Semarak PNBK Jilid III Berbuah Kepedulian, Setengah Miliar Terkumpul untuk NTT

Semarak PNBK Jilid III Berbuah Kepedulian, Setengah Miliar Terkumpul untuk NTT

Agustus 30, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM --

Minggu 30 Agustus 2026 --
KOTA. --  BEKASI ,--

KOTA - BEKASI – Perayaan Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid III di Kota Bekasi, Minggu (30/8/2026), membawa pesan kemanusiaan di tengah kemeriahan parade budaya.Penggalangan dana yang dilakukan dalam rangkaian kegiatan tersebut berhasil menghimpun sekitar Rp500 juta untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).


Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian doa bersama yang melibatkan para pemuka agama dari berbagai keyakinan. Doa bersama ditujukan bagi saudara-saudara di NTT dan Kalimantan yang sedang menghadapi musibah.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengapresiasi kepedulian masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Hari ini kita berkumpul dalam suasana gembira, tetapi kita tidak lupa bahwa ada saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” kata Tri.

Menurutnya, besarnya donasi yang terkumpul menunjukkan bahwa semangat gotong royong masyarakat Kota Bekasi telah tumbuh dan berulang kali diwujudkan dalam aksi nyata.“Ini bukan pertama kalinya warga Bekasi bergotong royong. 

Dulu kita pernah bersama-sama membangun puskesmas di Poso, kemudian gedung pertemuan di Aceh. Semuanya lahir dari donasi dan kepedulian masyarakat,” ujar Tri.

Tri mengatakan tradisi tersebut perlu terus dijaga karena kepedulian akan memiliki arti ketika diwujudkan dalam tindakan.
“Yang dibutuhkan saudara kita yang sedang terkena musibah adalah tindakan. PNBK ini kita jalankan, kita manfaatkan momentumnya untuk membantu saudara kita di NTT,” ujarnya.


Sebelum rangkaian parade dimulai, masyarakat diajak menundukkan kepala untuk mendoakan saudara sebangsa yang sedang mengalami musibah. Doa dipanjatkan bersama oleh pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu dalam semangat persaudaraan..

Salah seorang warga, Dedi (41), mengatakan dirinya tertarik ikut berdonasi setelah mengetahui PNBK juga membuka ruang untuk bantuan kemanusiaan.“Kita datang memang mau lihat acara, tapi kalau sekaligus bisa ikut membantu saudara yang kena musibah, ya kenapa tidak. 

Sedikit dari kita mudah-mudahan berarti buat mereka,” katanya.

( GEOFFREY . M )


2.000 Penari Muda Ramaikan PNBK Jilid III, Budaya Jadi Panggung Kreativitas Generasi Bekasi

2.000 Penari Muda Ramaikan PNBK Jilid III, Budaya Jadi Panggung Kreativitas Generasi Bekasi

Agustus 30, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM  ,--

Minggu 30 Agustus 2026 ,--.
KOTA. --  BEKASI  ,--  

KOTA - BEKASI – Sekitar 2.000 penari dari unsur sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sanggar tari Kota Bekasi tampil dalam Tari Massal Ronggeng Menor pada Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid III, Minggu (30/8/2026).


Penampilan kolosal tersebut menjadi salah satu sajian utama dalam rangkaian PNBK yang berlangsung di kawasan CFD Jalan Ahmad Yani.
Ribuan penari tampil bersama membawa suasana berbeda di tengah keramaian warga yang sejak pagi memenuhi kawasan CFD. 
.
Rundown kegiatan mencatat Tari Massal Ronggeng Menor melibatkan sekitar 2.000 penari dan menjadi bagian dari rangkaian parade PNBK.Wali Kota Bekasi 

Tri Adhianto mengatakan keterlibatan anak-anak dan generasi muda menjadi salah satu kekuatan utama PNBK.
“Saya justru senang melihat anak-anak kita tampil. 

Mereka punya ruang untuk menunjukkan kemampuan, bertemu dengan teman-temannya dan mengenal budaya. Ini yang harus terus kita berikan,” ujar Tri.


Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui seremoni. Anak-anak harus diberikan kesempatan untuk mengalami langsung proses berkesenian.
“Budaya akan terus hidup kalau ada yang mau mempelajari, menampilkan dan menikmatinya. 

Karena itu generasi muda harus mendapatkan panggung,” katanya.
Selain Tari Ronggeng Menor, PNBK juga menghadirkan penyanyi cilik asal Bekasi, Annisa Dalimunthe, yang membawakan lagu “Merah Putih Gemilang”. 

.
Dalam rundown disebutkan Annisa merupakan penyanyi dan model cilik asal Bekasi yang pernah tampil dalam sejumlah ajang internasional.Ruang kreativitas juga terlihat dari keterlibatan berbagai sanggar dan komunitas seni. 

Salah satunya Sanggar Mekar Muda yang menampilkan Tari Bebeg, serta Sanggar Wayang Ajen yang membawa Wayang Jumbo berukuran sekitar empat meter.Seorang peserta Tari Ronggeng Menor, Aulia (13), mengaku senang bisa tampil di hadapan masyarakat.“Awalnya deg-degan karena yang nonton banyak. Tapi pas musik mulai, jadi semangat. 

Senang bisa tampil bareng teman-teman,” katanya.
Tri berharap momentum tersebut membuat anak-anak Kota Bekasi semakin percaya diri untuk berkarya.“Kita ingin anak-anak Bekasi tumbuh sebagai generasi yang mengenal budayanya, tetapi juga berani tampil dan berkarya. Panggungnya harus kita siapkan,” tutur Tri.

( GEOFFREY . M )


Ribuan Warga Padati PNBK, Pelaku UMKM dan Pedagang CFD Ikut Ketiban Rezeki

Ribuan Warga Padati PNBK, Pelaku UMKM dan Pedagang CFD Ikut Ketiban Rezeki

Agustus 30, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Minggu 30 Agustus 2026 --
KOTA  --  BEKASI ,--

PNBK Jilid III Jadi Panggung Budaya Sekaligus Penggerak Ekonomi Warga Bekasi*KOTA BEKASI – Ramainya Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid III di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Minggu (30/8/2026), turut menggerakkan aktivitas ekonomi warga.Sejak pagi, ribuan masyarakat memadati kawasan CFD untuk menyaksikan parade budaya dan berbagai pertunjukan seni. 

Keramaian tersebut ikut memberi peluang bagi pedagang makanan dan minuman, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa yang terlibat dalam kebutuhan peserta acara.Pergerakan ekonomi juga muncul dari kebutuhan para peserta parade, mulai dari sewa pakaian adat, jasa tata rias, perlengkapan pertunjukan, dokumentasi hingga transportasi. 

Sementara warga yang datang turut berbelanja makanan, minuman dan berbagai kebutuhan selama berada di kawasan acara.Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan sebuah kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar secara langsung menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.“Ketika warga berkumpul, pasti ada aktivitas ekonomi yang ikut bergerak.

Ada yang menyewa kostum, menggunakan jasa rias, membeli makanan, minuman sampai produk UMKM. Artinya, keramaian ini juga membawa rezeki bagi warga,” ujar Tri
.Menurut Tri, kegiatan di ruang publik perlu memberi manfaat yang lebih luas, termasuk membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk ikut tumbuh.“Kita ingin kegiatan seperti ini manfaatnya dirasakan banyak pihak. 

Seniman punya panggung, anak-anak punya ruang berkarya, masyarakat punya hiburan, dan pedagang juga mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan pendapatannya,” katanya.

Salah seorang pedagang makanan di sekitar CFD, Dedi (41), mengaku jumlah pembeli meningkat dibandingkan CFD biasanya.“Dari pagi sudah ramai. 

Banyak yang habis lihat parade kemudian beli minum atau sarapan. Hari ini lumayan ramai,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan sejumlah pelaku usaha yang menyediakan kebutuhan peserta parade. 
.
Kehadiran ratusan peserta dari berbagai kontingen membuat kebutuhan kostum, tata rias dan perlengkapan pertunjukan ikut meningkat.

PNBK Jilid III menjadi salah satu contoh bagaimana kegiatan budaya dapat menciptakan efek berantai bagi masyarakat, mulai dari pelaku seni, pekerja kreatif hingga pedagang dan UMKM yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

( GEOFFREY.  M )


PNBK Jilid III Banjiri CFD Ahmad Yani, Ribuan Warga Tumpah Ruah Saksikan Parade Budaya Nusantara

PNBK Jilid III Banjiri CFD Ahmad Yani, Ribuan Warga Tumpah Ruah Saksikan Parade Budaya Nusantara

Agustus 30, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Minggu 30 Agustus 2026 ,--
KOTA -- BEKASI  ,---


KOTA - BEKASI – Suasana Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Minggu (30/8/2026) pagi, berubah menjadi panggung budaya Nusantara. Sejak sekitar pukul 07.00 WIB, 

kawasan CFD dipadati masyarakat yang antusias menyaksikan Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid III. 

.
Sebelum dimulainya acara, Pemkot Bekasi menggelar doa bersama dengan melibatkan enam pemuka agama untuk mendoakan masyarakat terdampak pada bencana NTT dan Kalimantan.

PNBK Jilid III mengusung tema Bekasi Jawara (Jaga dan Rawat Budaya Nusantara). Pawai menghadirkan beragam pakaian adat, pertunjukan seni, musik tradisional, hingga atraksi budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap kontingen membawa karakter budaya masing-masing dan tampil di tengah keramaian CFD.

Selain parade, suasana semakin semarak dengan kirab Bendera Merah Putih sepanjang 100 meter yang melibatkan sekitar 200 peserta, penampilan Drum Band Gita 

Jata Wiratama PTDI-STTD, serta kehadiran kereta kencana yang membawa Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama istri dan Wakil Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe bersama istri.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah penampilan Tari Massal Ronggeng Menor yang melibatkan sekitar 2.000 penari dari unsur SD, SMP dan sanggar di Kota Bekasi.

Penampilan kolosal tersebut menjadi salah satu titik yang membuat warga berhenti berolahraga dan berkumpul di sepanjang jalur parade untuk menyaksikan pertunjukan.Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan antusiasme masyarakat menjadi energi utama dalam pelaksanaan PNBK Jilid III.

“Saya melihat pagi ini warga datang dengan antusias. Ada yang datang untuk olahraga, ada yang sengaja ingin melihat parade, ada yang membawa anak-anak. Ini yang kita inginkan, ruang publik kita hidup dan masyarakat bisa menikmati kotanya,” ujar Tri.

Menurut Tri, PNBK dirancang sebagai ruang perjumpaan. Masyarakat bisa melihat langsung bahwa budaya Indonesia sangat beragam dan sebagian besar masih hidup di tengah masyarakat Kota Bekasi.“Ketika ribuan orang berkumpul dan menikmati acara , yang kita bangun sebenarnya bukan hanya pertunjukannya. Kita sedang membangun rasa cinta terhadap keanekaragaman dan pelestarian budaya,” katanya.

Ragam pertunjukan yang hadir juga menunjukkan luasnya representasi budaya dalam PNBK Jilid III. Mulai dari Tari 

Tor Tor dan Loncat Batu Nias, Tari Piring dan Indang Badindang, Ngarak Barong Bekasi, Reog Ponorogo, hingga Cakalele dan berbagai pakaian adat Nusantara.

Salah seorang warga, Rina (34), mengaku sengaja datang bersama keluarganya karena ingin melihat parade dari dekat.“Biasanya CFD buat olahraga dan cari sarapan. 

Hari ini anak-anak malah lebih semangat lihat pakaian adat sama tari-tariannya. Ramai banget,” ujarnya.

Di tengah kemeriahan tersebut, PNBK Jilid III juga menjadi momentum aksi kemanusiaan. Bersama warga pemkot Bekasi berhasil menghimpun dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa kegembiraan dan kepedulian dapat berjalan bersama.“Hari ini kita bergembira bersama, menikmati budaya Nusantara, tetapi kita juga ingat saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Alhamdulillah, kekuatan gotong royong bersama masyarakat Bekasi bisa membantu meringankan beban mereka,” tutupnya.

( GEOFFREY .M )


Wali Kota Bekasi Apresiasi Penampilan Wayang Ajen, Turut Meriahkan Malam Pembuka PNBK Jilid III di Plaza Patriot

Wali Kota Bekasi Apresiasi Penampilan Wayang Ajen, Turut Meriahkan Malam Pembuka PNBK Jilid III di Plaza Patriot

Agustus 29, 2026
SIMAK BERITA NEWS .CIOM ,--

Minggu 30 Agustus 2026 ,--
KOTA -- BEKASI ,,--
.
KOTA - BEKASI – Rangkaian kegiatan PNBK Jilid III mulai berlangsung dengan pertunjukan seni budaya di Plaza Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Sabtu (29/8/2026) . 

Malam. Sehari sebelum acara utama digelar, masyarakat disuguhkan penampilan Wayang Ajen, sanggar seni wayang asal Kota Bekasi yang telah membawa kesenian daerah hingga ke panggung internasional.

Pertunjukan Wayang Ajen menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat. 

Tidak hanya menampilkan seni wayang, pertunjukan tersebut juga memadukan unsur tari dan seni pertunjukan sehingga memberikan pengalaman yang menarik bagi para penonton.

Wayang Ajen sendiri dikenal sebagai salah satu sanggar seni dari Kota Bekasi yang terus mengembangkan dan memperkenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat luas. 

.
Kiprahnya bahkan telah sampai ke tingkat internasional melalui berbagai penampilan seni wayang dan tari.Tri hadir langsung untuk menyambut para pelaku seni sekaligus membuka penampilan Wayang Ajen dalam rangkaian PNBK Jilid III. 

Ia memberikan apresiasi atas konsistensi para seniman dalam menjaga keberadaan seni tradisional di tengah perkembangan zaman.“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Wayang Ajen yang terus membawa nama Kota Bekasi melalui seni dan budaya. 
.
Penampilan seperti ini membuktikan bahwa kita memiliki talenta dan kekayaan budaya yang harus terus dijaga serta diperkenalkan kepada masyarakat luas,” ujar Tri.

Menurutnya, kegiatan seni dan budaya juga dapat menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal sekaligus mencintai kebudayaan daerah. 

Pemerintah Kota Bekasi akan terus memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk berkarya dan tampil di berbagai kegiatan.“Kami ingin Plaza Patriot menjadi ruang yang bisa dinikmati semua masyarakat, 

termasuk menjadi panggung bagi seniman lokal untuk menunjukkan kreativitasnya. Mudah-mudahan semakin banyak anak muda yang tertarik mempelajari dan mengembangkan seni budaya yang kita miliki,” katanya.

Pertunjukan Wayang Ajen berlangsung meriah dengan antusiasme penonton yang terus berdatangan. Suasana semakin ramai karena 

kegiatan berlangsung pada malam minggu, ketika Plaza Patriot Candrabhaga menjadi salah satu lokasi favorit masyarakat Kota Bekasi untuk berkumpul dan menikmati waktu bersama keluarga maupun teman.

Kehadiran Wayang Ajen dalam rangkaian PNBK Jilid III sekaligus menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa seni tradisional tetap memiliki tempat di tengah masyarakat. Acara berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari warga yang hadir hingga pertunjukan berakhir.

( GEOFFREY. M ).

Abdul Harris Bobihoe Hadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 di Bali

Abdul Harris Bobihoe Hadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 di Bali

Agustus 29, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Sabtu 29 Agustus 2026 ,--
BANDUNG - JABAR ,--

BADUNG – Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menghadiri Acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Jawa-Bali yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Jumat (28/8) malam.

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat mengevaluasi sekaligus memberikan apresiasi terhadap kinerja pemerintah daerah.

Penilaian terutama diarahkan pada capaian pemerintah daerah dalam menyediakan pelayanan dasar yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dan kehidupan masyarakat.

Dalam acara tersebut, Abdul Harris Bobihoe turut mengikuti rangkaian kegiatan dan mendengarkan arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian setelah prosesi penyerahan penghargaan kepada sejumlah pemerintah daerah.
.
Sementara itu, penghargaan yang diberikan dalam ajang tersebut mencakup empat kategori utama. Keempatnya meliputi Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri, Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan, Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, serta Implementasi Program 3 Juta Rumah.

Menurut Kemendagri, pemberian penghargaan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mengapresiasi pemerintah daerah yang berhasil mencapai kinerja tertentu.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, kegiatan tersebut juga dirancang sebagai wadah untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga terkait.“Penyelenggaraan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi tidak hanya dimaksudkan sebagai kegiatan pemberian penghargaan. 

Ajang ini juga menjadi ruang kolaborasi antara Kemendagri dan kementerian serta lembaga lain untuk mendorong pencapaian target pembangunan di daerah.” Ujar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian..

Lebih lanjut, Kemendagri membuka kesempatan bagi kementerian dan lembaga lain untuk memanfaatkan ajang tersebut dalam memberikan dukungan maupun penghargaan sesuai program dan bidang masing-masing.

Dengan demikian, kegiatan apresiasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian penghargaan. 

Sebaliknya, ajang itu dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan berbagai agenda pembangunan.

Selain itu, unsur kolaborasi juga diterapkan dalam proses penilaian kinerja pemerintah daerah. 

Penilaian tidak hanya melihat aspek administratif, tetapi juga mempertimbangkan hasil nyata yang dirasakan masyarakat.Kemendagri menegaskan bahwa pemerintah daerah dituntut mampu menunjukkan kinerja yang terukur sekaligus menghadirkan berbagai terobosan dalam pelayanan publik.“Pemerintah daerah tidak hanya dinilai dari kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah pusat, tapi juga berdasarkan capaian konkret serta inovasi yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.” Tegasnya.

Karena itu, apresiasi tersebut menjadi salah satu sarana untuk mendorong pemerintah daerah agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Di sisi lain, keterlibatan pemerintah daerah dalam kegiatan regional Jawa-Bali juga menjadi bagian dari upaya membangun pertukaran pengalaman mengenai berbagai praktik pelayanan publik dan inovasi pembangunan.

Melalui forum tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat saling belajar mengenai kebijakan, inovasi, serta strategi yang telah diterapkan untuk menjawab persoalan masyarakat di masing-masing wilayah.

Pada akhirnya, pemberian apresiasi diharapkan mampu mendorong terciptanya pemerintahan daerah yang semakin responsif, inovatif, dan berorientasi pada hasil.

Dengan pendekatan tersebut, penghargaan bukan hanya menjadi bentuk pengakuan atas prestasi, tetapi juga menjadi pemicu bagi daerah untuk terus memperbaiki kualitas tata kelola dan pelayanan publik.
 Nara sumber dari Diskominfo standy kota Bekasi ( Red )
PNBK Jilid III, Selain Gelaran Kebudayaan Juga Sebagai Aksi Sosial

PNBK Jilid III, Selain Gelaran Kebudayaan Juga Sebagai Aksi Sosial

Agustus 29, 2026
SIMAK BERITA NEWS COM 
 
Sabtu 25 Agustus 2026 ,--
KOTA. --  BEKASI ,--

Kota Bekasi - Setelah sempat tertunda, kemeriahan Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid III kembali hadir dan akan menjadi bagian dari rangkaian Car Free Day (CFD) Ahmad Yani, Minggu, 30 Agustus 2026.

Beragam pesona kebudayaan Nusantara akan menghiasi jalannya CFD melalui pawai yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.Setiap barisan OPD akan tampil dengan mengenakan pakaian khas daerah Nusantara sekaligus menampilkan berbagai unsur kebudayaan yang menjadi identitas daerah masing-masing.

 Kehadiran pawai tersebut diharapkan tidak hanya menambah kemeriahan CFD, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan dan merawat keberagaman budaya Indonesia.

Rangkaian pawai akan diawali dengan kirab Bendera Merah Putih sepanjang 100 meter. Sekitar 200 peserta akan terlibat dalam membawa bendera tersebut, 

yang akan diperkuat dengan kehadiran pasukan defile Paskibraka Kota Bekasi serta penampilan drum band dari pasukan STTD.Dari Plaza Pemerintah Kota Bekasi,

 seluruh rangkaian pawai akan bergerak menuju panggung kehormatan di Plaza Patriot Chandrabaga. 

Pawai tersebut nantinya akan disaksikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama jajaran Pemerintah Kota Bekasi.Kemeriahan PNBK Jilid III juga akan semakin terasa dengan keikutsertaan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama istri, serta Wakil Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe bersama istri. Keduanya akan turut dalam barisan pawai dengan menaiki kereta kencana dan mengenakan kostum khas Nusantara.

Tidak hanya menghadirkan hiburan dan pertunjukan kebudayaan, PNBK Jilid III juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian sosial. Dalam kegiatan tersebut akan digelar aksi penggalangan dana bagi masyarakat yang terdampak bencana di Indonesia.Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, semangat PNBK tahun ini ingin dibawa lebih jauh. 

Masyarakat diajak menikmati keberagaman budaya Indonesia sekaligus menjadikan momentum berkumpul sebagai kesempatan untuk berbagi dan peduli kepada saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.

Menurut Tri, budaya dan kepedulian sosial memiliki nilai yang sama-sama penting dalam membangun kehidupan masyarakat. 

Kebersamaan yang tercipta dalam sebuah kegiatan publik diharapkan dapat melahirkan energi positif yang kemudian diwujudkan dalam aksi nyata.“Selain tentang penampilan keanekaragaman budaya, kita juga ingin menunjukkan bahwa ketika ada saudara kita yang membutuhkan, kita bisa hadir dan bergerak bersama, karna gotong royong masih menjadi kekuatan kita,” katanya.

Semangat kebersamaan menjadi pesan utama dalam kegiatan ini. PNBK Jilid III diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat Kota Bekasi untuk menikmati keberagaman budaya sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap sesama.

Melalui semangat Bekasi Keren, kebudayaan, nasionalisme, kebersamaan, dan kepedulian sosial akan berpadu dalam satu rangkaian kegiatan yang mewarnai CFD Ahmad Yani.

( GEOFFREY M )