JPO di Jalan Juanda sebagai Upaya Urai Kemacetan Kawasan Stasiun Bekasi, Wali Kota : Tiga Bulan Akan Rampung
Jajaki Kerjasama Di Berbagai Bidang, Pemerintah Kota Susaki Jepang Kunjungi Kota Bekasi
Dua Hari Operasi Keselamatan Siginjai 2026 Berjalan, Polres Merangin Kedepankan Teguran Humanis

Sekda Endin Samsudin: 7.000 Perusahaan di Bekasi Jadi Peluang Besar Bagi Koperas
# PemerintahSekda Endin Samsudin: 7.000 Perusahaan di Bekasi Jadi Peluang Besar Bagi Kope
SIMAK BERITA NEWS . CIOM ,--CIKARANG UTARA - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bekasi yang digelar di Hotel Antero Jababeka, Rabu (7/1/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan peran koperasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Sekda Endin Samsudin mengungkapkan bahwa jumlah koperasi di Kabupaten Bekasi saat ini mencapai seribu lebih, namun yang aktif baru sekitar 800 koperasi, sementara sekitar 300 koperasi lainnya masih tidak aktif. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah agar koperasi dapat berperan optimal sebagai pilar ekonomi kerakyatan.
"Saya minta tadi kepada pengurus terpilih nanti, yang 300 koperasi itu bisa diaktifkan kembali. Ini penting karena potensi kita sangat besar,” ujarnya.
Ia menekankan, Kabupaten Bekasi memiliki kekuatan ekonomi yang luar biasa dengan keberadaan sekitar 7.000 perusahaan. Menurutnya, apabila satu perusahaan saja dapat bersinergi dengan satu koperasi, maka dampaknya akan sangat signifikan bagi penguatan ekonomi masyarakat.
“Bayangkan kalau satu perusahaan saja bermitra dengan satu koperasi, itu sudah luar biasa. Ini saya harapkan menjadi program kerja ke depan bagi pengurus Dekopinda yang baru,” tegasnya.
Sekda juga menyampaikan komitmen Pemerintah Daerah untuk mendukung kelembagaan koperasi, termasuk kemungkinan penyediaan kantor sekretariat Dekopinda meAlalui mekanisme pinjam pakai atau pemanfaatan aset daerah yang memungkinkan.
“Nanti kita bicarakan, mungkin kita carikan kantor yang bisa dimanfaatkan. Melalui dinas terkait, saya minta untuk difasilitasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Endin Samsudin menilai kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan Dekopinda sangat strategis, terlebih dengan hadirnya Koperasi Merah Putih yang berada di bawah naungan Dekopinda.
Menurutnya, hal ini justru akan menambah potensi pengembangan koperasi di Kabupaten Bekasi.
“Saya kira kolaborasi ini sangat bagus. Koperasi Merah Putih juga di bawah Dekopinda, dan ini tentu menambah potensi koperasi kita,” katanya.
Ia juga mengatakan, adanya program strategis nasional, seperti MBG, yang dinilainya sebagai peluang besar untuk meningkatkan skala usaha dan daya saing koperasi di daerah.
“Dengan adanya program strategis nasional seperti MBG, itu salah satu peluang untuk meningkatkan usaha koperasi. Tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan baik,” katanya.
Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bekasi, Toto Iskandar, menegaskan bahwa Musda kali ini mengangkat isu-isu strategis nasional, salah satunya terkait pencanangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) oleh Presiden Republik Indonesia.
“Musda hari ini membawa isu strategis, salah satunya adalah program nasional Koperasi Desa Merah Putih. Kami di Dekopinda akan bahu-membahu bersama Dinas Koperasi untuk memberikan pengarahan kepada para pengurus KDMP agar segera berkoordinasi dengan Dekopinda dan pemerintah daerah,” ujar Toto.
Ia menyampaikan, langkah awal yang menjadi fokus Dekopinda ke depan adalah mendorong percepatan pembangunan gerai dan kantor Koperasi Desa Merah Putih di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi agar koperasi desa dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menjawab tantangan terbesar koperasi, Toto mengakui bahwa persoalan digitalisasi dan regenerasi masih menjadi pekerjaan rumah utama. Menurutnya, selama ini koperasi masih kerap dipersepsikan sebagai lembaga ekonomi yang dikelola oleh kalangan usia lanjut.
“Tantangan terbesar saat ini adalah digitalisasi. Koperasi sering dianggap hanya untuk orang-orang yang sudah sepuh. Padahal ke depan, koperasi harus diisi oleh kaum muda atau generasi Z agar koperasi layak diperhitungkan dan mampu bersaing dengan perusahaan swasta maupun BUMN,” tegasnya.
Untuk itu, Dekopinda Kabupaten Bekasi akan berkoordinasi intensif dengan Dinas Koperasi dan UKM guna mendorong keterlibatan generasi muda sebagai anggota sekaligus penggerak koperasi.( FjR )
