan mekanisme pengadaan yang berlaku.

“Waktu pelaksanaannya tetap pada tahun ini, paling lambat dalam rentang tahun anggaran Januari sampai Desember 2026. Kita menunggu seluruh tahapan selesai, setelah itu baru dilaksanakan sesuai data yang sudah diverifikasi,” pungkas Zuhdi.

Program bantuan perlengkapan sekolah ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua dari keluarga kurang mampu sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pendidikan siswa di Kabupaten Merangin.

Pemkab Merangin melalui Dikbud menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap program bantuan pendidikan dilaksanakan secara transparan, sesuai aturan dan benar-benar tepat sasaran.

( Reporter   : M Yasdi )
MENGURAI BENANG KUSUT HUKUM DENGAN FAKTA DAN LOGIKA

MENGURAI BENANG KUSUT HUKUM DENGAN FAKTA DAN LOGIKA

Juli 11, 2026

Sekretaris DPC Kongres Advokat Indonesia / KAI Kota Bekasi


CATATAN HITAM DI ATAS PUTIH


SIMAKBERITANEWS – BEKASI. Dunia penegakan hukum kembali diguncang oleh babak baru yang sangat krusial. Penetapan status tersangka terhadap mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, oleh institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi ujian terberat sekaligus momentum krusial bagi ekosistem keadilan di tanah air.

Sebagai praktisi hukum, kita harus melihat momentum ini secara jernih, objektif, dan proporsional tentunya secara hitam di atas putih berdasarkan koridor hukum yang berlaku, tanpa terseret arus opini publik yang spekulatif.

I. Duduk Perkara (The Fact)
Secara kronologis, penetapan tersangka ini merupakan kelanjutan dari rangkaian penyidikan intensif yang dilakukan oleh Kortastipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya. Kasus yang menyeret mantan petinggi korps Adhyaksa ini berkaitan dengan dugaan korupsi pengelolaan batu bara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Langkah pengunduran diri yang telah diambil sebelumnya, kini diuji secara formal melalui status hukum yang baru. Dalam konteks ini, asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) tetap harus dihormati sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde). Namun, penetapan status ini secara yuridis mengubah peta hubungan antar-lembaga penegak hukum.

II. Telaah Regulasi & Asas Hukum (Legal Framework)
Proses hukum yang menjerat seorang penegak hukum aktif merupakan preseden yang menguji konsistensi penerapan hukum di Indonesia. Secara normatif, terdapat dua landasan utama yang harus diperhatikan:

Pasal 21 Undang-Undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Regulasi ini menekankan bahwa setiap penyelenggara negara berkewajiban menjunjung tinggi asas kepastian hukum, keterbukaan, dan akuntabilitas. Status tersangka ini mengharuskan adanya transparansi penuh dari pihak penyidik Polri kepada publik agar tidak timbul persepsi adanya “kriminalisasi” atau “perang bintang”.

Asas Equality Before the Law (Kesamaan di Hadapan Hukum). Hukum tidak boleh tebang pilih. Ketika seorang pengendali perkara korupsi justru menjadi subjek yang diperiksa dalam perkara korupsi, maka aturan hukum acara pidana (KUHAP) harus ditegakkan secara murni dan konsekuen tanpa ada perlakuan khusus.

III. Pendapat Hukum & Dampak Terhadap Kejaksaan (Legal Opinion)
Dari kacamata Sekretaris DPC Kongres Advokat Indonesia (KAI) Kota Bekasi, ada tiga poin penting yang harus digarisbawahi mengenai dampak penetapan tersangka ini terhadap penanganan perkara di Kejaksaan Agung:

1. Implikasi Terhadap Perkara yang Sedang Ditangani Kejaksaan
Sebagai mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah memegang kendali atas berbagai kasus korupsi skala mega (seperti tata kelola komoditas dan tambang). Penetapan status tersangka ini secara psikologis dan strategis berpotensi memengaruhi legitimasi penanganan perkara-perkara tersebut. Pihak kuasa hukum para terdakwa/tersangka di Kejaksaan tentu akan menggunakan momentum ini untuk menguji keabsahan proses penyidikan yang pernah dipimpin oleh Febrie. Oleh karena itu, Kejaksaan Agung harus segera melakukan review internal guna memastikan seluruh penyidikan yang berjalan tetap on the track dan tidak cacat hukum.

2. Keharusan Menjaga Marwah Lembaga (Institutional Integrity)
Kejaksaan Agung sebagai lembaga tidak boleh tersandera oleh kasus individu pejabatnya. Pengunduran diri Febrie sebelumnya merupakan langkah awal yang tepat untuk menghindari benturan kepentingan (conflict of interest) dan penerapan asas Nemo judex in causa sua (tidak seorang pun boleh mengendalikan perkara yang melibatkan dirinya). Dengan statusnya yang kini resmi menjadi tersangka, Plt atau Jampidsus yang baru harus menunjukkan independensi total dan membuktikan bahwa mesin penegakan hukum di korps baju cokelat-tua tetap berjalan objektif demi menyelamatkan marwah institusi.

3. Sinergitas dan Check and Balances Antar-Lembaga
Peristiwa ini tidak boleh memicu “perlawanan kelembagaan” antara Kejaksaan dan Polri. Sebaliknya, ini adalah ujian bagi mekanisme check and balances. Polri harus membuktikan penetapan tersangka ini didasarkan pada minimal dua alat bukti yang sah dan solid, sementara Kejaksaan harus berjiwa besar mendukung proses hukum tersebut sebagai bentuk kepatuhan terhadap hukum itu sendiri.

Catatan Akhir:
Penegakan hukum tidak akan pernah runtuh hanya karena satu orang pejabatnya terjerat kasus. Justru, bersih-bersih di tubuh internal penegak hukum adalah obat pahit yang harus ditelan agar kepercayaan publik terhadap hukum yang hitam di atas putih bukan hukum yang abu-abudapat dikembalikan seutuhnya.√

( FJR ) 

Penulis : Anton R. Widodo, S.H., M.H
Sekretaris DPC Kongres Advokat Indonesia / KAI Kota Bekasi

Ketua TP PKK Kota Bekasi Hadiri Puncak Peringatan HKG PKK ke-54 Tingkat Nasional di Makassar

Ketua TP PKK Kota Bekasi Hadiri Puncak Peringatan HKG PKK ke-54 Tingkat Nasional di Makassar

Juli 11, 2026
SIMAK BERITA NEWS .COM --

Sabtu 11 Juli 2026 ,-
MAKASSAR - SUL SEL ,--

Makassar – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Nasional yang berlangsung di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7/2026). 

Kegiatan nasional ini mengusung tema "Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045." Puncak peringatan HKG PKK ke-54 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi gerakan PKK di seluruh Indonesia dalam mendukung pembangunan berbasis keluarga sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

 Rangkaian kegiatan turut diisi dengan pameran UMKM, pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis, serta pemecahan Rekor MURI melalui gerakan minum Multiple Micronutrient Supplement (MMS) secara serentak bagi ibu hamil. 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pelindung TP PKK Pusat, Selvi Ananda Gibran Rakabuming, didampingi jajaran Seruni Kabinet Merah Putih, serta Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Suswati Tito Karnavian. Hadir pula Ketua TP PKK Provinsi, Kabupaten, dan Kota dari seluruh Indonesia sebagai wujud kebersamaan dalam memperkuat gerakan PKK di berbagai daerah. Ketua TP PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, menyampaikan bahwa peringatan HKG PKK ke-54 bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang strategis untuk mempererat kolaborasi, berbagi inovasi, serta memperkuat komitmen seluruh kader PKK dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK."Pertemuan nasional ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi seluruh kader PKK untuk saling bertukar pengalaman dan memperkuat sinergi. 

Kami berharap semangat kolaborasi ini terus berlanjut sehingga PKK semakin berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita melalui pembangunan keluarga yang sehat, mandiri, sejahtera, dan berdaya saing. Dari keluarga yang kuat, kita dapat mewujudkan masyarakat yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045," ujar Wiwiek Hargono.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, TP PKK Kota Bekasi berkomitmen untuk terus mengimplementasikan hasil-hasil pembelajaran dan inovasi yang diperoleh di tingkat nasional ke dalam berbagai program pemberdayaan keluarga di Kota Bekasi. Penguatan 10 Program Pokok PKK diharapkan mampu mendukung pelaksanaan Asta Cita, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ketahanan keluarga, mengentaskan kemiskinan, mendorong pemberdayaan perempuan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. 

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, TP PKK Kota Bekasi optimistis akan terus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menyukseskan visi Indonesia Emas 2045 melalui keluarga sebagai pilar utama pembangunan bangsa.
Nara sumber Discominfo Kota Bekasi.

( RIANA SARI S.B N )


Resmikan Lapangan Tenis Graha Harapan Mustika Jaya, Tri Adhianto Pastikan Aset Fasos Fasum Dikelola untuk Kepentingan Masyarakat

Resmikan Lapangan Tenis Graha Harapan Mustika Jaya, Tri Adhianto Pastikan Aset Fasos Fasum Dikelola untuk Kepentingan Masyarakat

Juli 11, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Sabtu 11 Juli 2926 --
KOTA -- BEKASI,--

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto meresmikan Lapangan Tenis Graha Harapan dan Bumyagara di Kecamatan Mustika Jaya. Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam memastikan aset fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang telah diserahkan pengembang tercatat sebagai aset pemerintah daerah dan dikelola sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.

Tri Adhianto menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi tidak berorientasi mencari keuntungan dari aset tersebut. Yang terpenting, seluruh lahan fasos dan fasum memiliki kepastian hukum, tercatat dalam aset daerah, serta dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini telah menjaga dan memanfaatkan aset-aset tersebut dengan baik untuk aktivitas masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Tri turut mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pembangunan infrastruktur di Kota Bekasi. 

Ia meminta warga segera melaporkan apabila menemukan aktivitas penggalian jalan yang tidak sesuai ketentuan. 

Menurutnya, saat ini Pemerintah Kota Bekasi sedang fokus melakukan penataan utilitas melalui sistem ducting agar jalan yang telah diperbaiki tidak kembali rusak akibat galian berulang.“Kalau menemukan ada penggalian jalan, segera kirim foto dan laporkan melalui DM Instagram saya atau kepada lurah maupun camat. Jalan utama kita sudah dalam kondisi baik, jangan sampai dirusak lagi oleh pekerjaan yang tidak bertanggung jawab. RT dan RW juga jangan mudah tergiur apabila ada pihak yang menawarkan izin yang tidak sesuai aturan.

 Begitu juga dengan pemasangan baliho yang tidak membayar retribusi, akan kami tertibkan,” tegas Tri.Selain itu, Tri mengingatkan para Ketua RW agar segera mengajukan pencairan dana RW sesuai mekanisme yang berlaku. 

Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan dan pertanggungjawaban (LPJ) Program Lingkungan RW Keren tahap pertama mendapat penilaian baik dari BPK. 

Menurutnya, keberhasilan tersebut harus dijaga dengan menunjukkan kinerja yang semakin baik sehingga pada tahun 2027 pemerintah memiliki dasar untuk meningkatkan bantuan kepada setiap RW dari Rp100 juta menjadi Rp150 juta.“Konsep yang kita bangun adalah memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk berada di garis terdepan dalam mengelola pembangunan di lingkungannya, 

Ada prinsip keadilan yang kita jalankan, sehingga setiap RW memiliki kesempatan yang sama membangun wilayahnya melalui anggaran negara secara langsung. 

Mari kita tunjukkan bahwa kepercayaan ini dibalas dengan kinerja, transparansi, dan hasil pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup Tri Adhianto.

( GEOFFREY . M )