Pemkot Bekasi Perkuat Soliditas Camat dan Lurah untuk Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat

Pemkot Bekasi Perkuat Soliditas Camat dan Lurah untuk Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat

Juli 18, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Sabtu 18 Juli 2026 ,--
KOTA -- BEKASI ,--

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menghadiri sekaligus memberikan arahan dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Camat dan Lurah se-Kota Bekasi beserta Aparatur Kewilayahan Tahun 2026 yang mengusung tema “Menuju Kelurahan dan Kecamatan yang Solid, Harmonis, dan Inovatif dalam Melayani Masyarakat serta Menjaga Kondusivitas Wilayah”, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, seluruh camat dan lurah se-Kota Bekasi, serta aparatur kewilayahan. 

Selain itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman turut memberikan arahan melalui Zoom Meeting karena berhalangan hadir secara langsung..

Dalam sambutannya, Tri Adhianto menegaskan bahwa camat, lurah, beserta seluruh aparatur kewilayahan merupakan ujung tombak Pemerintah Kota Bekasi yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, kesiapan, kecepatan, dan ketepatan dalam memberikan pelayanan harus terus ditingkatkan agar kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

Menurutnya, tantangan pelayanan publik semakin kompleks sehingga aparatur dituntut memiliki kemampuan beradaptasi, bekerja sama, dan menghadirkan berbagai inovasi dalam menyelesaikan persoalan di wilayah masing-masing.“Camat, lurah, dan seluruh aparatur kewilayahan adalah wajah Pemerintah Kota Bekasi di tengah masyarakat. 

Karena itu, saya ingin seluruh jajaran selalu hadir dengan pelayanan yang cepat, responsif, dan mampu memberikan solusi atas setiap persoalan yang dihadapi warga,” ujar Wali Kota Bekasi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dan koordinasi antarperangkat daerah agar setiap program pemerintah dapat berjalan secara efektif hingga ke tingkat lingkungan. 

Menurutnya, kekompakan antaraparatur menjadi modal utama dalam menciptakan wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif.Selain membahas peningkatan kualitas pelayanan, 

Tri memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus meningkatkan kompetensi, integritas, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. .

Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan Kota Bekasi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kualitas pelayanan yang diberikan aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan.“Mari kita bangun budaya kerja yang solid, harmonis, dan penuh inovasi. Jadilah aparatur yang mampu mendengar, memahami, dan menyelesaikan persoalan masyarakat dengan hati. Kepercayaan masyarakat akan tumbuh ketika pelayanan yang kita berikan semakin baik dari hari ke hari,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman melalui Zoom Meeting mengajak seluruh aparatur kewilayahan untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menjaga stabilitas wilayah sebagai bagian dari pelayanan publik yang berkualitas.Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan interaktif. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian materi dengan antusias sebagai bekal dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan, manajemen pemerintahan, serta pelayanan kepada masyarakat.Melalui kegiatan peningkatan kapasitas ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap seluruh camat, lurah, dan aparatur kewilayahan semakin siap menghadapi berbagai tantangan pembangunan. 

Dengan soliditas, keharmonisan, dan semangat inovasi yang terus diperkuat, pelayanan publik di Kota Bekasi diharapkan semakin cepat, adaptif, dan mampu memberikan kepuasan bagi masyarakat sekaligus menjaga kondusivitas wilayah secara berkelanjutan.
( Adv Discominfo Standy Kota Bekasi )
Wali Kota Bekasi Apresiasi KORMI Kota Bekasi, Siap Ukir Prestasi Lebih Tinggi di Kancah Nasional

Wali Kota Bekasi Apresiasi KORMI Kota Bekasi, Siap Ukir Prestasi Lebih Tinggi di Kancah Nasional

Juli 18, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Sabtu. 18 Juli 2026 ,--
KOTA --: BEKASI ,--

Kota - Bekasi – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menghadiri kegiatan Musyawarah Kota (Muskot) III Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Bekasi yang diselenggarakan di Gedung Islamic Center, Bekasi Selatan, Sabtu (18/7/2026).

 Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi, menyusun program kerja, sekaligus memperkuat komitmen KORMI dalam mengembangkan olahraga masyarakat di Kota Bekasi.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua KORMI Kota Bekasi periode 2022–2026, 

Wiwiek Hargono, menyampaikan laporan pertanggungjawaban serta memaparkan berbagai capaian yang berhasil diraih selama masa kepemimpinannya. 

Beragam program pembinaan olahraga rekreasi, peningkatan partisipasi masyarakat, hingga raihan prestasi di tingkat provinsi menjadi bagian dari perkembangan positif KORMI Kota Bekasi selama empat tahun terakhir.

Dalam sambutannya, Tri Adhianto menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh pengurus KORMI yang telah berkontribusi dalam memajukan olahraga masyarakat.

 Menurutnya, olahraga rekreasi memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang sehat, aktif, produktif, sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

Ia juga mengapresiasi pencapaian KORMI Kota Bekasi yang berhasil membawa nama daerah meraih peringkat ketiga se-Jawa Barat pada Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) Jawa Barat VII. Prestasi tersebut dinilai sebagai hasil kerja keras seluruh pengurus, komunitas olahraga, dan para pegiat olahraga rekreasi yang terus berkomitmen mengharumkan nama Kota Bekasi.“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran KORMI yang telah bekerja dengan penuh semangat. 

Prestasi yang berhasil diraih hingga membawa Kota Bekasi menempati peringkat ketiga di Jawa Barat merupakan kebanggaan kita bersama dan harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” ujar Tri Adhianto.

Tri berharap kepengurusan KORMI ke depan mampu melanjutkan berbagai program yang telah berjalan dengan baik sekaligus menghadirkan inovasi baru agar olahraga masyarakat semakin diminati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, olahraga rekreasi bukan hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi sarana membangun pola hidup sehat, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.“Saya berharap KORMI terus menjadi wadah yang mampu menyatukan berbagai komunitas olahraga masyarakat. 

Mari kita jadikan olahraga sebagai budaya hidup sehat sekaligus media untuk melahirkan prestasi yang membanggakan, sehingga Kota Bekasi semakin maju, semakin keren, dan semakin banyak mengukir prestasi di tingkat regional maupun nasional,” tambahnya.

Tri juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi dan komunitas. 

Dukungan tersebut diharapkan mampu memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga sekaligus mencetak lebih banyak prestasi di berbagai ajang kompetisi.

Kegiatan Musyawarah Kota III KORMI berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Selain menjadi forum evaluasi organisasi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara KORMI dan Pemerintah Kota Bekasi dalam membangun masyarakat yang sehat, aktif, dan berprestasi.Dengan semangat kolaborasi tersebut, diharapkan KORMI Kota Bekasi mampu terus menjadi penggerak olahraga masyarakat sekaligus membawa nama Kota Bekasi meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.
( Adv Discominfo Standy Kota Bekasi )
Final Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Persatuan Warga Bekasi, DPRD Dukung Spanyol, KADIN Tak Persoalkan Siapa Juara, UMKM Diprediksi Panen Cuan

Final Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Persatuan Warga Bekasi, DPRD Dukung Spanyol, KADIN Tak Persoalkan Siapa Juara, UMKM Diprediksi Panen Cuan

Juli 18, 2026
SIMAK BERITA NEWS , COM ,--

Sabtu  18 Juli 2026 ,--
KOTA - BEKASI ,--

KOTA - BEKASI — Menjelang partai puncak Piala Dunia FIFA 2026 yang mempertemukan dua kekuatan sepak bola dunia, Spanyol dan Argentina, suasana di Kota Bekasi mulai menunjukkan geliat yang berbeda. 
.
Aroma kompetisi memang terasa, namun hasil penelusuran di lapangan justru memperlihatkan bahwa yang sedang dipersiapkan bukan sekadar pesta sepak bola, melainkan sebuah pesta rakyat yang mempertemukan seluruh elemen masyarakat tanpa sekat.

Wartawan yang melakukan pemantauan sejak beberapa hari terakhir di kawasan Plaza Patriot Chandrabhaga menemukan aktivitas para pedagang, pelaku UMKM, hingga komunitas sepak bola lokal mulai bersiap menyambut ribuan warga yang diperkirakan akan memadati lokasi Festival Rakyat Nusantara 2026 sekaligus agenda nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi bersama Pemerintah Kota Bekasi, Kodim 0507/Bekasi dan Polres Metro Bekasi 

 Kota.Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (19/7/2026) mulai pukul 21.00 WIB hingga pertandingan usai dini hari itu diperkirakan menjadi salah satu agenda publik terbesar di Kota Bekasi sepanjang tahun ini.Di balik rivalitas 

Spanyol dan Argentina yang memancing perdebatan seru di kalangan pecinta sepak bola, muncul pemandangan menarik. Para tokoh daerah ternyata memiliki pilihan yang berbeda, namun justru memperlihatkan kedewasaan dalam menyikapi sebuah pertandingan olahraga.

Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, misalnya, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Timnas Spanyol. 

Bahkan ia memastikan akan hadir mengenakan jersey La Furia Roja saat menghadiri nobar tersebut.

Menurut Sardi, setelah Argentina berhasil mengangkat trofi pada Piala Dunia 2022, kini saatnya Spanyol kembali merebut mahkota sepak bola dunia.> _"Piala Dunia 2022.

 Argentina sudah juara. Sekarang saatnya Spanyol yang mengangkat trofi Piala Dunia 2026," ujar Sardi._

Baginya, kekuatan Spanyol terletak pada permainan kolektif yang merata di seluruh lini, bukan hanya bertumpu pada satu pemain bintang. Konsistensi itulah yang menurutnya membuat Spanyol layak menjadi juara.

Namun perbedaan pilihan itu sama sekali tidak menjadi penghalang bagi semangat kebersamaan yang ingin dibangun dalam Festival Rakyat Nusantara.Di sisi lain, Ketua KADIN Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar (QRS) justru mengaku lebih menyukai gaya permainan Argentina. 

Akan tetapi, setelah dikonfirmasi lebih lanjut, QRS menegaskan bahwa isu mengenai analisis kekuatan Argentina yang beredar sebelumnya bukan merupakan pernyataan resminya.Ulasan mengenai Lionel Messi, Lautaro Martinez, Enzo Fernandez, Rodrigo De Paul hingga Emiliano Martinez, kata QRS, hanyalah hasil diskusi sejumlah pengurus KADIN yang memang memiliki hobi sebagai pengamat sepak bola selama perhelatan Piala Dunia berlangsung.> _"Yang penting bukan siapa yang juara. Yang paling penting adalah bagaimana seluruh warga Bekasi bisa berkumpul, tertawa bersama, menikmati pertandingan kelas dunia dan memperkuat rasa persaudaraan. 

Momentum seperti ini yang harus dicatat," ujar QRS._Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas bahwa bagi KADIN Kota Bekasi, Final Piala Dunia hanyalah media pemersatu.Esensi utamanya adalah mempertemukan pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, komunitas, pelaku UMKM hingga masyarakat umum dalam satu ruang kebersamaan.Dokumen undangan resmi KADIN Kota Bekasi Nomor 032/DP/VII/2026 tertanggal 15 Juli 2026 juga memperlihatkan semangat yang sama.Festival Rakyat Nusantara dirancang bukan semata-mata sebagai acara hiburan, tetapi menjadi ruang memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha dan masyarakat.Hasil penelusuran di lapangan bahkan menunjukkan dampak ekonomi dari rangkaian nobar Piala Dunia sudah mulai dirasakan para pedagang jauh sebelum partai final berlangsung.Seorang pedagang kopi keliling asal Teluk Pucung yang ditemui wartawan di sekitar Plaza Patriot mengaku penjualannya meningkat setiap kali digelar nobar pertandingan Piala Dunia.> _"Alhamdulillah, yang pesan kopi banyak, Bang. Rezeki anak saleh selama ada nobar Piala Dunia," ujarnya sambil melayani pembeli._Tidak hanya pedagang kopi keliling, sejumlah pedagang makanan dan minuman yang sehari-hari berjualan di sekitar Plaza Patriot juga mengaku omzet mereka meningkat dibanding hari-hari biasa.

Mereka optimistis partai final Spanyol melawan Argentina akan menjadi puncak lonjakan pengunjung sehingga penjualan diperkirakan bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat.

Prediksi tersebut sejalan dengan perhitungan Ketua KADIN Kota Bekasi.Menurut QRS, kegiatan nobar bukan hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen ekonomi kerakyatan yang mampu menggerakkan transaksi UMKM dalam waktu singkat.> _"Nobar Final Piala Dunia adalah bukti nyata sinergi pemerintah daerah, dunia usaha, aparat keamanan dan masyarakat. 

Kalau warga berkumpul, ekonomi ikut bergerak. UMKM yang paling pertama merasakan manfaatnya," kata QRS._Optimisme serupa juga disampaikan Ketua DPRD Kota Bekasi. Menurut Sardi, Festival Rakyat Nusantara memiliki nilai strategis karena mampu menghadirkan hiburan publik sekaligus membuka ruang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Bekasi untuk hadir dan bersama-sama memeriahkan kegiatan tersebut.> _"Saya berharap momentum ini semakin menumbuhkan perekonomian Kota Bekasi. 

Mari kita ramaikan Festival Rakyat Nusantara," ajak Sardi._Apabila tidak ada perubahan jadwal, kegiatan nobar Final Piala Dunia FIFA 2026 akan dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe, Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi, Komandan Kodim 0507/Bekasi Kolonel Arm Krisrantau Hermawan, Kapolres Metro Bekasi Kota beserta jajaran, pengurus KADIN Kota Bekasi, tokoh masyarakat, pelaku usaha, komunitas sepak bola serta ribuan warga dari berbagai penjuru Kota Bekasi.Pada akhirnya, siapa pun yang mengangkat trofi di Stadion nanti hanyalah bagian dari sejarah sepak bola dunia. 

Namun bagi Kota Bekasi, malam Final Piala Dunia 2026 diproyeksikan menjadi lebih dari sekadar pertandingan.Hal itu menjadi ruang di mana rivalitas hanya hidup selama 90 menit di layar raksasa, sementara persaudaraan, gotong royong, dan denyut ekonomi kerakyatan tetap menjadi pemenang sesungguhnya..
( Adv Discominfo Standy Kota Bekasi )


Sosialisasi Tatap Muka Gempur Rokok Ilegal Di Purwakarta Bersama Kelompok Informasi Masyarakat

Sosialisasi Tatap Muka Gempur Rokok Ilegal Di Purwakarta Bersama Kelompok Informasi Masyarakat

Juli 17, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM , --

Sabtu 18 Juli 2026 ,--
PURWAKARTA - JABAR,--

 Purwakarta- Upaya untuk memerangi penyebaran rokok ilegal di Jawa Barat, terus dilakukan melalui kagiatan Sosialisasi Tatap Muka Gempur Rokok Ilegal yang dilaksanakeun di Hotel Harper, Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Rabu (15/7/2026).

Kagiatan tersebut melibatkan unsur pemerintah, aparat panegak hukum, serta Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Jawa Barat selaku mitra strategis dalam memberikan edukasi ke masyarakat.Ketua Panitia, Ivan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyatakan, kegiatan ini mempunyai tujuan untuk memberikan pemahaman ke masyarakat mengenai bahaya, pengaruh, dan konsekuensi hukum dari penyebaran rokok ilegal."Melalui sosialisasi ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membeli, menjual, atau mengedarkan rokok ilegal, sebab selain merugikan negara juga melanggar hukum," ucapnya.

Kagiatan dibuka secara resmi oleh Kapala Satpol PP Provinsi Jawa Barat, Tulus Arifan, S.IP., M.Si. Dalam sambutannya Tulus Arifan menegaskan pentingnya sinergi antara Satpol PP, Bea Cukai, Kapolisian, dan KIM Jawa Barat, dalam memerangi penyebaran rokok ilegal..

Menurutnya, dipilihnya Purwakarta sebagai lokasi kagiatan mempunyai penilaian strategis sabab Jawa Barat dipimpin oleh Gubernur Dedi Mulyadi, yang dikenal luas oleh masyarakat serta mempunyai pengaruh besar di média sosial, sahingga berharap bisa menguatkan penyebaran informasi ke masyarakat," ungkap Tulus Arifan.

Dalam sosialisasi ini ditegaskan, bahwa menghasilkan, menawarkan, menjual, atau mengedarkan rokok tanpa pita cukai merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Taun 2007 mengenai Cukai. Pelakunya bisa dihukum penjara maksimal lima tahun dan/atau denda maksimal sepuluh kali dari nilai cukai yang seharusnya dibayar."Rokok ilegal menyebabkan bocornya penerimaan negara yang akhirnya berpengaruh dalam pembangunan. 

Oleh sebab itu edukasi ke masyarakat harus terus diperluas" kata salah seorang narasumber.

Kegiatan ini menghadirkan lima narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Kepala Kantor Bea Cukai, Polda Jawa Barat, serta perwakilan KIM Jawa Barat.
.
Dalam paparannya KIM Jawa Barat menjelaskan berbagai rintangan dan solusi dalam usaha mengurangi menyebarnya rokok ilegal. 

Selama ini KIM mendapat dukungan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat, serta kerjasama dengan Satpol PP dalam mensosialisasikan program Gempur Rokok Ilegal sampai ke masyarakat.

Dijelaskan juga, bahwa sebelumnya sosialisasi sudah dilaksanakan ke berbagai kalangan, termasuk jasa titipan dan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), sebuah organisasi yang mewadahi para petani tembakau di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di wilayah Jawa Barat.

Asosiasi ini memiliki beberapa fungsi utama:Advokasi & Perlindungan Petani: Memperjuangkan kesejahteraan petani tembakau, termasuk menyuarakan penolakan terhadap aturan atau regulasi rokok yang dinilai mengancam penyerapan hasil panen dan pendapatan petani.

Pemberdayaan Pertanian: Membantu memfasilitasi petani dengan program pemberdayaan, penyuluhan budidaya, dan akses permodalan. 

Mitra Pemerintah: Memberikan masukan terkait kebijakan tata niaga pertembakau, cukai, dan impor tembakau agar lebih berpihak pada ekonomi lokal.Sekarang kolaborasi diperluas bersama dengan KIM agar penyebaran informasi bisa mencapai masyarakat sampai ke tingkat désa dan kelurahan.

Program ini diharapkan bisa diteruskan oleh Satpol PP di seluruh kabupatén dan  kota di Jawa Barat, sampai ke tingkat kecamatan dengan pendukung anggaran DPA Satpol PP Taun 2026.

( LAELA )
DLH Kota Bekasi Respons Cepat Pengduan Bau Limbah Sisa Makanan di Sumurbatu

DLH Kota Bekasi Respons Cepat Pengduan Bau Limbah Sisa Makanan di Sumurbatu

Juli 17, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--.

Jum'at 17 Juli 2026 ,--
KOTA -- BEKASI,--

KOTA - BEKASI – Aparatur Kelurahan Sumurbatu bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi melaksanakan pemantauan lapangan intensif guna memastikan tindak lanjut penanganan masalah bau yang bersumber dari aktivitas usaha pengolahan limbah sisa makanan "Metamorfosa" di wilayah RT 001 RW 05, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kamis (16/07/2026).

Pemantauan bersama ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari proses mediasi antara perwakilan warga terdampak dengan pihak pengelola usaha yang telah dilaksanakan sebelumnya pada Senin, 13 Juli 2026 yang lalu.
.
Kegiatan peninjauan lapangan dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup serta Penegakan Hukum (PPKLHPH) DLH Kota Bekasi, Wulan Agustina, Tim Gakkum DLH Kota Bekasi, Kepala UPTD Kebersihan DLH Kecamatan Bantargebang, Deddy Iskandar, serta Kepala Seksi Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Kelurahan Sumurbatu, Feryandi. Turut mendampingi perwakilan warga, Ifan, dan perwakilan manajemen usaha "Metamorfosa", 

Yani.Berdasarkan hasil verifikasi dan pemantauan langsung di sekitar area operasional usaha, tim gabungan mencatat adanya perubahan serta penurunan intensitas bau atau aroma menyengat yang sangat signifikan dibandingkan kondisi sebelum mediasi. Upaya pembenahan teknis yang dilakukan oleh manajemen pengelola mulai menunjukkan dampak positif terhadap kenyamanan lingkungan permukiman warga.

Menanggapi hasil positif tersebut, pihak warga setempat mengapresiasi upaya perbaikan yang telah dilakukan dan berharap agar konsistensi operasional pengelolaan limbah ini dapat dipertahankan secara terus-menerus guna mencegah timbulnya kembali gangguan bau serupa di masa mendatang.

Di sisi lain, guna memastikan legalitas dan kepatuhan administratif, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi juga melakukan pemeriksaan terhadap dokumen perizinan operasional usaha "Metamorfosa". Sebagai langkah tindak lanjut pengawasan administratif, DLH Kota Bekasi menjadwalkan pertemuan khusus lanjutan untuk membahas kelengkapan izin operasional pengelolaan limbah tersebut.Sinergi pengawasan antara aparatur Kelurahan Sumurbatu, 

Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, serta peran aktif masyarakat merupakan kunci penting dalam menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup tanpa mengesampingkan iklim usaha yang bertanggung jawab demi kenyamanan serta kesehatan warga Bantargebang secara berkelanjutan.
( Adv Discominfo Standy Kota Bekasi )
Dugaan Pencemaran Lingkungan di Sumur Batu, DLH Kota Bekasi Lakukan Investigasi

Dugaan Pencemaran Lingkungan di Sumur Batu, DLH Kota Bekasi Lakukan Investigasi

Juli 17, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Jumat 17 Juli 2026 ,--
KOTA -- BEKASI ,--

Kota Bekasi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran udara yang diduga berasal dari aktivitas pembakaran arang batok untuk bahan baku briket di RT 03 RW 01, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang.

Laporan disampaikan warga yang mengeluhkan asap dari aktivitas pembakaran tersebut. 

Warga menilai asap yang dihasilkan berpotensi mengganggu kualitas udara serta kenyamanan lingkungan permukiman di sekitar lokasi.Menindaklanjuti pengaduan tersebut, DLH Kota Bekasi langsung menerjunkan tim teknis untuk melakukan investigasi lapangan.
.
 Kegiatan ini bertujuan mengumpulkan data dan informasi secara komprehensif guna memastikan kondisi sebenarnya di lokasi berdasarkan hasil pemantauan dan pengukuran.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan investigasi dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap setiap laporan masyarakat mengenai dugaan pencemaran lingkungan.“Kami telah merespons pengaduan masyarakat dengan menurunkan tim teknis ke lapangan untuk melakukan pengawasan dan pengambilan data kualitas udara di sekitar lokasi. 

Data yang diperoleh akan menjadi dasar dalam menentukan ada atau tidaknya indikasi pencemaran lingkungan secara objektif dan sesuai kaidah ilmiah,” ujar Kiswatiningsih.

Selain melakukan pemantauan kualitas udara, tim DLH juga akan memeriksa aktivitas usaha yang menjadi objek pengaduan. .

Pemeriksaan meliputi kepatuhan pelaku usaha terhadap ketentuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, termasuk pemenuhan perizinan dan pengelolaan dampak lingkungan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.Seluruh hasil pengukuran dan investigasi akan dianalisis oleh tim teknis DLH Kota Bekasi. 

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan hidup atau melebihi baku mutu yang ditetapkan, pemerintah akan menindaklanjutinya sesuai kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku.

DLH Kota Bekasi juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam menyampaikan pengaduan lingkungan. .

Menurut Kiswatiningsih, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengawasan lingkungan sehingga potensi pencemaran dapat dideteksi dan ditangani lebih dini.DLH Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk terus melaporkan apabila menemukan dugaan pencemaran lingkungan melalui saluran pengaduan resmi. 

Setiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional, objektif, dan berdasarkan hasil verifikasi di lapangan.
( Adv Discominfo Standy Kota Bekasi )
Tri Adhianto Bidik Stadion Patriot Sejajar Stadion Besar Nasional, Sport City Jadi Daya Tarik Kota Bekasi

Tri Adhianto Bidik Stadion Patriot Sejajar Stadion Besar Nasional, Sport City Jadi Daya Tarik Kota Bekasi

Juli 16, 2026

SIMAK BERITA NEWS . COM ,--

Kamis 16 Juli 2026 ,--
KOTA -- BEKASI ,--

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menargetkan Stadion Patriot Candrabhaga mampu bersaing dengan stadion-stadion besar di Indonesia. 

Melalui konsep sport tourism dan pembangunan kawasan sport city, Stadion Patriot tidak hanya diproyeksikan menjadi arena pertandingan sepak bola, tetapi juga pusat kegiatan olahraga, hiburan, dan ekonomi kreatif yang menggerakkan roda perekonomian Kota Bekasi.

Menurut Tri, sudah saatnya cara pandang terhadap stadion diubah. Selama ini stadion hanya ramai ketika pertandingan berlangsung, sementara di luar itu pemanfaatannya masih belum optimal. 

Karena itu, Pemerintah Kota Bekasi tengah menyiapkan pengelolaan Stadion Patriot secara profesional melalui kerja sama dengan pihak ketiga yang berpengalaman mengelola venue bertaraf internasional agar kalender kegiatan dapat berlangsung sepanjang tahun.“Kami ingin Stadion Patriot menjadi rumah bagi pertandingan olahraga, konser musik internasional, festival, pameran, hingga berbagai event berskala nasional dan internasional. 

Stadion sebesar ini harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, bukan hanya ramai saat pertandingan sepak bola,” ujar Tri Adhianto.

Ia menjelaskan, Stadion Patriot akan menjadi pusat pengembangan kawasan sport city yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas olahraga lainnya, seperti GOR Bang Yan dan venue bertaraf internasional lainnya. 

Dengan ekosistem tersebut, Kota Bekasi diharapkan mampu menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan olahraga maupun event dunia yang berdampak langsung pada sektor pariwisata dan ekonomi daerah.“Ketika ribuan orang datang menghadiri sebuah event, bukan hanya stadion yang hidup. Hotel terisi, restoran ramai, UMKM mendapat pelanggan, transportasi bergerak, dan ekonomi Kota Bekasi ikut tumbuh. 

Bagi kami, olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga industri yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.Bagi Tri Adhianto, pengembangan Stadion Patriot dan kawasan sport city merupakan bagian dari visi jangka panjang yang ingin diwariskan kepada masyarakat Kota Bekasi. 

Ia menegaskan, legacy seorang kepala daerah tidak semata diukur dari banyaknya proyek yang dibangun, melainkan dari manfaat yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.“Saya ingin Bekasi dikenal sebagai kota yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang. 

Sampah menjadi energi, stadion menjadi penggerak sport tourism, transportasi menjadi magnet investasi, ruang publik menjadi pusat ekonomi kreatif, dan seluruh pembangunan itu bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Yang kami bangun hari ini adalah fondasi Kota Bekasi untuk 20 hingga 30 tahun ke depan,” tutup Tri Adhianto.

( JAMALUDIN S.B.N )