Kokohkan Hafalan Al-Qur’an, SIT Insan Mulia Gelar MABIT Jelang Wisuda Tahfizh

Kokohkan Hafalan Al-Qur’an, SIT Insan Mulia Gelar MABIT Jelang Wisuda Tahfizh

September 26, 2026
Kokohkan Hafalan Al-Qur’an, SIT Insan Mulia Gelar MABIT Jelang Wisuda Tahfizh

SIMAK BERITA NEWS COM ,--

Sabtu 26 September 2026 ,--

Merangin Jambi ,--

Bangko ,
Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insan Mulia menggelar Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) Al-Qur’an sebagai bagian dari persiapan menuju Wisuda Tahfizh Al-Qur’an. Kegiatan ini diikuti sebanyak 90 siswa yang bertempat di Masjid sekolah setempat, Jum'at (25/09/2026). Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari mulai dari 25-26 September 2026, sebagai upaya memantapkan persiapan siswa-siswi sekolah jelang wisuda. Kegiatan ini mengusung tema "Bersama Al-Qur'an Menguatkan Iman, dan Membentuk Generasi Berakhlak Mulia,". 

Kepala Sekolah SD IT Insan Mulia Deni Suroto,.S.Pd mengatakan, MABIT menjadi momentum bagi para siswa untuk lebih mendekatkan diri kepada Al-Qur’an sekaligus memantapkan hafalan yang telah dipelajari selama proses pembelajaran di sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan keagamaan, mulai dari shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, hingga setoran hafalan kepada ustadz/ustadzah pembimbing yang sudah di tunjuk. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas sebagai bagian dari pembinaan keimanan sekaligus penguatan hafalan para siswa.

"Selanjutnya siswa diberikan kesempatan untuk melakukan murojaah serta mengulang kembali hafalan Al-Qur’an yang telah mereka hafalkan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat siswa untuk terus menjaga hafalan dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an,"kata Deni Suroto,.S.Pd,.saat dikonfirmasi media ini, Sabtu (26/09/2026).

Menurutnya, selain memperkuat hafalan, MABIT juga menjadi sarana membangun kedisiplinan, kebersamaan, dan karakter Islami. Para siswa dibiasakan mengikuti rangkaian ibadah secara bersama-sama sehingga tercipta suasana pembelajaran yang religius dan penuh kebersamaan.

"Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum pelaksanaan Wisuda Tahfizh SIT Insan Mulia. Sebanyak 90 siswa yang mengikuti MABIT diharapkan semakin siap untuk mengikuti momentum wisuda sekaligus menunjukkan  hasil dari proses belajar dan menghafal Al-Qur’an yang telah mereka jalani,"jelas Deni Suroto. 

Diakui Deni Suroto, SIT Insan Mulia terus mendorong para siswa agar tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kecintaan untuk membaca dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

"Dengan semangat MABIT ini, diharapkan lahir generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an, memiliki karakter Islami, serta mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan,"tuturnya. 

Sementara itu, dalam agenda MABIT terlebih dahulu siswa-siswi sekolah juga harus melaksanakan sholat magrib dan Isya berjamaah, mendengarkan tausyiah motivasi menghafal Al-Qur'an, setelah itu dilanjutkan dengan sholat tahajud, dan sholat subuh serta  beritikaf di masjid sekolah sebagai upaya mematangkan hafalan Al-Qur'an jelang pelaksanaan wisuda Tahfizh kedepan. 

( Reporter : Yazdi Awan )
Dikbud Merangin Warning Sekolah, Dr.Misrinadi : Jangan Ada Siswa yang Disuruh Angkat Ompreng MBG

Dikbud Merangin Warning Sekolah, Dr.Misrinadi : Jangan Ada Siswa yang Disuruh Angkat Ompreng MBG

September 25, 2026
Dikbud Merangin Warning Sekolah, Dr.Misrinadi : Jangan Ada Siswa yang Disuruh Angkat Ompreng MBG 

SIMAK BERITA NEWS COM ,--

Sabtu 26 September 2026 ,--

Merangin Jambi ,--

.       Kadis Pendidikan Dr.Misrinadi
         

Bangko ,
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Merangin memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin, Dr.Misrinadi, mengingatkan seluruh kepala sekolah dan guru agar melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG, khususnya agar tidak melibatkan siswa dalam kegiatan mengangkat atau membawa ompreng makanan.

Ia menegaskan, jangan sampai kegiatan tersebut menjadi kebiasaan yang kemudian dianggap sebagai hal yang biasa di lingkungan sekolah.

“Kepala sekolah dan guru saya minta untuk mengawasi. Jangan sampai ini menjadi budaya yang tidak baik untuk sekolah di masa yang akan datang. Jangan sampai berlarut-larut dan menjadi kebiasaan. Kalau seandainya masih ada, jangan sampai terjadi lagi,” tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merangin Dr.Misrinadi, Sabtu (26/09/2026).

Menurutnya, siswa harus mendapatkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta mendukung proses belajar mengajar. Karena itu, setiap pihak di sekolah diminta mengambil langkah pengawasan agar persoalan serupa tidak terulang.

Kepala sekolah dan guru juga diharapkan dapat memastikan pelaksanaan MBG berjalan dengan baik tanpa memberikan tugas yang semestinya bukan menjadi tanggung jawab siswa.

“Jangan sampai anak-anak kita dibiasakan melakukan hal seperti itu. Kita ingin program MBG berjalan dengan baik, tetapi tetap harus memperhatikan kepentingan dan kenyamanan peserta didik,” lanjutnya.

Dikbud Merangin meminta seluruh satuan pendidikan untuk segera melakukan evaluasi apabila ditemukan praktik serupa di lingkungan sekolah masing-masing.

Pengawasan dari kepala sekolah dan guru dinilai penting agar pelaksanaan MBG tidak berkembang menjadi kebiasaan yang kurang baik di kemudian hari.

“Cek juga itu makanannya, bergizi nggak, bersih nggak didalamnya, jangan sampai anak-anak kita makan yang tidak baik untuk kesehatannya. Yang jelas, kita tetap mendukung sepenuhnya program MBG bagi siswa sekolah dari pemerintah pusat ini,”terangnya.

Dikbud Merangin menegaskan, siswa datang ke sekolah untuk belajar dan mendapatkan pendidikan, bukan untuk dibebani tugas mengangkat ompreng MBG.

“Sekali lagi saya himbau, jangan sampai ada terjadi disekolah Merangin ada pihak sekolah yang menyuruh siswanya mengangkat ompreng, semoga ini menjadi perhatian kita bersama,”pungkasnya.

( Reporter : M Yazdi  S.B N )
Pererat Silaturahmi melalui Olahraga, Tim Voli Lapas Bangko Latih Tanding Bersama Satpol PP Merangin

Pererat Silaturahmi melalui Olahraga, Tim Voli Lapas Bangko Latih Tanding Bersama Satpol PP Merangin

September 25, 2026
Pererat Silaturahmi melalui Olahraga, Tim Voli Lapas Bangko Latih Tanding Bersama Satpol PP Merangin

SIMAK BERITA NEWS COM ,--

Jumat 25 September 2026 ,--

Merangin Jambi ,,,--

Bangko ,
Tim bola voli Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko melaksanakan latihan tanding bersama tim bola voli Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Merangin, Jumat (25/9).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan serta kekompakan antarpemain. Selain sebagai persiapan menghadapi berbagai agenda olahraga, latihan tanding juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang baik antara Lapas Bangko dan Satpol PP Kabupaten Merangin.

Lanjut  Syaikoni Amd IP SH MH Menerangkan  Sejak awal pertandingan, kedua tim menunjukkan permainan yang kompetitif. Saling menyerang dan bertahan menjadi bagian dari jalannya pertandingan, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas dan semangat kebersamaan.

"Melalui kegiatan ini, Tim Voli Lapas Bangko tidak hanya berupaya meningkatkan kebugaran dan kemampuan teknis para pemain, tetapi juga memperkuat hubungan positif dengan jajaran pemerintah daerah dan aparat terkait di Kabupaten Merangin," Ungkap nya

Syaikoni,Amd IP SH MH Menuturkan Kegiatan olahraga bersama ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah membangun sinergi, menjaga kebugaran, serta mempererat hubungan antarlembaga.kedepsn 

" Sehat bersama, solid dalam sinergi, dan terus bergerak memberikan manfaat," Ujar  nya.

(Kabiro Jambi Yan SBN )
Jalankan Fungsi Pengawasan dan Pengamatan, Kimwasmat PN Bangko Tinjau Pembinaan Warga Binaan di Lapas Bangko

Jalankan Fungsi Pengawasan dan Pengamatan, Kimwasmat PN Bangko Tinjau Pembinaan Warga Binaan di Lapas Bangko

September 25, 2026
Jalankan Fungsi Pengawasan dan Pengamatan, Kimwasmat PN Bangko Tinjau Pembinaan Warga Binaan di Lapas Bangko

SIMAK BERITA NEWS COM ,--

Jumat 25 September 2026 ,--

Merangin Jambi ,--

Bangko ,
Hakim Pengawas dan Pengamat (Kimwasmat) Pengadilan Negeri (PN) Bangko melaksanakan kegiatan Pengawasan dan Pengamatan (Wasmat) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko, Jumat (25/9). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan dan pengamatan terhadap pelaksanaan putusan pengadilan serta proses pembinaan warga binaan di Lapas.

Kedatangan tim Wasmat PN Bangko disambut oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik serta Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja) Lapas Bangko, Ali Sodikin. Dalam kunjungannya, tim Wasmat melakukan pemantauan secara langsung terhadap kondisi dan pelaksanaan pembinaan yang berjalan di Lapas Bangko.

Secara umum, kegiatan Wasmat oleh Kimwasmat dari PN terhadap Lapas bertujuan memastikan pelaksanaan putusan pidana berjalan sebagaimana mestinya serta melihat proses pembinaan warga binaan setelah putusan pengadilan dijatuhkan. Dengan demikian, proses peradilan pidana tidak berhenti pada saat vonis dibacakan, tetapi tetap menjadi bagian dari rangkaian pengawasan hingga tahap pelaksanaan pidana dan pembinaan di Lapas.

Dalam pelaksanaan Wasmat, tim turut melihat berbagai kegiatan pembinaan kepribadian dan kemandirian yang diikuti oleh warga binaan. Pada bidang pendidikan, tim meninjau kegiatan pembelajaran keaksaraan serta pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C yang dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memenuhi hak warga binaan dalam memperoleh pendidikan.

Tidak hanya itu, tim Wasmat juga meninjau kegiatan pembinaan kemandirian di Bimbingan Kerja (Bimker) Lapas Bangko. Berbagai kegiatan keterampilan di Bimker menjadi sarana bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kasi Binadik dan Giatja Lapas Bangko, Ali Sodikin, menyampaikan bahwa Lapas Bangko terus berupaya melaksanakan program pembinaan secara berkelanjutan, baik dalam aspek kepribadian maupun kemandirian.

Melalui kegiatan Wasmat, pelaksanaan pembinaan di Lapas Bangko dapat terus dipantau dan menjadi bagian dari sinergi antara lembaga peradilan dengan pemasyarakatan dalam memastikan pelaksanaan putusan pengadilan berjalan sesuai ketentuan serta mendukung proses pembinaan warga binaan secara berkesinambungan.

( Ka biro Jambi ;YN SBN )
Banjir Dukungan Rencana Walikota Ngantor di RW, Ketua RW: Ini Moment yang Harus Dimanfaatkan.

Banjir Dukungan Rencana Walikota Ngantor di RW, Ketua RW: Ini Moment yang Harus Dimanfaatkan.

September 24, 2026
SIMAK BERITA NEWS . COM --

Kamis 24 September 2026 --
KOTA. -  BEKASI --

KOTA - BEKASI* – Rencana Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berkantor di setiap Rukun Warga (RW) mulai Januari 2027 mendapat dukungan dari sejumlah ketua RW. 

Mereka menilai langkah tersebut dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus membuka peluang percepatan penanganan persoalan di lingkungan.
.
Dukungan itu disertai sejumlah masukan terkait kesiapan pelaksanaan, mulai dari kepastian jadwal kunjungan, fasilitas tempat berkantor, hingga keterlibatan perangkat daerah agar aspirasi warga dapat ditindaklanjuti secara langsung.
.
Ketua RW 01 Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Wage Tirta, yang juga menjabat sebagai Ketua FKRW Bekasi Jaya, menyambut positif rencana tersebut. 

Ia menilai kepastian jadwal menjadi salah satu hal penting agar pengurus RW dan masyarakat dapat mempersiapkan diri.“Program ini sangat bagus. InsyaAllah kalau jadwalnya jelas tentu masyarakat kita bisa hadirkan untuk curhat langsung ke pak wali terkait dengan persoalan di wilayah,” ujar Wage.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi fasilitas di setiap RW berbeda, Menurutnya, sejumlah RW ada yang belum memiliki kantor RW sehingga perlu disiapkan alternatif lokasi yang layak agar agenda berkantor dapat berlangsung dengan nyaman dan tidak terkendala keterbatasan fasilitas.

Dukungan serupa disampaikan Ketua RW 13 Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Agustiono. Ia menyambut baik rencana Wali Kota berkantor, bahkan menginap di lingkungan RW, karena dinilai dapat membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.“Tidak semua warga punya waktu dan kesempatan untuk datang ke Balai Kota menyampaikan persoalan. 

Karena itu, ketika Pak Wali Kota datang ke lingkungan kami, masyarakat punya ruang lebih dekat untuk menyampaikan kebutuhan mereka. Ini kesempatan yang harus dimanfaatkan agar suara warga lebih mudah didengar.” ungkap Agustiono.

Ia berharap pertemuan langsung tersebut juga dapat membantu pengurus RW menyampaikan kebutuhan prioritas wilayah, termasuk dalam pelaksanaan program .

Lingkar Keren agar semakin sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.Sementara itu, Ketua RW 02 Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Herry Mukti, mendorong agar agenda berkantor di RW turut melibatkan perangkat daerah terkait. 
.
Menurutnya, kehadiran dinas dapat membantu memperjelas penanganan persoalan yang membutuhkan koordinasi lintas instansi.“Kami berharap beberapa perangkat daerah ikut mendampingi agar pelayanan kepada masyarakat bisa langsung ditindaklanjuti. 

Dinas terkait juga dapat melihat kondisi di lapangan, misalnya untuk pelayanan administrasi maupun perbaikan wilayah,” kata Herry."Kalau ada persoalan yang belum bisa diselesaikan saat kunjungan, setidaknya warga mendapat penjelasan mengenai proses, pihak yang menangani, dan perkembangan penyelesaiannya.” tambahnya.

Ia menilai koordinasi tersebut penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai proses dan waktu penyelesaian layanan, sehingga pengurus RW tidak dibebani ekspektasi yang berada di luar kewenangannya.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto sebelumnya menyampaikan rencana berkantor di RW mulai Januari 2027. 

Langkah ini disiapkan untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus melihat secara langsung berbagai persoalan di tingkat lingkungan.Kehadiran Wali Kota di lingkungan warga juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung bagaimana dana Rp100 juta per RW dalam program Lingkar Keren dimanfaatkan. 
.
Dengan begitu, pemerintah dapat mengetahui apakah kegiatan yang dipilih sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau masih ada persoalan penting yang perlu mendapat perhatian

( GEOFFREY .M )
Editor.

Dari Limbah Jadi Manfaat, Warga Bekasi Barat Ciptakan Beragam Inovasi Bernilai Ekonomi

Dari Limbah Jadi Manfaat, Warga Bekasi Barat Ciptakan Beragam Inovasi Bernilai Ekonomi

September 24, 2026
SIMAK BERITA NEWS.  COM ,--

Kamis 24 September 2026 ,--
KITA. -  BEKASI ,--

KOTA - BEKASI — Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi dan tim penilai dari TP PKK Kota Bekasi serta Dinas Tata Pemerintahan melakukan kunjungan lapangan dalam rangka Lomba Anugerah Gapura Sri Baduga, Rabu, 23 September 2025, di wilayah Kecamatan Bekasi Barat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi lapangan terhadap berbagai program dan inovasi yang sebelumnya telah dipaparkan dalam tahapan presentasi. 

Melalui kunjungan ini, tim penilai melihat secara langsung implementasi berbagai program pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan ruang, pengelolaan lingkungan, serta pengolahan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah area ruang kosong di lingkungan kelurahan yang dimanfaatkan untuk penanaman berbagai bibit tanaman melalui Kelompok Wanita Tani (KWT). 

Pemanfaatan lahan tersebut menjadi salah satu bentuk upaya masyarakat dalam mengoptimalkan ruang yang tersedia sekaligus mendukung penghijauan dan ketahanan pangan di lingkungan.

Tim kemudian melihat kegiatan pengolahan eco-enzyme berbahan dasar limbah organik. Hasil pengolahan tersebut dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi berbagai produk, mulai dari sabun, kerajinan, hingga produk yang digunakan untuk kebutuhan kecantikan seperti lotion dan parfum. 

Bahkan, eco-enzyme juga dikembangkan untuk kebutuhan kesehatan dan terapi, salah satunya melalui pemanfaatannya sebagai bahan pada bantal terapi.Kunjungan berlanjut ke lokasi budidaya ikan nila milik warga yang memanfaatkan area sederhana di lingkungan rumah. 

Budidaya tersebut telah berkembang dan menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat, dengan hasil produksi sekitar 15 kilogram ikan setiap bulan yang dipasarkan kepada warga sekitar.Inovasi pengelolaan lingkungan juga terlihat dalam pemanfaatan limbah cair dari industri tempe. 

Bekerja sama dengan Universitas Pertamina, masyarakat mengolah limbah cair industri tempe menjadi gas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi oleh warga. Saat ini, pemanfaatan tersebut telah digunakan oleh sekitar empat kepala keluarga dan menjadi salah satu contoh pengelolaan limbah yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.Selain dimanfaatkan sebagai sumber energi, hasil pengolahan limbah tersebut juga dapat digunakan sebagai bahan pupuk cair untuk mendukung kegiatan perkebunan masyarakat. Di lokasi yang sama, tim penilai juga melihat budidaya ikan lele yang turut dikembangkan warga dengan hasil panen mencapai 

sekitar 50 kilogram.Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Di tempat tersebut, tim melihat berbagai kreativitas para guru dalam memanfaatkan bahan bekas menjadi dekorasi ruang kelas. 

Salah satunya berupa dekorasi berbentuk pohon yang menjuntai dan dibuat dari material bekas, sekaligus berbagai hasil kerajinan lainnya.Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto mengapresiasi kreativitas dan inisiatif masyarakat dalam mengubah sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai menjadi sesuatu yang dapat memberikan manfaat.“Yang kami lihat hari ini bukan hanya bagaimana masyarakat memanfaatkan ruang yang ada, tetapi juga bagaimana limbah dan barang yang sudah tidak terpakai dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. 

Ada yang menjadi produk rumah tangga, produk kecantikan, pupuk, sumber energi, bahkan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Wiwiek.

Menurutnya, berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dari lingkungan paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan limbah, menurut Wiwiek, juga dapat berjalan beriringan dengan peningkatan nilai ekonomi apabila dilakukan secara kreatif dan berkelanjutan."Harapannya, inovasi seperti ini tidak berhenti sebagai sebuah program atau perlombaan saja, tetapi dapat terus dikembangkan dan menjadi kebiasaan masyarakat. Ketika lingkungan lebih terkelola, limbah bisa dimanfaatkan, dan masyarakat juga mendapatkan nilai ekonomi, tentu manfaatnya menjadi lebih luas,” tambahnya.

Kegiatan verifikasi lapangan Anugerah Gapura Sri Baduga ini menjadi kesempatan bagi tim penilai untuk melihat secara langsung keberlanjutan berbagai inovasi yang telah dipaparkan sebelumnya, sekaligus menggali potensi pengembangan program di tengah masyarakat.

Melalui berbagai praktik tersebut, masyarakat tidak hanya didorong untuk menjaga kebersihan dan lingkungan, tetapi juga untuk menciptakan siklus pemanfaatan kembali sumber daya yang dapat memberikan manfaat sosial, lingkungan, dan ekonomi secara bersamaan.

( RIANA SARI S.B.N )
Editor:: Geoffrey.M 

Penilaian Anugerah Gapura Sri Baduga, RW 14 Pekayon Tunjukkan Inovasi Pemanfaatan Lahan dan Kekompakan Warga

Penilaian Anugerah Gapura Sri Baduga, RW 14 Pekayon Tunjukkan Inovasi Pemanfaatan Lahan dan Kekompakan Warga

September 24, 2026
SIMAK BERITA NEWS.  COM --

Kamis 24 September 2026 ,--
KOTA -  BEKASI --

 BEKASI SELATAN — Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi dan tim penilai dari TP PKK Kota Bekasi serta Dinas Tata Pemerintahan melakukan kunjungan lapangan dalam rangka verifikasi Lomba Anugerah Gapura Sri Baduga, Rabu (23/9/2025), di Kelurahan Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tahapan verifikasi lapangan untuk melihat secara langsung berbagai program dan inovasi yang sebelumnya telah dipresentasikan oleh wilayah peserta. 

Dalam kunjungan ini, tim penilai melihat berbagai potensi masyarakat, mulai dari pengembangan UMKM, ketahanan pangan, pemanfaatan lingkungan, pengelolaan sampah, hingga kekompakan warga dalam membangun lingkungan.Di Kelurahan Pekayon, tim penilai mengunjungi sejumlah UMKM hasil kreativitas masyarakat yang telah menghasilkan berbagai produk, di antaranya batik, kaos dengan motif hasil jahitan, aksesoris, hingga produk tas berbahan rotan.

Dalam kesempatan tersebut, Wiwiek Hargono juga mendorong agar potensi pelaku UMKM di tingkat kelurahan dapat terus dikembangkan. Bersama lurah dan camat setempat, masyarakat diajak untuk mengidentifikasi dan mengajak para pelaku usaha yang memiliki potensi agar dapat mendaftarkan produknya sebagai binaan 

Dekranasda Kota Bekasi.Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan pendampingan sekaligus memperluas pengembangan produk kerajinan dan usaha kreatif masyarakat.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke salah satu posko RW yang turut dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT). Di lokasi tersebut terdapat sebanyak 57 tanaman, yang terdiri dari tanaman konsumsi dan tanaman obat.

Semangat ketahanan pangan juga diterapkan melalui gerakan di lingkungan RW 14 yang mendorong setiap rumah warga untuk menanam sedikitnya lima tanaman. 

.Selain untuk memperindah lingkungan, gerakan tersebut bertujuan agar masyarakat memiliki sumber pangan dan tanaman obat yang dapat dimanfaatkan dari lingkungan rumah masing-masing.KWT di wilayah tersebut juga telah menjalin kerja sama dengan Pandan Wangi dalam menyuplai hasil tanaman, baik tanaman konsumsi maupun tanaman obat yang dihasilkan oleh masyarakat.

Selanjutnya, tim penilai mengunjungi salah satu rumah percontohan rumah sehat yang menerapkan pemanfaatan lingkungan secara produktif. 

Sampah organik diolah menjadi eco-enzyme, sementara lahan di sekitar rumah dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman.Beragam tanaman telah berhasil dibudidayakan dan beberapa di antaranya telah berulang kali dipanen, seperti mangga, pisang, jeruk bali, duku, kacang panjang, terong, pare, serta berbagai jenis rempah-rempah. 

Pemilik rumah juga memanfaatkan area yang tersedia untuk memelihara ikan lele yang sebagian hasilnya dikonsumsi sendiri.Kunjungan juga melihat kekompakan warga RW 14 dalam menciptakan ruang publik yang dapat dimanfaatkan bersama. 

Salah satunya dengan memanfaatkan area gang sebagai perpustakaan warga yang dibuka setiap hari dan menjadi tempat berkumpul masyarakat.Lingkungan tersebut juga dipercantik dengan mural yang dibuat oleh warga pada dinding-dinding sekitar. 

Kreativitas warga, termasuk para bapak-bapak dan hansip, turut terlihat dalam membuat serta mempercantik fasilitas lingkungan melalui pemanfaatan barang-barang bekas.

Keterampilan tersebut kemudian turut dibagikan kepada para ibu sebagai salah satu upaya mengembangkan kreativitas sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi dari barang-barang yang sebelumnya tidak terpakai.Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto mengapresiasi kekompakan masyarakat Kelurahan Pekayon, khususnya warga RW 14 yang mampu mengembangkan berbagai kegiatan secara bersama-sama."Yang menarik dari Pekayon adalah bagaimana warga bisa bergerak bersama. 

Tidak hanya menanam tanaman konsumsi dan tanaman obat, tetapi juga memanfaatkan lahan yang ada, mengelola lingkungan, membuat ruang untuk berkumpul, sampai mengembangkan kreativitas dari barang-barang yang sudah tidak terpakai,” ujar Wiwiek.

Menurut Wiwiek, kekompakan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat, produktif dan memiliki nilai ekonomi."Ketika warga kompak, hal-hal sederhana bisa menjadi sesuatu yang memberikan manfaat besar. 

Lima tanaman dari setiap rumah kalau dilakukan bersama-sama tentu bisa menjadi kekuatan untuk ketahanan pangan lingkungan. Begitu juga dengan UMKM dan kreativitas warga, tinggal bagaimana kita terus dampingi dan membuka akses agar potensinya bisa berkembang,” tambahnya.

Wiwiek juga mendorong agar berbagai potensi UMKM yang ditemukan dalam kunjungan tersebut dapat terus didata dan dikembangkan sehingga memiliki kesempatan menjadi bagian dari binaan Dekranasda Kota Bekasi.


( RIANA SARI S.B.N )
Editor: Geoffrey M